
" Tunggu - tunggu" seolah baru sadar akan sesuatu Fariz langsung meraba sesuatu yang dia anggap sebagai guling nya itu. " Kenapa cukup keras dan tidak rata" gumam Fariz pelan seraya meraba area sekitar tangan nya, dan dia dapat merasakan area itu berbentuk kotak - kotak. Fariz yang merasa penasaran pun langsung membuka ke dua mata nya dengan pelan dan dapat dia lihat wajah tampan dari pria yang selama beberapa hari ini bersama nya. Wajah yang terlihat kalem dan menambah ketampanan nya di saat mata nya sedang tertutup.
" Tampan" gumam Fariz pelan, seolah dia belum sadar dari alam mimpi nya.
" Terima kasih, kamu juga sangat cantik istri ku" tanpa di duga, ternyata Yuichi sudah terbangun dari tadi. Yuichi terusik saat tangan mungil nan lentik milik Fariz meraba bagian perut nya tadi, asal kalian tahu perbuatan Fariz yang seperti itu bukan hanya membangunkan Yuichi dari tidur nya tapi juga membangun kan sesuatu yang tertidur sangat lama di bagian bawah sana, sehingga Yuichi harus dengan susah payah menekan perasaan yang ah entah lah. Sulit sekali untuk di jelas kan, yang pasti Yuichi harus menahan belut albino milik nya yang sudah meronta minta untuk di lepas kan.
" Kamu!" Fariz langsung membulat kan ke dua bola mata nya dengan wajah yang sangat terkejut saat mendengar suara dari Yuichi yang seakan menyadar kan diri nya pada keadaan yang sebenar nya, dan sepersekian detik kemudian " aaaakh" Fariz berteriak seraya langsung mendorong tubuh Yuichi dengan sangat kuat sehingga
Brrukh
Tubuh Yiuchi mendarat dengan sempurna di atas lantai keramik yang sangat keras dan juga dingin membuat Yuichi merasa kesakitan dengan perasaan yang cukup kesal. Bahkan perasaan yang tadi sempat muncul akibat sentuhan dari tangan mungil gadis itu kini menghilang seiring rasa sakit yang dia rasakan saat ini.
" Aw" Yuichi meringis kesakitan seraya mengusap bokong dan pinggang nya yang terasa sakit. " Kenapa kamu mendorong ku istri ku?" Yuichi menunjuk kan wajah memelas nya.
" Kamu yang kenapa, kenapa kamu melewati batasan mu huh?" Fariz mendengus kesal seraya memeluk diri nya sendiri dengan ke dua tangan nya seolah sedang melindungi tubuh nya dari Yuichi.
" Melewati batas, aku?" Yuichi mengerut kan kening nya. " Kamu lihat istri ku, aku masih di bagian ku. Justru kamu yang melewati batasan mu, kenapa kamu malah menyalah kan aku?" Yuichi ikut kesal dan langsung berdiri dari posisi jatuh nya.
Fariz yang mendengar ucapan Yuichi barusan langsung melihat ke arah tempat tidur nya, dan benar saja apa yang di katakan oleh pria di hadapan nya itu. Ternyata diri nya yang melewati batas nya dan mendekati pria itu, bahkan bantal guling yang di jadi kan pembatas oleh Fariz kini sudah teronggok di lantai karena ulah nya.
" Dia benar, aku lupa kalau tidur ku selalu berantakan" batin Fariz meringis merutuki kebodohan nya sendiri seraya menutupi wajah nya yang sudah memerah karena malu. Sungguh rasa nya Fariz ingin sekali mencari lubang semut dan memasuki nya sekarang juga, atau dia ingin terbang saja ke kutub Utara dan menetap di sana saking malu nya. Fariz memang memiliki kebiasaan buruk yang selalu tidur berantakan, bahkan sepupu nya Amaira selalu mengomel pada gadis itu setiap kali mereka tidur bersama karena sering kali Amaira menjadi korban keganasan Fariz di kala tidur, bagai mana Amaira tidak kesal jika Fariz sering sekali menendang atau memukul diri nya jika sedang tidur.
" Kenapa kamu diam hem? Aku benar bukan?" Yuichi yang melihat Fariz diam sambil menutup wajah nya langsung menatap gadis itu dengan tatapan menggoda nya. " Atau kamu memang merasa nyaman tidur dalam pelukan ku" tambah Yuichi lagi membuat Fariz semakin malu sekaligus kesal.
" Mana ada, aku tidak mungkin seperti itu" Fariz melengos dengan bibir yang mengerucut tajam sambil menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah.
" Ish, dasar menyebal kan!" Fariz yang sudah sangat merasa malu langsung melesat pergi dari sana menuju ke kamar mandi untuk membersih kan diri nya di sana. Apa lagi hari ini Fariz juga harus bekerja. Sedangkan Yuichi tampak tertawa puas melihat kelakuan gadis itu yang terlihat sangat lucu di mata nya saat sedang merasa malu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat yang lain nya, tepat nya di salah satu hotel besar yang ada di Bandung.
" Bagaimana ini, sudah seharian kemarin kalian mencari nya. Tapi Yui belum juga di temu kan" mommy Yemi terlihat menangis dalam pelukan sang suami.
" Kamu tenang sayang, putra kita pasti baik - baik saja aku yakin itu" daddy Kenzi terlihat mengusap punggung istri nya dengan lembut. " Hari ini kami akan kembali mencari nya, kamu do'akan saja kami berhasil menemukan Yui" tambah Kenzi lagi dengan penuh harap.
" Aamiin" mommy Yemi mengaminkan ucapan suami nya dengan penuh harap. " Aku tidak akan kembali ke Jakarta sebelum menemukan putra kita, jadi aku mohon jangan paksa aku untuk kembali ke Jakarta" mommy Yemi melepaskan sejenak pelukan nya dan menatap suami nya dengan wajah yang penuh dengan air mata.
" Aku juga berpikir seperti itu, kita tidak akan kembali sebelum kita menemukan Yui. Aku akan menyuruh Arfan saja yang menangani perusahaan kita yang ada di Jakarta" jawab daddy Kenzi mantap.
" Terima kasih" mommy Yemi kembali memeluk suami nya.
" Kamu tidak perlu berterima kasih sayang, bukan kah Yui juga putra ku?" Daddy Kenzi mengerat kan pelukan nya.
" Emm" mommy Yemi hanya mengangguk dalam pelukan suami nya itu.
Ya, mommy Yemi dan daddy Kenzi berniat untuk menetap di Bandung untuk sementara waktu sampai putra mereka Yui di temukan. Mereka pikir, mereka tidak mungkin kembali ke Jakarta dengan tangan hampa.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏