My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 45



" Daddy...." Suara teriakan dari sepasang anak kecil terdengar menggema di sekitar pintu utama mansion saat Aydan dan Fariz pulang dari perusahaan mereka. Ya, siapa lagi kalau bukan Azzam dan Azura.


" Anak - anak daddy" Aydan langsung menggendong ke dua anak nya itu dan mencium pipi gembul mereka dengan gemas.


" Ayo kalian turun, Daddy kan baru pulang bekerja, pasti daddy capek!" Nara berjalan dengan santai dari dalam mansion mengikuti ke dua anak nya dari belakang. " Lho, kok kamu bisa bareng sama kakak kamu Riz? Bukan nya kakak mu hari ini ada urusan di luar perusahaan ya?" Nara menatap Fariz yang berdiri tak jauh dari Aydan dengan dahi yang mengkerut setelah tadi dia mencium tangan suami nya dan dengan cekatan juga mengambil tas kerja suami nya itu.


" Tadi aku ingin memeriksa keadaan perusahan sebentar, tapi aku malah mendapat kan kejutan di sana" Aydan memincingkan mata nya pada Fariz yang menghembuskan nafas lelah nya saat mendengar ucapan kakak nya barusan.


" Kejutan?" Nara semakin mengerutkan kening nya menatap Fariz.


" Ck, nanti aku akan menjelaskan nya pada kakak" Fariz pun langsung pergi begitu saja menuju kamar nya meninggal kan kakak dan kakak ipar nya, membuat Nara kini beralih menatap Aydan untuk meminta penjelasan. Fariz rasa nya sangat lelah dan ingin segera beristirahat di kamar nya, memikirkan kejadian yang di alami nya tadi cukup menguras tenaga dan pikiran nya.


" Dia bilang kan nanti akan dia jelaskan, lebih baik sekarang kamu temani aku mandi oke!" Aydan mengerlingkan sebelah mata nya.


" Ish, apa yang kamu katakan? Apa kamu tidak malu pada anak - anak" Nara menunjuk ke dua anak mereka yang ada dalam gendongan Aydan dengan mata nya yang kini sedang terkikik geli mendengar ucapan orang tua nya.


" Ih, Daddy sudah besar masih mau di mandiin sama mommy" Azura terkikik saat mengatakan nya.


" Tahu ih daddy, malu - maluin aja! Azzam sama Azura saja sudah bisa mandi sendiri" Azzam memberengut kesal.


" Kamu dengar itu?" Nara terkekeh men dengar ucapan dari anak - anak nya.


" Ya, kenapa harus malu? Anak - anak, daddy bukan nya tidak bisa mandi sendiri. Hanya saja Daddy memerlukan mommy kalian untuk membantu Daddy membawakan sabun mandi karena sabun mandi daddy sudah habis" Aydan beralasan, Azzam dan Azura pun mengangguk mengerti. " Jadi, kalian main dulu berdua ya! Daddy mau mandi dulu, bau acem" Aydan mencium gemas lagi pipi ke dua anak nya sambil menurun kan mereka, Nara hanya memutar bola mata nya malas melihat kelakuan suami nya yang selalu saja bisa mencari alasan.


" Oke Daddy" Azura dan Azzam pun langsung berlari menuju ke ruang bermain mereka yang ada di dekat ruang keluarga, lagi pula tadi mereka juga sedang bermain di sana saat Daddy mereka pulang.


" Sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk mu, jadi temani aku mandi sekarang" Aydan pun langsung merangkul pinggang ramping istri nya seraya sedikit menyeret langkah istri nya itu dengan senyuman menggoda nya, membuat Nara mau tidak mau mengikuti langkah suami nya itu menuju ke kamar mereka. Dan kalian mungkin sudah tahu apa yang akan mereka lakukan jika Nara membantu memandikan suami nya, tentu saja bukan hanya mandi yang akan mereka lakukan, benar bukan?


Malam hari nya di ruang keluarga


" Jadi, kamu saat tinggal di Bandung sempat tinggal bersama dengan seorang pria, begitu?" Daddy Nanda mengusap dagu nya dengan wajah yang seolah tampak berpikir.


Dan di sinilah mereka sekarang, mereka semua berkumpul di ruang keluarga kecuali Azura dan Azzam yang tadi sudah di bawa oleh pengasuh mereka ke kamar mereka untuk tidur. Beberapa menit yang lalu, Fariz sudah menceritakan tentang pertemuan nya dengan Yuichi saat di Bandung dan pertemuan nya dan Yuichi tadi siang. Fariz juga mengatakan tentang bagai mana Yuichi yang masih saja mengira diri nya sebagai istri nya.


" Maaf" Fariz menunduk kan kepala nya.


" Maaf, apa maaf mu itu bisa mengubah keadaan huh? Daddy tidak menyangka kalau putri kesayangan daddy ini bisa membohongi daddy dan mommy seperti itu" Nanda menggeleng kan kepala nya dengan wajah yang dia buat sangat kecewa membuat Fariz semakin merasa bersalah saja, sedang kan Aydan dan Nara hanya mendengar kan dengan wajah yang sulit untuk di artikan.


" Cih, sejak kapan suami ku itu jadi pandai berakting seperti ini?" Batin mommy Fika seraya menatap suami nya. " Bisa - bisa nya dia bersikap seolah tidak mengetahui apa - apa seperti itu" lanjut mommy Fika lagi masih dalam hati nya. Mommy Fika tentu saja tidak menyangka kalau suami nya yang begitu datar dan dingin itu bisa berakting seperti itu di hadapan anak - anak nya.


" Jadi, sekarang apa yang akan kamu lakukan?" Daddy Nanda kembali berucap setelah beberapa saat hening karena semua nya sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.


" Aku tidak tahu dad" Fariz menjawab dengan lesu.


" Apa maksud mu tidak tahu? Bukan kah seharus nya kamu sudah tahu apa yang akan kamu lakukan selanjut nya saat kamu mengambil keputusan untuk menyetujui pemikiran pria itu dan bersedia menjadi istri pura - pura nya?" Daddy Nanda berkata dengan nada dingin nya.


" Aku" Fariz tidak tahu lagi harus berkata apa, dalam hati nya Fariz mengiya kan ucapan daddy nya barusan. Seharus nya Fariz memikirkan dengan sangat matang apa yang akan dia lakukan selanjut nya setelah dia memilih untuk mengikuti permainan Yuichi pada saat itu.


" Sudah lah, jangan terlalu keras pada putri mu ini" mommy Fika menghampiri putri nya dan merangkul pundak putri nya itu dengan lembut seraya melayang kan tatapan tajam nya pada suami nya yang terkadang menyebal kan itu. " Sekarang lebih baik kamu pikirkan baik - baik, apa yang akan kamu lakukan selanjut nya" mommy Fika berkata dengan lembut.


" Ya, mommy benar. Lebih baik kamu pikirkan baik - baik, apa yang akan kamu lakukan selanjut nya" Nara yang sejak tadi diam ikut menimpali. " Sekarang katakan, apa dia tampan?" Tambah Nara lagi dengan nada menggoda nya, membuat semua orang menatap ke arah Fariz.


" Ya, katakan! Apa dia sangat tampan? Mommy juga ingin tahu" mommy Fika ikut menimpali dengan nada yang sama. Rasa tegang yang sempat mereka rasakan di sana kini sudah hilang dengan ucapan dua wanita dewasa di rumah itu.


" Cih, tampan apa nya. Masih tampan juga aku" Aydan yang menjawab dengan nada yang terdengar kesal.


" Masih lebih tampan juga daddy" Nanda tak mau kalah.


**Ha ha... persaingan antara daddy dan anak nya terjadi, hayo kira - kira siapa yang akan menang?


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**