My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 21



" Sebenar nya aku tidak mau mengungkap kan identitas ku pada mu, tapi aku harus mengatakan nya pada mu karena yang kamu lakukan di perusahaan ini salah. Semua aturan yang kamu buat akan membuat susah orang lain, apa kau tidak tahu?" Fariz kini berkata dengan nada datar nya, aura kepemimpinan yang dia punya kini terlihat dengan jelas. Berbeda sekali dengan gaya bicara Fariz beberapa saat yang lalu.


" Maaf, saya tidak tahu kalau anda adalah pemilik perusahaan ini. Tapi kenapa anda menjadi kurir seperti ini?" Novi menatap Fariz dengan dahi yang mengkerut.


" Aku memang lebih suka bekerja seperti ini, dan aku harap kamu tidak akan melakukan ini lagi pada siapa pun. Baik itu bawahan mu atau pun kurir seperti ku yang mengantar kan makanan ke perusahaan ini, apa kamu tidak sadar kalau perbuatan mu ini akan merugikan mereka?" Fariz masih berbicara dengan nada datar nya.


" Baik lah, aku berjanji akan bersikap lebih baik lagi" Novi membungkuk kan tubuh nya dengan wajah yang terlihat sangat menyesal.


" Baik lah, kali ini aku pegang ucapan mu. Tapi kalau aku mendengar kamu bersikap seenak nya lagi, jangan harap ada kesempatan lagi untuk mu" Fariz menekan kan kata - kata nya. " Dan satu lagi, jangan mengatakan hal ini pada siapa pun karena aku tidak suka semua orang memperlakukan ku Istimewa" tambah Fariz lagi.


" Baik nona, saya akan menyimpan rahasia ini" Novi mengangguk kan kepala nya.


" Bagus, sekarang kamu boleh keluar!" Novi pun keluar dari ruangan itu setelah dia mengangguk kan kepala nya, sedang kan Fariz berbicara pada om Andra nya selama beberapa menit sebelum dia pergi untuk kembali bekerja.


Sedang kan di luar ruangan Andra tampak Novi yang sedang mengusap pelan dada nya seraya melepas ketegangan yang tadi telah terjadi pada nya. " Syukurlah aku tidak di pecat, aish bagai mana bisa kamu memperlakukan tuan putri itu dengan buruk" Novi memukul pelan kepala nya merutuki kebodohan yang di lakukan nya tadi. " Lagi pula kenapa tuan putri keluarga kaya malah bekerja menjadi kurir makanan sih, ish orang kaya memang terkadang aneh. Tapi sudah lah, itu bukan urusanku yang penting aku selamat kali ini. Untung saja tuan putri sangat baik" Novi pun mulai melangkah kan kaki nya menjauh dari ruangan itu dengan senyum mengembang di bibir nya saat dia mengingat bahwa dia sudah tahu identitas asli dari tuan putri keluarga Balendra saat di luaran sana emua orang tidak mengetahui nya.


Akhir nya waktu bergulir dengan sangat cepat, kini waktu sudah menunjuk kan pukul empat sore dan Fariz pun sudah selesai dengan pekerjaan nya, Fariz pun langsung pulang setelah dia membungkus dua porsi makanan untuk diri nya dan Yuichi makan malam nanti.


Fariz pun melaju kan sepeda motor kesayangan nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota kembang yang macet di jam - jam seperti ini. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhir nya Fariz sampai juga di depan apartemen nya. Tak menunggu lama Fariz pun langsung menyimpan motor itu di tempat parkir yang ada di sana dan mulai melangkah kan kaki nya memasuki gedung apartemen kecil itu.


Ceklek


" Kemana dia? Kenapa sangat sepi sekali?" Fariz merasa heran karena biasa nya Yui selalu menyambut kedatangan nya dengan wajah yang ceria setiap kali diri nya pulang bekerja selama beberapa hari ini, tapi hari ini dia tidak melihat sama sekali sosok itu. " Tidak mungkin kan dia ingat semua nya dan langsung pergi dari sini?" Gumam Fariz menebak - nebak. " Ish, bukan kah itu bagus. Berarti aku tidak perlu di buat pusing lagi oleh nya" entah kenapa dada nya terasa sesak saat mengatakan nya, mungkin kah diri nya merasa kehilangan? Ah, tidak mungkin. Bukan kah mereka saling mengenal hanya beberapa hari saja? Rasa nya Fariz merasa konyol saat memiliki pemikiran yang seperti itu.


Fariz pun langsung melangkah kan kaki nya masuk lebih dalam ke dalam apartemen milik nya itu setelah dia selesai mengenakan sandal nya, dan betapa terkejut nya dia saat melihat ternyata Yuichi sedang tergeletak di atas lantai di ruang tamu nya.


" Oh God, apa yang sebenar nya terjadi?" Fariz langsung menjongkok kan tubuh nya dan buru - buru meraih tubuh Yuichi yang terbaring di atas lantai dengan wajah yang sangat panik. " Yui, bangun lah! Apa yang terjadi pada mu?" Fariz menepuk pipi Yuichi beberapa kali untuk mencoba menyadar kan pria itu setelah dia menaruh kepala pria tampan itu di atas paha nya.


Fariz memegang tangan Yui dan terasa sangat dingin saat dia menyentuh nya, begitu pun kaki, wajah dan bagian tubuh yang lain nya. " Oh God, apa kamu sudah lama seperti ini? Semoga tidak terjadi hal buruk padamu, aku mohon bangun lah!" Fariz masih saja menepuk wajah Yui, bahkan kini dia sudah mengoles kan minyak kayu putih yang selalu dia bawa dalam tas kecil nya pada bagian dekat hidung Yuichi agar pria itu bisa menghirup nya, tak lupa dia juga mengolesi bagian dada dan tengkuk pria itu agar tubuh pria itu menghangat.


" Yui bangunlah! Aku mohon, apa kamu tidak mau melihat istri mu lagi huh?" Entah kenapa kini Fariz malah mengakui diri nya sendiri sebagai istri dari pria itu, dia pikir dia sudah gila karena mengikuti permainan pria itu.


" Ayolah Yui, jangan membuat ku takut seperti ini!" Fariz kini merasa bingung harus melakukan apa, seharus nya Fariz memindah kan tubuh Yuichi ke atas tempat tidur, tapi apa lah daya nya. Tenaga nya tidak cukup untuk menopang pria berbadan tinggi besar itu. Perasaan Fariz saat ini sangat takut dan juga cemas, entah kenapa dia seakan tidak rela kalau saja terjadi sesuatu hal yang buruk pada pria yang kini tinggal bersama dengan nya itu.


Setelah beberapa menit Fariz berusaha membangun kan Yui, akhir nya Yui terlihat menggerakkan mata nya.


" Ngghh" lenguh Yuichi yang baru saja membuka mata nya. " Apa yang sebenar nya terjadi?" Yuichi memegangi kepala nya yang terasa pusing seraya menatap Fariz yang berwajah panik dengan mata yang berkaca - kaca, Yui yang menghawatir kan Fariz pun langsung bangun dari posisi nya saat ini.


" Syukurlah, syukurlah.. hiks.. hiks.." Fariz rasa nya sangat lega setelah rasa tegang dan ketakutan yang dia rasakan tadi, sehingga dia tidak mampu lagi menahan air mata nya lagi. Tanpa berpikir panjang, Fariz pun langsung memeluk tubuh Yuichi dan menangis dalam dekapan nya, sedang kan Yuichi yang merasa heran pun hanya bisa menerima perlakuan dari Fariz dengan senang hati. Jujur saja Yuichi sangat senang karena Fariz mau memeluk nya seperti itu. Tangan Yuichi pun terulur mengusap lembut punggung Fariz yang masih bergetar dalam dekapan nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏