My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 58



" Sayang, bisakah kamu mengambil kan ku telur itu?" Yuichi berkata dengan nada manja nya pada Fariz saat mereka semua sedang makan malam bersama di mansion. Yuichi bahkan sempat melirik sekilas pada saingan nya untuk menunjuk kan kedekatan nya dengan Fariz, sedang kan Azkha hanya melihat Yuichi sekilas tanpa memperdulikan apa yang di lakukan Yuichi saat ini.


" Baiklah" Fariz pun mengambil kan apa yang di minta oleh Yuichi tadi.


" Fariz, kamu ambil kan juga untuk Azka!" Daddy Nanda melirik sekilas dengan ujung mata nya pada Yuichi. Daddy Nanda memperlihat kan rasa tak suka nya pada pria yang mengaku sebagai suami dari putri nya itu.


" Ah, baik lah!" Walau Fariz tidak mengerti dengan maksud dari daddy nya itu, Fariz pun menuruti perkataan dari daddy nya itu.


" Biar aku saja" belum juga Fariz mengambil kan telur untuk Azkha, Yuichi lebih dulu mengambil kan nya dan meletak kan nya di atas piring Azkha. Tak lupa Yuichi menatap tajam pada Azkha tanda tak suka nya pada pria yang kini menjadi saingan cinta nya itu.


" Cih, kalau kamu bisa mengambil nya sendiri. Kenapa tadi malah menyuruh ku?" Fariz memutar bola mata nya malas.


" Aku hanya ingin di layani oleh istri ku saja, apa aku salah?" Yuichi menaik turun kan alis nya lucu.


" Terima kasih tuan Yuichi, seperti nya anda sangat baik" Azkha tersenyum penuh arti. " Tapi aku pikir akan lebih baik lagi jika anda membiar kan Fariz menunjuk kan kebaikan nya pada ku"


" Jangan harap tuan" Fariz menatap tajam pada Azkha dan Azkha pun membalas nya, sehingga terjadilah aksi saling tatap menatap di antara dua pria yang kini menjadi saingan cinta.


" Sudah kalian berdua!" Fariz tersenyum kikuk seraya berusaha memutus tatapan tajam antara dua pria di hadapan nya. " Yui, sudah lah! Kalau kamu ingin telur lagi, ini aku ambil kan. Jadi makan lah dengan tenang!" Fariz mengambil kan beberapa telur yang sudah di bumbui lagi ke dalam piring Yuichi agar pria itu bisa diam dan tidak mencari masalah lagi. " Kamu juga makan lah!" Ucap Fariz pada Azkha yang di angguki oleh Azkha.


" Cih, dasar manja" Aydan berkata dengan nada mengejek nya saat melihat kelakuan Yuichi yang seperti anak kecil.


" Terserah kamu mau mengatakan apa, aku tidak perduli" ucap Yuichi dengan penuh percaya diri seraya menatap Fariz dengan tatapan penuh cinta.


" Ish, kakak bisa saja mengatakan hal itu pada Yuichi. Bukan kah kakak juga sama" Nara menimpali, membuat mommy Fika dan yang lain nya tertawa.


Makan malam malam itu pun berlangsung dengan cukup meriah dari biasa nya di mansion itu, apa lagi beberapa perdebatan antara Yuichi, Azkha dan Aydan membuat suasana di mansion semakin ramai saja.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Tok


Tok


Tok


Yuichi mengetuk pintu apartemen di hadapan nya, Yuichi memutuskan untuk pergi ke apartemen milik Devlin terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah orang tua nya. Karena biasa nya di beberapa hari tertentu Devlin suka menginap di apartemen milik nya, dan kebetulan malam ini Devlin sedang menginap di sana.


Ceklek


" Kenapa kamu datang ke mari?" Devlin berjalan menuju lemari pendingin milik nya untuk mengambil minuman dingin untuk dia minum bersama dengan Yuichi, sedang kan Yuichi langsung menduduk kan diri nya dengan santai di atas sofa ruang tamu di sana.


" Aku hanya ingin saja, memang nya aku harus punya kepentingan khusus untuk datang ke sini?" Yuichi mendengus kesal.


" Ck, biasa nya kamu akan mengingat ku jika ada masalah saja" Devlin berjalan mendekati Yuichi dan melemparkan satu minuman kaleng ke arah Yuichi, dan tentu saja Yuichi dengan sigap langsung menangkap nya.


" Kamu tahu saja" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya.


" Cepat katakan, apa tang terjadi?" Devlin duduk di samping Yuichi seraya tangan nya.


" Bagai mana aku mengatakan nya ya?" Yuichi menghela nafas nya dalam seraya membuka minuman yang dia pegang dan meneguk nya. " Aku baru pulang dari mansion keluarga Balendra, dan kamu tahu apa yang baru saja terjadi di sana?"


" Apa?" Devlin mengangkat alis nya sebelah. " Apa kamu baru saja melamar Fariz dan Fariz langsung menolak nya?" Devlin terkekeh saat mengatakan nya.


" Ck, itu tidak mungkin terjadi" Yuichi memukul lengan Devlin dengan cukup keras sehingga membuat Devlin mengaduh kesakitan. " aku yakin kalau Faiz juga mencintai ku" tambah Yuichi lagi dengan penuh percaya diri.


" Cih, percaya diri sekali" Devlin mengusap lengan nya yang terasa sakit. "Lalu apa yang terjadi, cepat katakan!" Devlin merasa penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh saudara nya itu


" Kamu pasti tidak menyangka nya" Yuichi menjeda ucapan nya. " Daddy Nanda membawa seorang pria yang dia setujui untuk menjadi suami dari Fariz, hanya karena dia tidak suka aku yang sudah membawa kawin lari putri nya tanpa persetujuan dari nya. Bukan kah itu gila?" Yuichi bercerita dengan nada kesal nya.


" Bukan Daddy Fariz yang gila, tapi kamu" Devlin berkata dengan santai nya. " Orang tua mana yang akan menerima pria yang tiba - tiba mengaku sudah menikahi putri nya dengan mudah nya. Kalau aku jadi dia, mungkin aku sudah menghajar mu sampai babak belur" tambah Devlin lagi dengan tawa renyah di akhir kalimat nya.


" Apa benar begitu?" Yuichi tampak berpikir, dalam hati nya Yuichi membenar kan apa yang di ucap kan oleh saudara nya itu. " Lalu, apa yang harus aku lakukan?"


" Mungkin kamu harus jujur pada mereka, dan lamar lah Fariz secara baik - baik. Aku pikir jika pikiran mu benar bahwa Fariz mencintai mu, mereka akan langsung menerima lamaran mu" ucap Devlin dengan wajah yang serius.


" Apa kamu pikir begitu?" Yuichi seperti nya masih ragu.


" Ya" Devlin mengangguk mantap. " Aku pikir itu lebih baik dari pada kamu harus terus membohongi Fariz dan keluarga nya. Lagi pula kebohongan mu suatu saat pasti akan terbongkar, dan apa kamu yakin kalau Fariz dan keluarga nya akan menerima pembohong seperti mu. Aku pikir pasti mereka akan sangat membencimu, karena tidak ada satu orang pun di dunia ini yang menyukai kebohongan" Devlin berkata panjang lebar, membuat Yuichi kembali berpikir.


" Mungkin kamu benar, aku akan mengatakan semua nya dengan jujur. Aku hanya perlu mencari waktu yang tepat" putus Yuichi pada akhir nya.


" Lebih cepat lebih baik" Devlin mengangguk dan kembali meneguk minuman yang ada di tangan nya, Yuichi pun mengangguk dan melakukan hal yang sama.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih🙏🙏