
" Ya, itu memang urusan anda, dan aku juga tidak perduli akan hal itu. Karena aku yakin aku bisa membuat perusahaan ku stabil lagi walau apa pun yang anda lakukan pada perusahaan ku" jawab Yuichi dengan penuh percaya diri.
" Cih, dasar bocah sombong" Daddy Nanda mendengus kesal. " Kalau memang kamu sepercaya diri itu, lalu untuk apa kamu menemuiku? Bukan kah seharus nya kau sekarang ada di sana untuk mengurus perusahaan mu yang hampir bangkrut itu" daddy Nanda berkata dengan nada mengejek nya.
"Anda tidak perlu khawatir, itu semua tidak mungkin terjadi pada perusahaan ku. " Yuichi masih berkata dengan percaya diri. " Dan tujuan ku datang ke sini sejak awal anda pasti sangat tahu, aku ingin bertemu dengan Fariz. Aku ingin bicara dengan nya dan aku ingin anda memberikan restu anda untuk hubungan kami" Yuichi menurunkan sedikit ego nya dan sedikit memohon pada daddy Nanda.
" Cih, apa yang membuat mu yakin aku akan memberikan nya? Keputusan ku tetap lah sama, aku tidak akan membiarkan mu berhubungan lagi dengan putri ku, ingat itu!" Daddy Nanda berkata dengan penuh penekanan. " Sekarang pergilah, Fariz tidak mau bertemu dengan mu" daddy Nanda mengibaskan sebelah tangan nya mengusir Yuichi agar pergi dari sana. " Ayo mom, kita masuk!" Daddy Nanda merangkul pundak istri nya dan menggiring nya untuk masuk ke dalam mansion.
" Aku tidak percaya, aku mohon panggilkan Fariz ke sini!" Yuichi mencegah daddy Nanda dan mommy Fika agar tidak meninggal kan nya. " Aku mohon maafkan aku, dan biarkan aku bersama dengan Fariz lagi, aku mohon!" Tubuh Yuichi merosot bersimpuh di depan kaki daddy Nanda dan mommy Fika. " Aku akan melakukan apa pun asal jangan pisahkan aku dengan Fariz, aku mohon" tubuh Yuichi bergetar menahan tangis yang bisa tumpah kapan saja. Anggap saja dia sangat cengeng saat ini, tapi sungguh ini sangat menyiksa diri Yuichi. Terlihat dari wajah Yuichi yang kini terlihat lebih tirus dengan jambang yang memenuhi wajah nya saat ini. Berpisah dengan Fariz merupakan hukuman terbesar dalam hidup Yuichi, bahkan diri nya seperti tidak perduli dengan diri nya sendiri selama satu Minggu ini. Yuichi kerap kali melupakan makan nya dan Yuichi juga tidak bisa tidur nyenyak jika malam hari tiba. Belum lagi diri nya harus juga mengerjakan pekerjaan kantor yang selalu di kirim oleh Arfan melalui email pada nya. Sungguh itu cukup menguras emosi dan tenaga nya.
" Pergilah, ini tidak akan berhasil!" Daddy Nanda menghela nafas nya kasar.
" Ya, pergilah jangan seperti ini!" Mommy Fika membungkuk kan tubuh nya agar sejajar dengan Yuichi, mommy Fika tidak tega melihat pemuda di hadapan nya ini.
" Tidak mom, mommy pasti mengerti bagaimana perasaanku saat ini jadi aku mohon izinkan aku untuk bertemu dengan Fariz" Yuichi mengatupkan ke dua telapak tangan nya dengan wajah yang memohon.
" Tidak mom, aku tidak percaya. Fariz, keluarlah ! Aku ingin bertemu dengan mu" Yuichi berteriak dengan keras agar Fariz mau keluar dan menemui diri nya.
" Cih, kau ini berisik sekali. Diamlah dan pergi dari sini!" Daddy Nanda berkata dengan nada tinggi nya. " Lebih baik kita segera masuk, kalau tidak bisa kambuh lagi darah tinggi ku" Daddy Nanda menarik tangan istri nya untuk masuk ke dalam mansion tanpa menghiraukan Yuichi sama sekali. Bahkan Daddy Nanda langsung menutup rapat pintu mansion agar pemuda itu tidak bisa mengejar mereka.
" Fariz aku tidak akan pergi dari sini sampai kamu mau menemuiku, aku tidak perduli sampai kapan pun itu" Yuichi berdiri dan berteriak di sana. Yuichi bertekad untuk berdiam diri di sana sampai Fariz mauenemui nya, Yuichi berpikir tidak mudah untuk di perbolehkan memasuki pintu gerbang depan, jadi dia memutuskan untuk tidak pergi kemana pun saat ini.
" Pergilah Yui, aku tidak akan sanggup jika kamu seperti ini" tanpa Yuichi sadari Fariz sejak tadi memperhatikan nya di balik kaca jendela kamar nya, dari sana Fariz bisa dengan jelas melihat apa yang terjadi di bawah sana.
Fariz tidak ingin menemui Yuichi karena takut hati nya akan goyah dan mulai membuat kecewa daddy nya lagi. Jujur saja hati Fariz juga sangat sakit saat ini, apa lagi melihat keadaan Yuichi yang semakin hari semakin kurus dan berantakan. Ya, walaupun Fariz tidak menemui Yuichi secara langsung tapi Fariz selalu melihat Yuichi dari cctv yang mereka pasang di depan pintu gerbang mansion. Biasa nya Fariz akan berdiam diri di depan laptop nya sampai Yuichi pergi dari sana pada malam hari. Jadi Fariz tahu persis kalau pria yang di cintai nya itu sama sekali tidak pernah terlihat makan saat berada di sana sehingga terkadang Fariz menyuruh salah satu pelayan yang bekerja di sana untuk mengantarkan sepiring makanan, namun Yuichi sama sekali tidak pernah mau memakan makanan yang dia berikan itu dan itu cukup membuat hati Fariz merasa sangat hancur sehancur - hancur nya.
Pada akhir nya Yuichi tetap berdiri di depan gedung mansion tepat di depan mobil milik nya, Yuichi berharap usaha nya kini tidak akan sia - sia. Dan Yuichi berpikir bahwa ini adalah perjuangan terakhir yang akan dia lakukan untuk Fariz, jika ini tidak berhasil mungkin Yuichi akan menyerah dan berusaha melupakan cinta nya itu. Ya walaupun itu akan sangat sulit bagi Yuichi, tapi itu apa boleh buat.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰