
" Apa dalam waktu beberapa Minggu saja, kamu sudah melupakan suami mu ini hem?" Yuichi bangun dari tempat duduk nya dan langsung melangkah kan kaki nya mendekati tempat Fariz berada sekarang. Fariz yang melihat Yuichi bangun dan mendekati nya pun langsung ikut berdiri dari duduk nya dan melupakan pekerjaan yang sedang dia lakukan saat ini.
" Aku merindukan mu, istri ku" gumam Yuichi seraya langsung memeluk tubuh Fariz yang dia rindukan. Fariz yang tiba - tiba mendapat kan perlakuan seperti itu pun hanya bisa mematung dengan tubuh yang membeku dan detak jantung yang berdetak sangat kencang. " Aku tidak akan pernah mau jauh dari mu lagi, tidak akan pernah" tambah Yuichi lagi dengan suara yang sedikit bergetar.
Yuichi pikir dengan terus menganggap gadis itu sebagai istri nya, Yuichi bisa mengikat gadis itu bersama nya. Yuichi tidak mau sampai kehilangan gadis itu untuk kesekian kali nya, Yuichi pikir kalau pun harus berbohong akan dia lakukan hanya demi untuk tetap bersama dengan Fariz.
" Aku juga merindukan mu Yui" Fariz hanya bisa mengucapkan itu dalam hati nya, jujur saja Fariz masih merasa takut kalau pria yang kini sedang memeluk diri nya akan melupakan nya begitu saja saat sudah mengingat semua nya. Fariz belum tahu saja kalau Yuichi sudah mengingat semua nya tanpa melupakan perasaan cinta dan sayang nya pada gadis itu.
Fariz perlahan memejamkan ke dua mata nya menikmati pelukan yang di berikan oleh pria yang sangat dia rindukan itu, Fariz juga tak lupa menghirup aroma tubuh pria itu yang sudah lama tidak pernah dia temukan lagi sejak berpisah dengan Yuichi waktu itu. Fariz tidak berani membalas pelukan yang di lakukan oleh Yuichi pada nya karena hati nya masih sangat ragu
Begitu pun Yuichi yang seakan enggan untuk melepaskan pelukan nya dari gadis yang sangat dia rindukan itu. Beberapa menit mereka lalui dengan pelukan yang seakan menjadi pelampiasan kerinduan yang telah mereka rasakan selama ini.
Ceklek
Pintu ruangan itu terbuka dari arah luar oleh seorang pria yang kini tertegun dengan rahang yang mengeras dan kilatan amarah yang tercetak pada mata tajam nya.
" Apa - apa an ini? Apa yang kau lakukan pada nya? Cepat lepaskan dia!" Pria itu langsung menghampiri Yuichi dan Fariz dan langsung menarik dengan kasar tubuh Yuichi dan mendorong nya sehingga tubuh Yuichi menubruk tembok yang ada di sana dengan lumayan keras agar menjauh dari tubuh Fariz, setelah itu dia pun dengan kasar menarik tangan Fariz dan menyembunyikan nya di belakang tubuh nya seolah Fariz adalah harta berharga yang harus dia lindungi agar tidak di sentuh oleh Yuichi.
" Apa yang kamu lakukan, siapa dia?" Pria itu menatap tajam Fariz dengan tangan nya yang menunjuk ke arah Yiuchi yang sedang memegangi pundak nya yang terasa ngilu setelah tadi menghantam tembok.
" I itu" Fariz tergagap saat menjawab nya, jujur saja Fariz sangat takut pada pria yang ada di hadapan nya saat ini, Fariz bingung harus menjawab apa dan menjelaskan tentang hubungan rumit yang terjadi antara diri nya dengan Yuichi. Sedangkan Yuichi saat ini sedang menatap heran pada dua orang yang ada di hadapan nya terutama sang pria yang terlihat begitu akrab dengan gadis yang di cintai nya, siapa pria itu sebenar nya? Kira - kira seperti itu lah yang ada dalam pikiran Yuichi saat ini.
" Jawab dengan jelas jika aku bertanya pada mu! Bukan kah aku mengajar kan mu untuk tidak jadi orang yang pengecut" pria itu berkata dengan nada penuh penekanan.
Ceklek
Belum juga Fariz menjawab, pintu kembali terbuka dari luar dan ternyata itu adalah Herdy dan Arfan yang menunggu atasan mereka keluar dari ruang pertemuan itu namun tak kunjung terlihat.
" Dia bos mu? Katakan pada nya jangan bersikap kurang ajar pada adik ku, atau perusahaan kalian akan menghadapi kesulitan yang sangat besar! Dasar bocah mesum" Ucap pria itu yang tak lain adalah Aydan dengan nada ancaman.
Ya, tadi nya Aydan mampir ke perusahaan setelah dia menyelesaikan urusan nya di luar untuk melihat pekerjaan adik nya berjalan lancar atau tidak. Namun Aydan tidak menyangka kalau diri nya akan mendapat kan kejutan ini dari sang adik, karena yang Aydan tahu selama ini adik nya tidak pernah punya kekasih atau memiliki hubungan spesial dengan seorang pria.
" Kurang ajar, mesum?" Arfan mengangkat sebelah alisnya menatap Yuichi dengan wajah yang tak percaya.
" Ekhem" di tatap seperti itu Yuichi jelas merasa kesal pada asisten nya itu, tapi di satu sisi Yuichi bingung dan salah tingkah saat mendengar pria yang ada di hadapan nya itu menyebut Fariz sebagai adik nya. " Jadi kamu kakak ipar ku?" Lebih baik Yuichi meneruskan akting nya saja saat ini, lagi pula ini sudah kepalang tanggung. Pikir Yuichi.
" Kakak ipar?" Aydan, Herdy dan Arfan berkata dengan mata yang membulat sempura menatap Fariz dan Yuichi secara bergantian.
" Ya, kakak ipar" Yuichi mengangguk mantap dengan senyum penuh arti menatap gadis yang kini terlihat sangat gugup di samping kakak nya, terlihat Fariz menepuk kening nya sendiri saat Yuichi dengan seenak nya membuat kekacauan di sana.
" Kamu jangan bicara sembarangan ya!" Aydan terlihat emosi, rahang nya mengeras dengan mata yang menatap tajam pada pria yang ada di hadapan nya saat ini. Kaki nya perlahan melangkah untuk menghajar wajah songong namun lumayan tampan yang ada di hadapan nya itu.
" Tidak kak, nanti aku akan menjelaskan nya" Fariz yang melihat itu tentu saja tak tinggal diam dan langsung menahan langkah kakak nya itu agar dia mengurung kan niat nya.
" Aku tidak bicara sembarangan, kakak ipar bisa menanyakan ini langsung pada Fariz. Kami sudah menikah walau ayah dan ibu mertua tidak terlalu menyukai itu" tambah Yuichi lagi dengan nada bicara yang dia buat sepercaya diri mungkin, padahal dalam hati nya Yuichi saat ini sangat takut kalau sandiwara nya akan terbongkar. Tapi Yuichi juga sudah kepalang tanggung dengan sandiwara ini, jadi dia tidak mungkin bisa mundur lagi saat ini.
" What, bagaimana itu bisa terjadi?" Aydan jelas melotot dengan perasaan yang semakin tak percaya saat mendengar ucapan Yuichi barusan pada nya. Sungguh Aydan di buat frustasi dan bingung dengan keadaan yang terjadi saat ini.
Begitu pun Arfan dan Herdy yang juga ikut bingung dengan keadaan yang terjadi saat ini.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏