
" Apa kamu senang hari ini?" Azkha menatap Fariz dengan senyum manis di bibir nya.
" Ya, aku akui kalau hari ini aku merasa sangat senang" Fariz menjawab dengan wajah yang berbinar.
" Bagus lah, berarti tujuan ku sudah tercapai" Azkha bersandar pada sandaran kursi seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Tujuan mu, maksud mu?" Fariz mengangkat alis nya sebelah.
" Sudah ku bilang kan aku ingin membuat mu senang" Azkha berkata dengan santai nya.
" Terus?" Tanya Fariz masih dengan eksfresi yang sama.
" Tentu saja menikahi mu, bukan kah itu yang di harap kan oleh uncle"
" Cih, memang nya siapa yang mau menikah dengan mu" Fariz mengerucut kan bibir nya lucu.
" Lalu, siapa yang ingin kamu nikahi? Suami pura - pura mu itu?" Azkha berkata dengan nada mencibir.
" Kamu tahu, apa daddy yang mengatakan nya pada mu?" Fariz membulat kan ke dua bola mata nya saat mendengar Azkha berkata seperti itu, karena Fariz pikir Azkha tidak mengetahui soal hubungan nya dan Yuichi dulu.
" Tentu saja, siapa lagi" Azkha mengangguk kan kepala nya. " Bukan itu saja, bahkan uncle Nanda mengatakan pada ku kalau suami pura - pura mu itu sudah sembuh dari penyakit amnesia nya dan membohongi kalian semua".
" Ish, aku tidak bisa mengatakan apa - apa lagi kalau seperti itu" Fariz tampak berpikir. " Jadi, katakan, apa sebenar nya tujuan mu? Aku yakin kamu tidak datang jauh - jauh dari Paris hanya untuk membuat hidupku semakin runyam kan?" Fariz menatap Azkha dengan tatapan menyelidik.
" Ha ha ha" bukan nya menjawab Azkha malah tertawa membuat Fariz mendengus kesal. " Apa kehadiran ku membuat mu terganggu?" Azkha masih belum menghentikan tawa nya.
" Jangan kamu tanyakan lagi, kamu muncul tiba - tiba dan langsung berebut menjadi suami ku dengan Yui. Apa kamu pikir bagai mana perasaan ku" Fariz berkata dengan nada kesal nya.
" Kamu tenang saja, ya walau pun kamu akan merasa rugi karena tidak jadi menjadi calon istri dari pria tampan, baik hati dan berkarismatik seperti ku. Tapi akan aku pasti kan aku tidak akan merebut posisi pria pengecut itu" Azkha terkekeh saat mengatakan nya.
" Apa aku bisa memegang ucapan mu, tuan tampan, baik hati dan berkarismatik?" Fariz mengangkat alis nya sebelah.
" Ya, kamu bisa memegang ucapan ku. Karena aku bukan pria pembohong seperti pria yang kamu cintai itu, lagi pula aku sudah punya seorang gadis yang aku cintai dan aku datang ke Jakarta juga untuk alasan itu"
Ya Azkha datang ke Jakarta karena ada urusan dengan gadis yang dia cintai, karena suatu kesalah pahaman yang terjadi antara mereka membuat gadis yang di cintai Azkha pergi dari Paris begitu saja tanpa mengatakan apa pun pada Azkha terlebih dahulu. Kebetulan daddy Nanda meminta bantuan nya untuk datang ke Jakarta sehingga Azkha punya alasan untuk meninggal kan pekerjaan nya di Paris pada sang kakak Afkha. Bukan nya Afkha tidak akan mengijinkan jika Azkha pergi ke Jakarta untuk urusan pribadi nya, namun Azkha hanya sungkan dan tahu diri sehingga dia tidak ingin meninggal kan pekerjaan nya hanya untuk urusan pribadi nya. Bukan kah dia harus punya rasa berterima kasih pada kakak nya dan keluarga besar Balendra yang sudah membantu menjadikan nya sukses seperti sekarang ini.
" Kalau begitu, aku pegang kata - kata mu!" Fariz menatap tajam pada Azkha. " Dan berhenti memanggil Yui pria pengecut dan pembohong, aku tidak suka itu"
" Lalu aku harus memanggil nya apa, bukan kah itu kenyataan nya?" Azkha memajukan tubuh nya dan melipat ke dua tangan nya di meja.
" Aku yakin sebentar lagi, dia pasti akan mengakui semua nya. Lagi pula seperti nya dia sangat mencintai mu" Azkha berkata dengan percaya diri.
" Apa yang membuat mu seyakin itu?" Fariz ikut memajukan tubuh nya dan melakukan hal yang sama, sehingga jarak ke dua nya semakin dekat.
" Kamu lihat pria ber hoody hitam yang ada di dekat jendela itu?" Ucap Azkha tanpa menoleh kan kepala nya. " Jangan melihat nya terlalu lama!" Tambah Azkha lagi saat Fariz menoleh untuk melihat ke arah yang di maksud oleh Azkha barusan.
" Aku melihat nya, memang nya dia siapa? Apa itu orang jahat, oh tidak!" Fariz menutup mulut nya sendiri dengan wajah yang panik.
" Bukan" Azkha mengibas kan tangan nya. " Kamu yakin tidak mengenal nya sama sekali?" Azkha menatap Fariz dengan tatapan menyelidik.
" Tidak" Fariz menggeleng pelan.
" Kamu yakin, kamu perhatikan dia sekali lagi! Bukan kah sejak kita datang ke area taman hiburan ini dia selalu berada di belakang kita, apa kamu tidak menyadari nya?"
" Benar kah, oh God apa dia penguntit?" Fariz semakin panik saja.
" Ish kau ini" Azkha mencubit pipi cabi Fariz dengan gemas. " Perhatikan dengan baik, dan ya dia memang penguntit dirimu" Azkha mengarah kan wajah Fariz agar melihat ke arah pria ber hoody hitam itu lagi.
" Yui, a apa aku tidak salah lihat?" Walau pun saat ini Yuichi menutup wajah nya dengan kaca mata hitam, topi dan juga hoody, tapi Fariz bisa mengenali pria itu saat melihat nya dengan seksama.
" Cih, kenapa lama sekali kamu baru menyadari nya" Azkha memijat pangkal hidung nya sendiri. " Aku ragu kalau kamu benar - benar mencintai nya" Azkha menggelengkan kepala nya.
" Itu karena aku menikmati permainan yang kita lakukan, jadi aku tidak sadar dia berada di belakang kita sejak tadi" bela Fariz tidak mau di pojok kan. " Tapi kenapa Yui bisa ada di sini?"
" Tentu saja untuk mengawasi kita, dia pasti takut aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku. Memang sudah seharus nya dia waspada terhadap pria tampan karismatik seperti ku" ucap Azkha dengan ponggah nya.
" Iya pria tampan karismatik" Fariz berkata dengan nada mengejek nya. " Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan, apa kita datangi dia saja?"
" Jangan! Lebih baik sekalian saja kita umbar kemesraan kita di depan nya, aku yakin dia tidak akan kuat menahan rasa cemburu nya. Sekalian kita siksa saja batin nya" Azkha tersenyum jahat.
" Ck, kamu cukup kejam juga" Fariz memincing kan mata nya. " Tapi aku suka ide itu, mari kita lakukan!" Fariz ikut tersenyum jahat.
Akhir nya saat itu Fariz dan Azkha menghabiskan waktu yang tersisa untuk bersenang - senang dan lebih mengumbar kedekatan mereka. Fariz setidak nya sudah lega karena Azkha ternyata hanya ingin membantu nya, jadi Fariz tidak takut akan membuat seseorang kecewa karena keputusan nya.
Dan tentu saja kedekatan yang di tunjuk kan oleh Fariz dan Azkha sangat menyiksa perasaan Yuichi yang mengikuti mereka, bahkan Yuichi sering kali berusaha mengerjai Azkha dengan berbagai cara secara sembunyi - sembunyi. Namun semua itu tidak sesuai dengan rencana nya karena Azkha dan Fariz bisa menebak semua itu dengan mudah sehingga Yuichi menjadi semakin kesal saja pada Azkha, namun Yuichi tidak berani menghampiri mereka karena takut Fariz merasa kesal pada diri nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏