
Siang itu Fariz yang sedang bekerja pun harus meminta izin pada Ferdi untuk pulang ke apartemen milik nya saat Amaira menelpon dan memberi tahu kan pada nya kalau diri nya sudah menemukan keluarga Yuichi.
" Semoga saja Amaira benar - benar menemukan keluarga Yui, jadi aku bisa tenang dan terbebas dari nya" batin Fariz seraya melirik Yuichi yang sedang duduk di samping nya. " Tapi, apa dia akan tetap mengingat ku setelah dia kembali bersama keluarga nya? Atau dia mungkin akan kembali bahagia bersama kekasih nya" tambah Fariz lagi masih di dalam hati, namun entah kenapa dalam hati Fariz yang paling dalam seolah tak rela jika pria itu pergi dan melupakan diri nya.
" Istri ku, apa yang sebenar nya terjadi? Kenapa kamu pulang bekerja sesiang ini?" Yuichi memang belum mengetahui alasan Fariz pulang cepat dari bekerja nya.
Mendengar Yuichi yang memanggil nya seperti itu membuat Fariz tertegun dan berpikir mungkin diri nya akan merindukan suara pria itu yang memanggil nya seperti itu.
" Sayang, istri ku" melihat Fariz yang hanya diam saja, membuat Yuichi kembali memanggil gadis itu.
" Ya" Faris seakan tersadar dari lamunan nya.
" Kamu kenapa istri ku, apa ada masalah?" Yuichi menatap Fariz dengan wajah yang cemas.
" Ya, dan masalah itu ada dalam hati ku" batin Fariz dengan perasaan bingung. " Yui, katakan pada ku! Bagai mana perasaanmu jika kita harus berpisah?" Fariz terlihat ragu saat mengatakan nya.
" Berpisah? Apa maksud mu, apa aku melakukan kesalahan pada mu?" Yuichi terlihat panik saat mendengar ucapan Fariz barusan. " Kalau aku membuat mu marah, bukan kah kita bisa membicarakan nya dengan baik? Aku tidak mau berpisah dengan mu" Yuichi menatap Fariz dengan penuh harap seraya menggenggam tangan Fariz dengan begitu erat nya.
" Tidak, bukan begitu. Kamu sama sekali tidak memiliki kesalahan pada ku, hanya saja ada sesuatu yang tidak akan bisa kamu mengerti" Fariz masih terlihat ragu.
" Apa? Apa yang tidak akan aku mengerti?" Yuichi menatap nanar pada Fariz, mata nya mulai memerah dengan nada bicara yang sedikit bergetar karena menahan emosi yang bisa meledak kapan saja. Yuichi jelas tidak terima jika harus berpisah dengan istri yang sangat dia cintai itu. Walau pun terkadang Fariz bersikap jutek dan kasar pada nya. Tapi Yuichi sangat tahu dan bisa merasakan betapa baik nya gadis yang dia anggap sebagai istri nya itu.
Selama ini Yuichi bisa menerima alasan Fariz jika diri nya masih belum bisa tidur dalam satu kamar, Yuichi juga bisa menerima sikap Fariz yang selalu bersikap cuek dan tidak pernah memanggil nya dengan sebutan sayang. Tapi untuk berpisah, jelas Yuichi tidak bisa menerima itu semua.
" Nanti kamu juga akan tahu, dan aku harap kamu tidak akan kenapa - napa saat mengetahui nya" jawab Fariz dengan wajah sendu.
Sebenar nya Fariz tidak mau memberi tahu kan Yuichi hal yang sebenar nya tentang hubungan mereka karena Fariz tidak mau terjadi hal buruk pada Yuichi, pernah hari pertama Fariz mencoba untuk menjelas kan nya. Tapi Yuichi yang belum bisa menerima keadaan langsung merasakan sakit yang hebat di kepala nya, untung saja saat itu Yuichi tidak sampai tak sadar kan diri. Sejak itu Fariz mencoba mengikuti permainan itu dengan berpura - pura sebagai istri dari pria itu.
Tapi kali ini keluarga Yuichi akan datang untuk membawa nya, Fariz harap Yuichi bisa mengingat masa lalu nya tanpa terjadi hal buruk pada pria itu. Dan mau tidak mau, Fariz harus siap untuk berpisah dengan Yuichi kali ini.
Ting tong
Ceklek
Pintu pun Fariz buka dari dalam, dan ternyata yang datang adalah benar Amaira dan keluarga Yuichi.
" Selamat siang" sapa Fariz pada para tamu nya.
" Selamat siang, apa benar kamu orang yang menolong Yui kami?" Seorang wanita paruh baya tampak bertanya dengan wajah panik. " Eh tunggu dulu, bukan kah kita pernah bertemu sebelum nya?" Tambah wanita itu yang tak lain adalah mommy Yemi saat melihat wajah Fariz.
" Ah ya, bukan kah anda yang memesan makanan di hotel xx tempo hari" jawab Fariz dengan wajah yang berbinar setelah dia mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu. " Jadi, anda siapa nya Yui?"
" Oh ya, perkenal kan! Saya Yemi, mommy nya Yuichi. Dan ini Kenzi, Daddy dari Yuichi" mommy Yemi memperkenal kan diri nya dan suami nya yang berdiri tepat di samping nya. " Dan yang ada di belakang kami adalah saudara sepupu nya" mommy Yemi kembali menunjuk ke arah di mana Devlin dan Almy sedang berdiri.
" Istri ku, siapa yang datang?" Tiba - tiba terdengar suara Yuichi datang dari arah belakang Fariz. Yuichi merasa penasaran dengan tamu istri nya kali ini, dan betapa terkejut nya Yuichi saat melihat siapa yang ada di hadapan nya saat ini. " Mommy, daddy" Yuichi langsung menghampiri mommy nya dan memeluk nya. " Sudah lama kalian tidak mengunjungi kami di sini, aku pikir kalian melupakan ku" ucap Yuichi di sela pelukan nya membuat mommy Yemi dan daddy Kenzi mengerut kan kening mereka karena bingung.
" Mengunjungi? Apa maksud mu?" Mommy Yemi bertanya dengan wajah yang terlihat bingung.
" Tentu saja mengunjungi ku dengan istri ku, bukan kah setelah pernikahan kami kalian tidak pernah berkunjung lagi ke sini?" Jawab Yuichi dengan enteng nya sedang kan mommy Yemi dan yang lain nya tampak saling lirik dengan wajah yang sama - sama terlihat bingung.
" Tapi sayang, sejak kapak kamu menikah? Dan tadi kamu memanggil gadis ini sebagai istri mu, bagai mana bisa?" Mommy Yemi masih terlihat bingung.
" Mommy ini bicara apa, masa mommy tidak tahu kalau putra nya sudah menikah. Ini sangat lah aneh, iya kan Devlin?" Yuichi juga terlihat ikut bingung sehingga dia bertanya pada saudara nya untuk memasti kan, namun Devlin yang di tanyai seperti itu malah mengangkat bahu nya dengan wajah yang ragu.
" Ama, apa kamu belum menceritakan keadaan Yui yang sebenar nya?" Fariz menarik tangan Amaira dan berbisik pada nya, mendengarkan perkataan mereka barusan membuat Fariz yakin kalau Ama belum mengatakan apa yang di alami Yui saat ini.
" Hehe, maaf aku lupa" Amaira menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sambil nyengir kuda dengan perasaan bersalah.
" Cih, sudah ku duga" Fariz memutar bola mata nya malas.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏