
" Jadi, apa kamu benar - benar ingin menjadi menantu di keluarga kami ini?" Daddy Nanda menatap tajam pada Yuichi yang saat ini duduk di depan nya.
Saat ini semua anggota keluarga sedang berkumpul dan duduk bersama di ruang keluarga setelah kedatangan Fariz dan Yuichi beberapa saat yang lalu.
" Ya, tentu saja" Yuichi mengangguk mantap. Jujur saja saat ini Yuichi sangat tegang dan gugup sekali karena harus berhadapan dengan keluarga dari gadis yang sangat dia cintai, apa lagi daddy dan kakak Fariz yang selalu menatap tak suka pada diri nya. Namun Yuichi berusaha bersikap tenang dan menyembunyikan kegugupan nya itu. " Ck, kenapa rasa nya aku seperti sedang di adili ya,?" Batin Yuichi yang merasa diri nya sedang di dakwa dan di adili di persidangan saja.
" Apa kamu tahu kalau tidak akan mudah untuk menjadi menantu di keluarga ini?" Tambah Daddy Nanda dengan tatapan yang masih sama.
" Saya tahu karena gadis yang saya cintai merupakan gadis yang istimewa dan bukan dari keluarga biasa, dan saya sudah siap menghadapi apa pun itu" Yuichi mengangguk mantap.
Demi apa, saat ini hati Fariz sangat berbunga - bunga ketika mendengar ucapan dari pria tampan yang ada di samping nya itu. Fariz tidak menyangka bahwa pria yang menjadikan nya sebagai istri pura - pura nya itu akan mengatakan hal itu.
Fariz sebenar nya sudah memberitahukan tentang kebohongan Yuichi pada semua keluarga nya, tentu saja semua kesal namun mereka masih bisa menerima nya karena Fariz yang meyakinkan mereka bahwa Yuichi melakukan itu juga karena perasaan cinta nya sesuai apa yang sudah dia dengar dari Almyra tadi siang.
Memang sulit meyakinkan keluarga nya terutama daddy dan kakak nya, namun dengan bantuan dari mommy dan kakak ipar nya akhir nya Fariz berhasil meyakinkan semua nya untuk membantu nya membuat Yuichi mengakui perasaannya dengan jujur tanpa ada kebohongan tentang ingatan nya dengan syarat bahwa daddy Nanda dan Aydan bebas melakukan apa pun untuk menguji ketulusan pria itu.
" Bagus kalau begitu, aku suka sikap mu yang pemberani" Daddy Nanda tersenyum penuh arti. " Tapi sayang nya aku lebih menyukai pria pilihan ku sebagai calon suami dari putri ku" tambah Daddy Nanda dengan nada dingin nya.
" Apa?" Fariz dan Yuichi berucap bersamaan dengan ke dua mata mereka yang membulat sempurna. Begitu pun mommy Fika dan Nara yang juga terkejut dengan ucapan dari daddy Nanda barusan.
" Tapi Daddy, Fariz adalah istri ku" protes Yuichi tidak terima. " Bagai mana bisa anda akan menjodohkan istri ku dengan pria lain?" Yuichi tentu saja tidak akan terima jika gadis yang sangat di cintai nya itu harus bersama dengan pria lain.
" Ya, aku tahu" Daddy Nanda mengangguk kan kepalanya. " Tapi bukan kah kalian menikah tanpa restu dari ku dan juga istriku" jawab daddy Nanda dengan santai nya seraya melipat kedua tangan nya di depan dadanya. Salah satu sudut bibir daddy Nanda terangkat karena merasa menang telak dari pria yang mengaku sebagai suami dari putri nya itu. " Lagi pula aku lebih suka pria yang pemberani dan datang melamar putri ku secara langsung untuk dia nikahi sampai kami restui, dari pada harus kawin lari seperti apa yang kamu lakukan" tambah daddy Nanda lagi berusaha memancing kejujuran dari pria yang ada di hadapan nya.
" I itu" Yuichi tidak bisa berkata apa - apa lagi, karena itu memang yang terjadi dalam skenario kebohongan nya sejak awal. " Ish, kenapa semua jadi kacau begini? Apa seharus nya aku jujur saja dan langsung melamar Fariz?" Batin Yuichi merasa bingung sendiri.
" Tapi Daddy" Fariz juga ingin protes dengan keputusan dari daddy nya itu. " Daddy kenapa tidak membicarakan hal ini dulu kepada ku?" Fariz memang tidak tahu kalau daddy nya itu berencana untuk menjodoh kan nya dengan pria lain.
" Daddy, apa itu benar?" Mommy Fika yang juga tak tahu tentang rencana dari suami nya itu tampak terkejut juga saat mendengar nya.
" Tentu saja sayang, apa kamu pikir aku akan dengan mudah nya menerima dia sebagai menantu di keluarga ini? Ck, aku pikir dia harus membuktikan diri nya terlebih dahulu" Daddy Nanda terlihat sangat serius dengan ucapan nya.
" Tidak ada tapi - tapian, kalau dia benar mencintai mu dia pasti tidak akan mundur walau apa pun yang terjadi" daddy Nanda berkata dengan nada tak ingin di bantah.
" Daddy benar, lagi pula kalau suami mu ini mencintai mu. Dia pasti akan melakukan apa pun untuk bisa di terima di keluarga mu" tambah Aydan dengan menekan kan kata ' suami' seraya melirik sinis pada Yuichi.
" Tapi" Fariz kembali ingin berbicara, namun Yuichi mencegah nya dengan memegang sebelah tangan nya.
" Sudah lah sayang, daddy dan kakak ipar benar. Lagi pula bukan kah aku harus membuktikan cinta ku pada mu bukan?" Yuichi tersenyum manis untuk menenangkan gadis yang di cintai nya. " Lagi pula tidak ada yang bisa memisahkan aku dan istri ku lagi"
Entah kenapa hati Fariz menghangat saat mendengar ucapan Yuichi barusan, dan dalam hati Fariz yang paling dalam Fariz juga membenar kan apa yang di ucapkan daddy dan kakak nya itu. Jika benar Yuichi sangat mencintai nya, Yuichi pasti tidak akan menyerah untuk membuktikan cinta nya.
" Kalau begitu, datang lah besok untuk bertemu dengan saingan mu! Aku harap kalian bisa bersaing secara adil, dan apa pun yang terjadi aku harap putriku Fariz akan bahagia" daddy Nanda berdiri dari duduk nya. " Ayo sayang, temani aku ke kamar!" Daddy Nanda pun mengajak istri nya untuk pergi dari sana meninggal kan anak - anak nya.
" Ya" mommy Fika entah kenapa tidak bisa membantah lagi ucapan suami nya itu, melihat wajah dingin dan serius yang di tunjuk kan oleh suami nya itu membuat mommy Fika hanya bisa mengikuti saja apa yang sudah menjadi keputusan dari suami nya itu.
" Kalau begitu, kita juga pergi! Aydan mengajak Nara juga untuk keluar dari sana. " Azzam, Azura, ayo kita ke kamar kalian" tak lupa Aydan mengajak ke dua anak nya yang masih asyik menonton di sana dan langsung menggendong mereka.
" Fariz, Yuichi kakak ke kamar dulu ya" Nara pamit terlebih dahulu pada adik ipar nya itu sebelum benar - benar meninggal kan ruangan itu.
" Tapi siapa yang akan daddy pilih untuk menjadi saingan Yui?" Batin Fariz seraya menatap Yuichi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Sementara di dalam kamar Daddy Nanda dan mommy Fika
" Apa kamu yakin akan melakukan ini?" Mommy Fika masih tidak percaya suami nya akan melakukan hal seperti itu.
" Tentu saja, lagi pula siapa suruh mempermainkan keluarga Balendra" daddy Nanda mengankat sudut bibir nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏