My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 59



" Lalu bagai mana dengan hubungan mu dan Almyra?" Yuichi tiba - tiba mengatakan itu sesaat setelah mereka terdiam dan meneguk minuman mereka masing - masing.


Ukhuk ukhuk


Devlin langsung tersedak dengan minuman yang dia minum saat mendengar ucapan Yuichi barusan. " Apa maksud mu, memang ada hubungan apa aku dengan Almy?" Devlin berkata dengan kikuk setelah dia berhenti batuk.


" Jangan menyembunyikan nya lagi, aku sudah tahu semua nya?" Yuichi berkata dengan nada mengejek nya. " Lagi pula semua orang juga bisa tahu dari cara mu memandang dan memperlakukan gadis itu" tambah Yuichi lagi membuat Devlin terdiam dan berpikir.


" Jadi kamu bisa melihat nya?" Devlin terkekeh saat mengatakan nya. " Tapi kenapa dia tidak bisa melihat dan merasakan itu?" Wajah Devlin berubah sendu.


" Mungkin dia sedikit takut untuk mengartikan setiap perlakuan mu pada nya" Yuichi meletak kan kaleng minuman yang sudah hampir habis di atas meja.


" Takut?" Devlin mengerut kan kening nya.


" Ya, mungkin dia takut kecewa jika dia berpikir seperti itu" Yuichi berkata dengan percaya diri.


" Cih, kamu ini berkata seperti itu seperti sangat mengerti tentang wanita saja" Devlin memutar bola mata nya malas.


" Ck, kau ini kalau tidak percaya ya sudah" Yuichi bangun dari duduk nya. " Lebih baik kamu utarakan perasaan mu pada nya, jangan sampai kamu menyesali semua nya. Pikirkan itu baik - baik" Yuichi mulai melangkah kan kaki nya.


" Bukan kah perkataan itu juga di tujukan untuk mu sendiri?" Devlin terkekeh saat mengatakan nya. " Sekarang kamu mau ke mana?" Ucap Devlin saat melihat Yuichi yang semakin menjauh dari nya.


" Aku mau pulang! Seperti nya aku merindukan mommy ku" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya, seraya tangan nya bergerak membuka pintu apartemen yang sudah berada di depan nya.


" Cih, dasar anak mommy" Devlin ikut terkekeh.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


" Kenapa kamu mengajak ku bertemu di sini?" Almyra menatap Fariz yang baru saja datang dengan tatapan menyelidik nya.


Kini Almyra dan Fariz sedang berada di sebuah kafe yang lumayan besar di mana mereka pernah bertemu beberapa hari yang lalu, sudah satu Minggu berlalu setelah pertemuan Yuichi dengan Azkha di mansion pada malam itu. Dan selama itu juga Yuichi belum juga berkata jujur walau beberapa kali mereka sempat bertemu dalam pertemuan bisnis yang mereka jalin, sehingga Fariz ingin meluap kan kekesalan nya pada sahabat baru nya Almyra.


" Aku sangat kesal dengan sahabat mu itu" Fariz mendengus kesal seraya menduduk kan diri nya di atas kursi yang juga yang ada di hadapan Almyra.


" Sahabatku,?" Almyra mengerut kan kening nya seraya menyeruput minuman yang ada di hadapan nya.


" Iya sahabat mu" Fariz mengangguk dengan wajah yang masih kesal. " Kak Yuichi mu itu" tambah Fariz setelah melihat wajah Almyra yang terlihat masih bingung.


" Ish, awas saja kalau dia berani. Aku akan menghabisi nya" wajah Fariz semakin kesal saja.


" Kalau bukan selingkuh, lalu apa?" Almyra bertanya dengan polos nya.


" Ck, apa kamu sudah lupa tentang kebohongan yang dia lakukan pada ku?" Fariz memutar bola mata nya malas. " Kamu tahu, rasa nya aku sudah mulai putus asa untuk membuat nya bisa jujur pada ku"


" Jadi kak Yuichi masih belum mengatakan yang sebenar nya?" Almyra memang sudah lama tidak bertemu dengan kak Yuichi nya itu, apa lagi beberapa hari ini Almyra berusaha menghindari Devlin. Itu berarti Almyra juga harus sedikit menghindari Yuichi karena Almyra takut akan bertemu dengan Devlin juga di tempat dia bertemu dengan Yuichi.


" Belum" Fariz menggeleng dengan wajah yang lesu.


" Ck, kak Yuichi keterlaluan sekali" Almyra berdecak sebal. " Apa aku perlu memarahi nya untuk mu" Almyra berkacak pinggang dengan wajah yang terlihat sangat kesal, bahkan saking kesal nya Almyra kini berdiri dari duduk nya dan berbicara dengan cukup keras sehingga membuat pengunjung lain yang juga sedang makan di sana melihat ke arah nya.


" Ish, duduk lah!" Fariz menarik tangan Almyra agar duduk kembali dengan tenang. " Kamu lihat, semua orang menatap kita" Fariz setengah berbisik pada Almyra.


" Maaf" Almyra menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Aku sangat kesal pada kak Yuichi" Almyra mendengus kesal seraya kembali duduk di atas kursi yang tadi dia duduki.


" Kamu saja kesal, bagai mana dengan ku" Fariz menunjuk kan wajah sendu nya.


Fariz dan Almyra pun mengobrol beberapa hal tentang ini dan itu di kafe sana, mereka juga memesan beberapa makanan dan minuman untuk menemani mereka. Entah sudah berapa lama mereka berada di sana, karena yang pasti mereka sudah menghabiskan waktu yang cukup lama.


" Aku tidak terima mendapatkan perlakuan seperti itu dari nya" di tengah percakapan yang terjadi antara Almyra dan Fariz, tiba - tiba seorang wanita duduk di meja yang ada di belakang Almyra bersama dengan dua orang pria yang tampang nya cukup menakutkan. " Asal kalian tahu, aku tidak suka yang namanya penolakan. Jadi kalian harus membantu ku untuk mendapat kan nya" tambah wanita itu membuat Almyra menolehkan sedikit wajah nya karena penasaran dengan suara wanita itu yang terdengar tidak asing di telinga Almyra.


" Nindy" gumam Almyra pelan dengan wajah yang terkejut saat melihat siapa wanita yang ada di belakang nya.


" Siapa?" Fariz mengerutkan kening nya saat melihat wajah Almyra yang terkejut setelah dia menoleh kan kepala nya ke belakang.


" Sssttt!" Bukan nya menjawab pertanyaan Fariz, Almyra justru menyuruh Fariz untuk diam. Dan Fariz pun menurut saja tanpa ada kata protes keluar dari bibir nya.


" Kalian lihat pria ini!" Nindy menunjuk kan sebuah kertas yang ternyata itu adalah selembar foto. " Nama nya Devlin" tambah Nindy lagi membuat jantung Almyra berdetak sangat kencang saat mendengar nama pria yang di cintai nya di sebut oleh wanita yang dia ketahui memiliki hubungan khusus dengan pria itu. Sedangkan Fariz juga sedikit terkejut saat mendengar kan wanita asing di dekat nya menyebut nama seorang pria yang dia kenal.


" Sabtu malam nanti akan ada pesta perayaan ulang tahun perusahaan ku di Balendra Hotel, dan pria ini pasti akan datang. Sekarang tugas kalian adalah memastikan pria itu meminum ini dan langsung membawa nya ke kamar yang sudah aku atur untuk rencana ini" Nindy menyerah kan sebuah bungkusan kecil yang entah apa itu isi nya, dan tak lupa Nindy juga memberikan sebuah amplop yang lumayan tebal pada dua pria itu.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏