
" Maaf" suara Fariz bergetar karena menahan Isak tangis yang ingin keluar dari bibir nya, sungguh Fariz sangat sedih karena melihat daddy nya marah seperti itu. Fariz berpikir apa kah kesalahan nya sangat fatal sehingga daddy nya bersikap seperti itu.
" Maaf daddy, ini bukan kesalahan Fariz. Jadi limpahkan semua kemarahan mu pada ku" Yuichi berkata dengan nada serius nya, Yuichi merasa sakit saat melihat wajah Fariz yang menahan tangis seperti itu. Begitu pun daddy Nanda yang sebenar nya juga merasa bersalah karena sudah bersikap seperti itu pada putri kesayangan nya, namun daddy Nanda juga ingin Fariz tahu bahwa p yang di telah di lakukan nya adalah sebuah kesalahan.
" Ya, kamu benar. Kamu lah yang salah di sini" sentak daddy Nanda pada Yuichi dengan kilatan penuh amarah di mata nya.
Buuughh
Lagi - lagi daddy Nanda melayangkan pukulan nya pada Yuichi dengan keras.
" Aaakh" Fariz berteriak karena lagi - lagi Fariz merasa kaget dengan apa yang di lakukan daddy nya pada Yuichi. Namun bukan nya berhenti, daddy Nanda malah terus melayangkan pukulan nya pada Yuichi dan Yuichi hanya diam saja dan tidak berniat untuk membalas Sam sekali. Yuichi sadar kalau diri nya memang membuat kesalahan dan diri nya juga pantas mendapatkan nya.
" Hentikan daddy, aku minta maaf. Tolong jangan lakukan ini pada Yui, aku akan melakukan apa pun yang daddy minta aku janji... Hiks.. hiks" Fariz berteriak histeris dengan air mata yang keluar deras dari mata nya. Bahkan Fariz sampai memberanikan diri memeluk daddy nya yang sedang menyerang Yuichi dengan membabi buta untuk menghentikan nya. " Aku mohon hentikan dad.. hiks.. hiks.." tubuh Fariz bergetar hebat di dalam dekapan daddy nya yang sudah mulai menghentikan pukulan nya pada Yuichi, sedangkan Yuichi kini terduduk di atas lantai dengan beberapa luka lebam dan sobek di sekitar wajah nya. Tidak ada lagi wajah tampan yang terlihat, yang ada hanya wajah yang babak belur.
" Baiklah, sekarang daddy minta jangan pernah lagi kamu menemui pria itu! Apa kamu akan mengabulkan nya?" Daddy Nanda berkata dengan nada dingin nya, masih ada kilatan amarah pada mata nya
Fariz dan Yuichi sama - sama terkejut dengan permintaan daddy Nanda barusan, sungguh itu merupakan permintaan yang sangat berat untuk di lakukan oleh mereka berdua.
" Tidak, aku tidak mau" Yuichi berkata dengan nada tinggi seraya berdiri dengan susah payah karena luka yang dia terima akibat pukulan dari daddy Nanda.
" Diam, aku tidak bertanya pada mu!" Sentak daddy Nanda seraya menunjuk wajah Yuichi yang ada di depan nya.
" Baik, aku akan melakukan nya. Yui, lebih baik kamu pergi sekarang!" Putus Fariz karena tidak ingin melihat dua orang yang di cintai nya terluka lebih dalam lagi. Jujur saja ini sangat sulit untuk Fariz, bagai mana tidak? Baru saja semalam diri nya dan Yuichi saling jujur dan terbuka dengan perasaan masing - masing. Namun apa yang kini terjadi? Fariz merutuki kebodohan nya sendiri karena sudah terhanyut dengan kebahagiaan sampai dia melupakan jika kini dia tidak tinggal sendirian lagi seperti dulu dan harus selalu memberi kabar pada mommy dan daddy nya. Bahkan bisa - bisa nya mereka ketiduran saat sedang asyik mengobrol di atas sofa sehingga membuat siapa pun yang melihat mereka menjadi salah faham, apa lagi daddy Nanda yang memang tidak begitu menyukai Yuichi. Fariz tentu saja tidak menyangka kalau daddy nya akan mendatangi nya ke hotel sepagi ini.
" Tidak sayang, aku tidak mau" Yuichi menggeleng pelan seraya menatap Fariz dengan tatapan tak rela nya. " Daddy aku mohon, jangan lakukan itu! Aku berjanji akan melakukan apa pun, tapi jangan pisah kan aku dengan Fariz" Yuichi beralih berbicara pada daddy Nanda saat melihat Fariz hanya diam saja. Yuichi tahu kalau Fariz tidak bisa berbuat apa - apa saat ini.
" Aku hanya ingin kamu pergi dan jauhi keluarga ku! Oh ya, berhenti memanggil ku daddy! Lagi pula siapa yang mengijinkan mu untuk memanggil ku seperti itu?" Daddy Nanda berkata dengan nada tak ingin di bantah.
" Cih, apa aku harus memanggil keamanan untuk mengusir mu?" Daddy Nanda semakin marah saat ini.
" Terserah apa yang akan anda lakukan, tapi yang pasti aku tidak akan pernah meninggal kan Fariz" Yuichi masih keukeuh dengan pendirian nya.
" Baiklah jika itu mau mu" daddy Nanda mengeluarkan ponsel nya dan langsung memanggil keamanan untuk mengusir Yuichi dari sana.
" Yui bisakah kamu pergi dari sini sekarang, aku mohon? " Fariz berkata dengan suara pelan saat daddy Nanda sedang melakukan panggilan pada ponsel nya.
" Aku tidak mau sayang, kamu tahu bahkan kita baru saja mengakui perasaan kita satu sama lain. Aku tidak mau berpisah lagi dari mu" Yuichi menolak dengan tegas.
" Aku tahu itu, tapi sekarang kamu harus pergi! Jangan membuat daddy marah lagi, aku tidak mau kamu sampai kenapa - napa" Fariz berkata dengan nada memohon nya, tangan nya perlahan menyentuh wajah Yuichi yang penuh dengan luka lebam dan luka sobek. Fariz meringis melihat keadaan pria tampan yang kini bahkan sudah tidak terlihat ketampanan nya lagi.
" Tapi, oh sial!" Yuichi mengacak rambut nya frustasi. Yuichi bingung harus melakukan apa saat ini, Yuichi sangat ingin bersama dengan Fariz, tapi Yuichi juga tahu kalau ini bukan waktu yang tepat untuk dia keras kepala seperti ini.
" Aku mohon pergilah! Nanti kita cari bersama jalan keluar nya" Fariz menggenggam tangan Yuichi dengan wajah memohon nya.
" Apa yang kamu lakukan, menjauh dari nya!" Daddy Nanda yang tidak suka melihat Fariz dan Yuichi berdekatan langsung menarik tangan Fariz dan menjauhkan nya dari Yuichi. " Sudah ku bilang, jangan mendekati Fariz lagi!" Tambah daddy Nanda dengan nada tinggi nya.
" Baiklah daddy aku kali ini akan pergi, tapi aku akan kembali lagi untuk Fariz" Yuichi berkata dengan wajah yang serius. " Fariz, jaga diri mu baik - baik dan tunggu aku kembali" setelah mengatakan itu, Yuichi pun langsung pergi dari kamar VVIP yang tadi dia tempati meninggal kan Fariz dan daddy Nanda di sana.
" Kalau begitu daddy juga pergi, ingat untuk tidak menemui nya lagi dan pulanglah ke mansion. Pak Diman akan mengantar mu pulang!" Pak Diman adalah salah satu sopir keluarga Balendra yang tadi mengantar daddy Nanda. Daddy Nanda memang tidak bisa pulang bersama dengan Fariz karena daddy Nanda masih ada urusan di hotel milik nya itu. Ya, walaupun daddy Nanda sudah berhenti bekerja, namun daddy Nanda terkadang datang untuk mengecek semua bisnis nya.
Flash back off
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰