My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 67



Duakkk


Suara pintu kamar yang di buka dengan sangat keras terdengar menggema di kamar yang di tempati Nindy saat ini membuat Nindy yang baru saja membuka resleting pakaian nya terlonjak kaget dengan wajah yang sangat panik.


" Kak Senior, bagai mana kalian bisa sampai di sini?" Nindy berteriak seraya memegangi gaun bagian atas nya, karena kalau dia lepaskan gaun itu pasti akan meluncur bebas dari tubuh nya. Nindy tentu saja kaget karena melihat kakak senior nya di kampus yang dia tahu juga sebagai saudara dari Devlin berada di sana dan bisa tahu rencana nya.


" Kak Devlin, apa yang kamu lakukan pada nya?" Tanpa menghirau kan ucapan Nindy, Almyra langsung berlari menghampiri Devlin yang terbaring di atas tempat tidur yang ada di samping Nindy.


" Ck, Devlin, Devlin kenapa kamu bisa selemah ini?" Yuichi berdecak dengan nada mengejek melihat ke arah Devlin. Yuichi tidak habis pikir bagai mana bisa kakak sepupu nya itu jatuh dalam perangkap wanita ular seperti Nindy. Sedangkan Fariz masih belum terlihat di sana.


" Siapa kau, berani nya kamu masuk ke sini?Menjauh dari Devlin ku! Nindy tak terima melihat seorang wanita mendekati Devlin, Nindy pun dengan menggunakan sebelah tangan nya menarik tubuh Almyra untuk menjauhi Devlin.


" Lepaskan aku!" Almyra mendorong tubuh Nindy dengan kuat sehingga tubuh Nindy jatuh tersungkur di atas lantai dengan punggung nya yang membentur keras dinding tembok. " Apa yang kamu lakukan pada kak Devlin hah?" Almyra mencengkram kuat pundak Nindy yang sudah terpojok antara dinding dan Almyra, tatapan mata Almyra tajam dengan amarah yang tercetak jelas di wajah nya.


" Le lepaskan aku" ucap Nindy dengan suara yang tercekat karena menahan sakit yang di rasakan ke dua pundak nya yang di cengkram oleh Almyra, apa lagi punggung nya terasa sakit dan sangat dingin karena tertekan pada dinding tembok di belakang nya. " Aku tidak akan mengatakan apa pun pada mu" Nindy berteriak di depan wajah Almyra membuat Almyra kehilangan kesabaran nya.


Plllaakkk


Sebuah tamparan keras mendarat dengan sempurna pada wajah Nindy. " Kalau sampai terjadi sesuatu pada kak Devlin, aku tidak akan melepaskan mu" tambah Almyra seraya menghempaskan tubuh Nindy dengan sangat keras sehingga membuat Nindy meringis kesakitan.


" Brengsek, Doni, Boim!" Nindy berteriak kesal seraya memegangi wajah nya yang terasa perih akibat tamparan dari Almyra barusan.


" Jangan berteriak! Apa kamu memanggil mereka?" Fariz tiba - tiba masuk dengan dua orang satpam yang membekuk dua pria yang merupakan anak buah dari Nindy sendiri. Keadaan mereka berdua sudah babak belur dengan wajah yang penuh luka.


" Ap apa yang terjadi?" Mata Nindy membulat sempurna dengan tubuh yang tiba - tiba melemas dengan tubuh yang bergetar ketakutan saat melihat dua pria berbadan besar yang di sewa nya sudah tidak berdaya, apa lagi ada petugas keamanan yang juga ikut masuk ke dalam sana.


Flash back on


" Jadi maksud kalian, Devlin di culik oleh wanita yang tergila - gila pada nya begitu?" Yuichi tampak berpikir setelah tadi dia mendengar penjelasan dari Almyra dan Fariz, saat ini mereka sedang berada di dalam lift yang menuju ke lantai 23 di mana ke sana lah Nindy membawa Devlin yang tak sadar kan diri.


" Ya, kak Yui benar" Almyra mengangguk mantap.


" Bisakah kamu melepaskan kaca mata dan tompel itu dari wajah mu? Aku merasa terganggu melihat nya" Yuichi berkata dengan nada mengejek nya.


" Ya Almyra, aku rasa kamu sudah bisa membuka nya" tambah Fariz setuju. " Lagi pula setiap aku melihatmu, rasa nya aku ingin tertawa" Fariz terkekeh saat mengatakan nya.


" Melamar?" Fariz menatap Fariz dengan tatapan tajam dan penuh arti.


" Emm... Itu dulu, sebelum aku mengenal mu sayang" Yuichi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Lagi pula saat itu aku hanya dekat dengan Almy saja dan tidak pernah dekat dengan gadis mana pun, jadi aku pikir tidak ada gadis yang lebih baik dari Almy. Tapi sekarang ada kamu sayang" Yuichii menjelaskan panjang lebar.


" Ya, kak Yui benar! Itu sudah sangat lama sekali, lebih tepat nya sebelum kak Yui pergi ke Bandung dan mengalami kecelakaan itu" Almyra mengangguk angguk kan kepala nya.


" Benar kah? Fariz mengangkat alis nya sebelah. " Apa saat itu kamu pergi ke Bandung karena patah hati?"


" Ha ha... Bisa di bilang seperti itu, saat itu aku menolak kak Yui karena aku menyukai pria lain" Almyra tertawa dengan santai nya tanpa menghirau kan tatapan tajam dari pria yang berada di samping nya.


" Bisa kah kamu diam dan tidak memperburuk keadaan di sini?" Yuichi mendengus kesal seraya mengacak rambut nya frustasi.


"Kenapa Almyra harus diam? Cih seperti nya aku baru tahu kalau aku hanya ternyata kamu jadi kan pelampiasan rasa sakit hati mu saja" Fariz menatap Yuichi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Bukan begitu sayang, aku___" baru saja Yuichi akan berbicara, pintu lift terbuka dan mereka pun sampai di lantai yang mereka tuju.


Ting


Pintu lift pun terbuka setelah mereka sampai di lantai tujuan mereka.


" Kita sudah sampai ternyata" Fariz langsung keluar tanpa menghirau kan Yuichi yang masih ingin berbicara pada nya.


" Ah ya" Almyra pun mengikuti langkah Fariz.


" Sayang tunggu aku!" Yuichi pun langsung mengikuti dua gadis yang sudah keluar terlebih dahulu dengan perasaan kesal nya. " Sayang, dengarkan dulu penjelasan ku" Yuichi menyusul Fariz.


" Kita akan bahas nanti oke, bukan kah ada yang lebih penting?" Jawab Fariz dengan wajah yang serius dengan nada tak ingin di bantah nya.


" Emm baik lah, kamu benar sayang" Yuichi mengerti maksud dari gadis itu, karena memang ada hal yang sangat penting yang harus mereka lakukan saat ini yaitu menyelamat kan Devlin yang saat itu nasib nya tidak mereka ketahui sama sekali. Mereka tak tahu hal nekad apa yang bisa di lakukan oleh Nindy si wanita ular pada sepupu nya itu.


Jangan lupa like, vote dan komen Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏