
" Aku juga berpikir begitu" Fariz mengangguk dan ikut terkekeh, namun sepersekian detik kemudian Fariz menghentikan kekehan nya dengan mata yang membulat sempurna. " Tunggu - tunggu, tadi kamu bilang apa? Yui sudah sembuh dari amnesia nya, apa dia sudah mengingat semua nya? Sejak kapan?" Fariz baru menyadari sesuatu dari apa yang di katakan Almyra barusan, dan langsung memberikan pertanyaan tanpa jeda pada gadis yang ada di hadapan nya itu.
" Sejak kapan? Jangan bilang kalau kamu tidak tahu tentang ini" Almyra merubah kekehan nya jadi tawa kikuk. " Ish, seperti nya aku salah bicara" gumam Almyra pelan sambil memalingkan wajah nya dari Fariz. " Mulut nakal" Almyra memukul pelan bibir nya sendiri.
" Almyra, jawab aku! Sejak kapan Yui mengingat semua nya?" Fariz memegang tangan Almyra dan menggoyangkan nya dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.
" I itu" Almyra menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Haish bagai mana ini, aku harus menjawab apa?" Batin Almyra menjerit. Almyra bingung harus menjawab apa karena seperti nya Fariz belum tahu sama sekali tentang amnesia Yuichi yang sudah sembuh.
" Itu apa, cepat katakan! Jangan membuatku penasaran" Fariz semakin tidak sabar ingin mendengar jawaban dari Almyra.
" Huuufth" Almyra menarik nafas panjang. " Baiklah akan aku jawab" Almyra menjeda ucapan nya. " Tapi kamu berjanji jangan membawa diriku dalam masalah kalian oke" Almyra tentu saja takut kalau Yuichi akan menyalah kan diri nya karena ini.
" Aku berjanji, cepat katakan!" Fariz semakin penasaran saja.
" Baiklah, sebenar nya kak Yuichi sudah sembuh dari amnesia nya setelah beberapa hari pulang dari Bandung" ucap Almyra dengan ragu.
" Apa? Jadi Yuichi sudah sembuh sejak lama?" Fariz terlihat tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
" Ya" Almyra menggangguk. " Tapi apa kamu yakin kalau kak Yuichi tidak mengatakan apa pun pada mu" Almyra menatap Fariz dengan tatapan menyelidik nya.
" Aku sangat yakin, asal kau tahu kami bertemu kemarin dan dia masih memanggil ku sebagai istri nya. Dasar menyebal kan!" Fariz menggerutu kesal.
" Benarkah? Haish, kenapa kak Yuichi melakukan hal itu ya?" Almyra menggaruk kepala nya yang tidak gatal. " Cih, seperti nya kak Yuichi sangat takut kehilangan mu" tambah Almyra lagi dengan nada mengejek nya.
" Aku tidak tahu soal itu, tapi yang pasti aku sangat kesal karena di bohongi. Lihat saja nanti, aku akan memberinya pelajaran" ucap Fariz berapi - api.
" Kamu boleh melakukan apapun pada nya, tapi kamu jangan meninggalkan dia ya! Kamu tahu di melakukan itu pasti karena takut kehilangan mu" Almyra memegang tangan Faris dengan wajah memohon nya.
" Apa benar seperti itu?" Fariz mengangkat alis nya sebelah.
" Tentu saja" Almyra mengangguk mantap. " Kamu tidak tahu kan bagaimana kacau nya kak Yuichi saat kami tidak menemukan mu di Bandung, dia sampai memarahi mommy nya dan bahkan sampai kena tampar oleh daddy nya" Almyra mengingat kejadian hari di mana suasana saat itu sangat kacau karena mereka tidak bisa menemukan Fariz di apartemen milik nya di Bandung.
" Benarkah? Apa sekacau itu?" Jujur saja Fariz merasa senang mendengar bahwa diri nya begitu berarti bagi pria tampan yang diam - diam dia cintai itu.
" Tentu saja benar" Almyra manggangguk. "Tapi aku penasaran, bagai mana perasaan mu pada nya? Apa kamu juga mencintai nya?" Almyra menaik turunkan alis nya lucu.
" Ish, kenapa kamu bertanya seperti itu?" Fariz yang tadi nya kesal, kini tersipu dengan wajah yang memerah karena malu.
" Ya sudah tidak usah kamu jawab! Seperti nya aku juga sudah tahu jawaban nya" Almyra kini berbicara dengan nada menggoda nya.
" Cih, pura - pura tidak mengerti" Almyra memutar bola mata nya malas. " Dari sikap mu saja, aku sudah tahu kalau kamu juga mencintai nya" tambah Almyra lagi dengan kikikan di akhir kalimat nya.
Obrolan ke dua gadis itu pun berlanjut selama beberapa jam ke depan, bahkan Almyra sampai melupakan masalah yang sedang dia hadapi selama dia mengobrol dengan Fariz. Sampai akhir nya Fariz harus kembali lagi ke perusahaan karena dia masih memiliki pekerjaan, apa lagi Yuichi mengatakan akan datang ke perusahaan nya sore ini. Sedangkan Almyra memutuskan untuk langsung pulang ke rumah nya dan tidak kembali ke perusahaan.
Sore hari nya
Tok
Tok
Tok
Pintu ruang kerja Fariz di ketuk dari luar.
" Masuk!" Ucap Fariz mempersilah kan.
Ceklek
" Selamat sore istri ku" Yuichi langsung masuk dan menghampiri Fariz yang sedang duduk di kursi kebesaran nya, Fariz baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.
" Selamat sore" Fariz tersenyum semanis mungkin." Cih, lihat dia! Begitu pandai memerankan peran nya sebagai suami" batin Fariz mendengus kesal .
" Istri ku, apa kamu sudah selesai dengan pekerjaan mu?" Yuichi mendekati Fariz. " Jangan terlalu capek, aku takut kamu sakit nanti nya"
" Aku sudah selesai kok, dan aku juga tidak terlalu capek" Fariz masih menunjuk kan senyum manis nya. " Ish, aku bahkan tidak bisa membedakan mana yang akting mana yang sungguhan. Sungguh menyebalkan," tambah Fariz dalam batin nya.
" Kalau begitu mari kita pulang sekarang! Bukan kah kita akan menemui mommy dan daddy mertua hari ini?" Yuichi memegang pundak Fariz.
" Tentu saja, aku juga sudah tidak sabar ingin segera mempertemukan kalian" Fariz tersenyum penuh arti seraya tangan nya terulur memegang tangan Yuichi yang ada di pundak nya. " Ayo, kita pergi sekarang!" Fariz pun berdiri dari duduk nya.
" Emm" Yuichi mengangguk dengan senyum di bibir nya. " Kenapa melihat senyum Fariz yang seperti itu membuat perasaan ku tidak enak ya?" Batin Yuichi saat melihat senyum penuh arti dari wajah gadis yang di cintai nya.
Akhir nya sore itu Fariz dan Yuichi pergi bersama ke mansion keluarga Balendra untuk menemui keluarga Fariz, sebenar nya Fariz sudah menyiapkan kejutan untuk suami pura - pura nya itu. Jujur saja Fariz masih merasa kesal saat mengingat pria itu sudah membohongi nya walau pun alasan di balik nya bisa dia terima.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏