My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 41



Siang hari nya tepat pukul dua siang, Fariz terlihat berjalan dengan begitu elegan menyusuri koridor perkantoran milik nya menuju ke ruang rapat yang biasa mereka gunakan di gedung itu. Fariz tampak berjalan di ikuti oleh Herdy dan juga dua orang lain nya yang berada di belakang mereka dengan membawa beberapa berkas di tangan mereka.


" Apa mereka semua sudah hadir di sana?" Ucap Fariz tanpa menoleh kan pandangan nya.


" Ya nona, mereka sudah menunggu anda sedari tadi" jawab Herdy dengan singkat.


" Bagus" Fariz dan yang lain nya pun melanjut kan langkah mereka menuju ruang rapat di mana di sana semua orang sedang menunggu diri nya.


Sementara di ruang rapat, terlihat beberapa orang dari lima perusahaan yang akan mengajukan kontrak kerja sama dengan Balendra Corp sedang duduk di kursi mereka masing - masing yang sudah di sediakan di sana.


" Kenapa mereka belum datang juga? Apa mereka menyepelekan kedatangan kita?" Ucap Yuichi setengah berbisik pada Arfan asisten nya.


Ya perusahaan Yuichi akan mengajukan kerja sama dengan Balendra Corp yang merupakan perusahaan terbesar di Indonesia bahkan di Asia, ini adalah kali pertama nya perusahaan milik nya mengajukan kerja sama dengan perusahaannya itu karena biasanya perusahan milik Yuichi itu hanya bekerja sama dengan beberapa perusahaan cabang nya saja. Namun kali ini Yuichi ingin mencoba untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan utama nya, karena Yuichi bertekad untuk menjadikan Alfano Corp menjadi lebih besar lagi dengan kerja sama ini.


" Saya tidak tahu bos, mungkin mereka terlalu sibuk. Jadi mereka tidak bisa datang tepat waktu" jawab Arfan dengan hati - hati.


" Ck, orang berkuasa memang selalu seenak nya" Yuichi mendengus kesal.


" Ish, dia bicara tidak sadar diri" batin Arfan sambil memutar bola mata nya malas.


Arfan memang terkadang selalu merasa kesal dengan tingkah Yuichi yang terkadang suka seenak nya sendiri, namun di balik itu semua Yuichi merupakan atasan yang baik dan pengertian.


Ceklek


Tak lama pintu pun terbuka dari luar dan tampak lah Herdy yang masuk lebih dulu ke dalam ruangan, semua mata tertuju pada pintu yang terbuka itu kecuali Yuichi yang sudah merasa kesal karena di buat menunggu lama di sana.


" Maaf karena telah menunggu lama" ucap Herdy seraya masuk di ikuti oleh Fariz dan dua orang lain nya ke dalam menuju ke kursi kosong yang memang di khususkan untuk mereka duduki.


Fariz duduk di kursi yang ada tepat di hadapan kursi yang di duduki oleh Yuichi.


Deg


Jantung ke dua nya seakan berhenti saat itu juga saat mereka saling melihat satu sama lain, mata ke dua nya terlihat membulat dengan wajah yang seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini di hadapan mereka masing - masing.


" Fariz" batin Yuichi menatap Fariz dengan tatapan penuh kerinduan.


" Apa dia masih mengingat ku? Apa yang harus aku katakan pada nya sekarang?" Batin Yuichi menjadi bingung sendiri setelah gadis yang selama ini dia cari kini berada tepat di hadapan nya.


Ke dua mata itu masih saling tatap satu sama lain dalam waktu beberapa menit tanpa menghirau kan semua yang ada di sekitar mereka saat ini.


" Nona, apa kita bisa mulai pertemuan nya?" Herdy menepuk pundak Fariz yang terlihat sedang terbengong sehingga membuat Fariz yang hanya diam langsung terkesiap dengan hal itu.


" Ya" jawab Fariz dengan wajah yang kaget dan terlihat canggung. " Baiklah, karena semua sudah berkumpul. Kita mulai saja pertemuan hari ini" Fariz pun membuka acara rapat siang itu setelah dia memperkenal kan diri nya terlebih dahulu pada beberapa orang yang ada di sana.


Pertemuan siang itu berjalan sangat lancar dan berakhir dengan terpilih nya dua perusahaan yang akan menjalin kerja sama dengan Balendra Corp, dan salah satu nya adalah perusahaan milik Yuichi yaitu Alfano Corp. Yuichi sangat senang dengan hal itu, sebenar nya bukan kerja sama nya yang membuat dia sangat senang. Melainkan karena pertemuan nya kembali dengan gadis yang sudah mengubah kehidupan nya.


Bahkan selama pertemuan berlangsung Yuichi tidak fokus dengan apa yang mereka bicarakan, karena fokus Yuichi saat ini tertuju pada gadis cantik yang sedang berbicara di hadapan nya. Benar kata orang - orang kalau cinta bisa membuat seseorang yang pintar menjadi bodoh, seperti Yuichi saat ini yang terlihat begitu mengagumi kecantikan yang di miliki oleh gadis yang ada di hadapan nya saat ini.


Untung saja ada Arfan yang selalu bisa mengatasi semua masalah yang ada, Arfan dengan begitu cekatan mempromosikan isi proposal yang di bawa oleh perusahaan mereka saat atasan nya hanya diam seperti orang bodoh saja. Bahkan Arfan tidak tahu apa penyebab atasan nya itu bisa bersikap seperti itu.


Akhir nya pertemuan pun berakhir dan semua orang sudah mulai pergi meninggal kan ruang pertemuan yang ada di sana, kecuali Fariz yang masih terlihat membereskan dan memeriksa proposal yang ada di hadapan nya. Dan tentu saja Yuichi juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk berbicara dengan istri pura - pura nya itu


" Aku sama sekali tidak menyangka kalau istri ku ternyata pemilik perusahaan yang sangat besar" Yuichi tersenyum menggoda dengan tatapan mata yang memancarkan sebuah kerinduan yang begitu besar.


Mendengar ucapan Yuichi barusan membuat Fariz mendongak kan kepala nya menatap pria yang sudah beberapa lama ini tidak dia temui.


" Istri?" Fariz mengangkat alis nya sebelah, Fariz berpikir apakah mungkin pria yang ada di hadapan nya itu masih belum mengingat semua nya dan masih menganggap diri nya sebagai istri.


" Ya, istri ku" Yuichi mengedip kan mata nya sebelah dengan senyum menggoda nya membuat wajah Fariz memerah dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang saat dia mendengar panggilan yang sudah beberapa lama ini tidak dia dengar dari bibir pria tampan itu.


" Si siapa yang kamu sebut sebagai istri tuan?" Fariz menatap Yuichi dengan tatapan yang sulit di artikan seraya menahan gejolak yang ada dalam hati nya. " Apa dia masih belum mengingat semua nya?" Batin Fariz


Hai semua nya, insya Allah lanjutan dari novel My Pretten Wife akan di up lagi mulai hari ini setelah autor Hiatus terlalu lama. Setelah berpulang nya bapak, mamah ikut ngedrop dan sempat koma selama hampir tiga Minggu sampai akhir nya sebelas hari yang lalu mamah ikut berpulang menyusul almarhum bapak.


Mohon doa nya semoga segala dosa mamah di hapuskan dan segala amal ibadah nya di terima oleh Allah SWT, aamiin...🙏🙏🤲🤲


Seperti biasa jangan lupa dukungan nya, terima kasih🙏🥰