
Derrrt.. derrrt..
Ponsel yang ada dalam kantong celana Yuichi berdering sejak tadi, waktu sudah menunjuk kan pukul satu siang dan Yuichi masih belum meninggal kan mansion keluarga Balendra. Yuichi masih berdiri di dekat gerbang mansion itu menunggu Fariz yang mungkin akan keluar dari sana kapan pun. Ya, sudah satu Minggu berlalu dan Yuichi tidak pernah berhenti mendatangi mansion keluarga Balendra untuk bisa menemui Fariz di sana. Bahkan Yuichi sampai menelantarkan perusahan nya untuk ini, sudah satu Minggu ini Arfan lah yang mengerjakan semua pekerjaan di Alfano Corp.
Walau pun Yuichi masih belum bisa bertemu dengan Fariz dan sering kali mendapatkan makian dari Daddy Nanda dan Aydan, Yuichi tidak mau menyerah untuk cinta nya pada Fariz.
" Ada apa?" Ucap Yuichi saat menerima panggilan pada ponsel nya yang ternyata itu adalah panggilan dari Arfan.
".....……" Terdengar jawaban dari sebrang sana.
" Baiklah, aku akan segera ke sana" ucap Yuichi dengan wajah yang serius. " **** !" Umpat Yuichi kesal dan langsung berlari menuju ke arah mobil nya.
Tak menunggu lama Yuichi pun langsung melesatkan mobil nya menuju perusahaan nya karena Arfan mengatakan ada masalah yang terjadi di sana.
" Apa yang terjadi, bagiamana bisa proyek - proyek kita di batalkan?" Yuichi langsung duduk di atas kursi kebesaran nya setelah dia memasuki ruang kerja nya.
" Aku tidak tahu bos, yang pasti ini ada hubungan nya dengan di batalkan nya proyek kerja sama kita oleh Balendra Corp" jawab Arfan yang sudah menunggu kedatangan Yuichi sejak tadi di sana.
" Apa kamu bilang, kapan Balendra Corp membatalkan proyek kerja sama kita?" Yuichi merasa terkejut dengan apa yang di sampai kan oleh asisten nya barusan karena Yuichi sama sekali tidak tahu tentang hal itu.
" Itu terjadi dua hari yang lalu, maaf aku tidak mengatakan nya pada mu" Arfan menundukan wajah nya dengan wajah yang terlihat menyesal. Arfan tidak mengatakan itu pada Yuichi karena takut akan memperkeruh keadaan, dan Arfan pikir diri nya akan bisa menyelesaikan masalah itu sendiri dan tidak akan bertambah buruk . Namun ternyata itu salah, proyek yang di batalkan sepihak itu ternyata berdampak buruk untuk proyek - proyek mereka yang lain nya.
" Sudahlah, lebih baik kamu bantu aku untuk menyelesaikan masalah ini segera!" Yuichi tidak mungkin menyalahkan semua nya pada Arfan karena bagai mana pun diri nya juga salah karena sudah melalaikan tugas nya sebagai CEO di perusahaan nya sendiri.
" Baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Arfan dengan wajah yang bingung.
" Aku tidak tahu, kita tidak mungkin membujuk kak Aydan untuk meneruskan kembali kerja sama kita" Yuichi tampak berpikir. " Aku tidak menyangka kalau daddy Nanda dan kak Aydan akan mencampur adukan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan" Yuichi memijat kening nya yang terasa berdenyut.
" Seperti nya apa yang anda lakukan sangat fatal untuk mereka" ucap Arfan tanpa berpikir panjang.
" Cih, aku juga tidak menyangka akan berakhir seperti ini" Yuichi mendengus kesal. Ya tadi nya Yuichi hanya ingin mengikat Fariz bersama nya walau dengan sebuah kebohongan, namun siapa sangka kalau seluruh keluarga Fariz malah balik memusuhi nya dan tidak mengizinkan diri nya bertemu lagi dengan wanita yang di cintai nya.
" Maaf tuan, anda tidak boleh masuk! Anda tahu itu bukan ?" Pak Dadang menghela nafas nya kasar. Rasa nya pak Dadang sudah lelah menghadapi Yuichi yang selalu bolak balik ke sana, atau terkadang Yuichi juga malah diam di sana seharian.
" Aku tahu pak, tapi kali ini tolong katakan pada daddy. Aku ingin bicara dengan nya dan juga Fariz, aku hanya ingin menanyakan satu hal pada Fariz dan setelah itu aku berjanji tidak akan mengganggu mereka lagi" ucap Yuichi dengan penuh permohonan.
Selama satu Minggu ini Yuichi masih tidak bisa menghubungi Fariz, semua chat yang di kirim oleh nya tidak pernah Fariz balas dan panggilan Yuichi juga tidak pernah di angkat oleh Fariz. Bahkan panggilan dari Almyra pun tidak pernah diangkat nya sejak saat itu. Yuichi hanya ingin memastikan tentang perasaan Fariz pada nya karena jujur saja, ini sangat menyiksa bagi diri nya.
" Baiklah, saya akan mencoba menghubungi tuan besar. Jika beliau mengizinkan anda masuk ,saya tidak akan menghalangi anda lagi. Tapi jika sebalik nya, tolong tinggal kan tempat ini segera" pak Dadang langsung masuk ke dalam pos nya untuk menghubungi daddy Nanda untuk menyampaikan apa yang Yuichi barusan katakan pada nya.
" Tuan, silahkan masuk! Tuan besar menunggu anda di dalam" pak Dadang membuka pintu gerbang agar Yuichi bisa masuk ke dalam nya setelah beberapa menit pak Dadang menghubungi daddy Nanda. Tak menunggu lama Yuichi pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan langsung mengendarai nya masuk ke dalam pintu gerbang mansion. Yuichi tidak mungkin hanya berjalan saja, karena jarak dari gerbang ke gedung mansion cukup jauh dan akan membutuhkan waktu yang lama jika berjalan kaki.
Tak lama mobil Yuichi sudah terparkir di depan pintu utama mansion, dan di sana ternyata sudah berdiri daddy Nanda bersama dengan mommy Fika.
Yuichi pun langsung turun dari dalam mobil nya dan menghampiri orang tua dari gadis yang di cintai nya itu.
" Selamat sore!" Ucap Yuichi menyapa dua orang yang ada di hadapan nya.
" Selamat sore" itu suara mommy Fika yang menjawab sapaan dari Yuichi, sedangkan daddy Nanda hanya menunjuk kan wajah dingin nya.
" Tidak perlu basa - basi, cepat katakan apa yang ingin kamu katakan! Dan setelah itu kamu pergi dari sini!" Daddy Nanda menatap tajam pada Yuichi. " Apa kedatangan mu kemari karena tak terima aku membatalkan kerja sama dengan perusahaan mu? " Ucap daddy Nanda meremehkan, sedangkan mommy Fika hanya diam saja karena dia juga sudah tahu perbuatan suami nya itu dan mommy Fika tidak bisa berbuat apa - apa dengan keputusan dari suami nya itu walaupun diri nya keberatan.
" Walau pun aku tak terima, apa anda akan mencabut kembali keputusan anda? Aku kira itu tidak mungkin" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya. " Lagi pula aku tidak menyangka bahwa seorang tuan Nanda Aditama Balendra akan mencampur adukan masalah pekerjaan dan masalah pribadi" Yuichi berkata dengan nada mengejek nya.
" Cih, itu adalah urusan ku. Aku bebas melakukan apa pun dengan perusahaan milik ku" daddy Nanda mendengus kesal.
Akan kah daddy Nanda menerima kembali hubungan Yuichi dan putri nya?
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰