
" Apa yang sudah terjadi pada mu?" Mommy Yemi membukatkan ke dua bola mata nya dengan wajah yang terlihat panik saat melihat putra kesayangan nya datang dengan keadaan kacau balau, apa lagi wajah tampan milik putra nya itu kini berubah jadi wajah yang terlihat mengenaskan. Luka lebam dan luka robek tampak memenuhi wajah Yuichi saat ini. Tak hanya itu saja, pakaian rapi yang dia pakai semalam kini terlihat kusut dan juga lusuh.
" Aku tidak apa - apa mom" hanya itu yang di katakan Yuichi sebelum dia masuk ke dalam kamar nya di ikuti oleh mommy nya
" Tidak apa - apa bagai mana maksud mu hah? Katakan siapa yang melakukan ini pada mu, mommy akan membuat perhitungan dengan nya" mommy Yemi berbicara dengan amarah yang menggebu - gebu. " Sebenar nya apa yang terjadi pada mu, bukan kah semalam kamu pergi untuk menghadiri pesta bersama dengan Devlin? Kenapa kamu pulang dalam keadaan seperti ini?" Mommy Yemi masih saja mengoceh namun tubuh nya sambil bergerak mengambil kotak p3k yang biasa dia simpan di salah satu laci nakas yang ada di sana. " Lalu di mana Devlin, apa dia baik - baik saja?" mommy Yemi teringat akan keponakan nya tang semalam jelas - jelas pergi dengan putra nya itu.
" Cerita nya sangat panjang, nanti akan aku ceritakan. Kalau Devlin dia sekarang baik - baik saja, sangat baik malahan" Yuichi mendengus kesal, tentu saja Devlin sekarang sangat baik dia sekarang sedang bersama dengan wanita yang di cintai nya, tidak seperti diri nya yang malah di pisahkan dengan wanita yang di cintai nya. " Tapi bisakah kali ini mommy membiarkan ku beristirahat saja? Aku sangat lelah" ucap Yuichi dengan nada malas nya.
" Baiklah, tapi setelah mommy mengobati ini dulu" mommy Yemi hanya bisa menghela nafas nya panjang melihat putra nya saat ini, mommy Yemi tahu kalau masalah yang sedang di hadapi putra nya itu cukup serius sampai membuat putra nya itu sedih seperti itu.
" Baik lah, terima kasih" Yuichi tersenyum tipis.
Yuichi dan mommy Yemi pun duduk di sisi tempat tidur dan mommy Yemi pun mulai mengobati luka pada wajah Yuichi dengan telaten, sesekali mommy Yemi meringis saat tangan nya membersihkan dan mengoleskan obat luka pada wajah putra nya itu sedangkan Yuichi seakan tidak merasakan atau peduli dengan luka nya saat ini.
" Sudah selesai" mommy Yemi membereskan peralatan obat yang baru saja dia gunakan ke dalam kotak kembali setelah dia menyelesai kan pekerjaan nya.
" Terima kasih" Yuichi membaringkan tubuh nya dengan kepala nya yang dia sandar kan pada kaki mommy nya. " Bisakah aku seperti ini sebentar? Aku sangat lelah" Yuichi seperti nya berubah pikiran, mungkin di saat seperti ini Yuichi bisa bermanja pada mommy nya untuk mengurangi rasa sedih nya.
" Tentu saja, istirahatlah!" Mommy Yemi mengusap kepala Yuichi dengan begitu lembut. " Sebenar nya apa yang sudah terjadi pada mu, apa sesulit itu?" Batin mommy Yemi menatap nanar pada putra nya yang kini terbaring di depan nya.
Hening, beberapa saat dalam kamar Yuichi hanya terdengar suara detak jam dinding yang ada di sana. Yuichi masih saja terdiam dengan sejuta pikiran yang ada dalam kepala nya, begitu pun mommy Yemi yang masih menerka dan menebak apa yang sudah menimpa putra semata wayang nya itu.
" Mom, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau berpisah dengan Fariz" ucap Yuichi memecah keheningan yang ada. Yuichi memutuskan untuk menceritakan masalah nya pada mommy nya itu.
" Apa yang terjadi padamu ada hubungan nya dengan Fariz?" Mommy Yemi menghentikan gerakan tangan nya yang mengusap lembut kepala putra nya.
" Sekarang ceritakan pada mommy apa yang sudah terjadi, dengan begitu mungkin mommy bisa membantu memikirkan jalan keluar nya!" Mommy Yemi berkata dengan wajah yang serius.
Yuichi pun mulai menceritakan kejadian tadi malam sampai kejadian yang terjadi di pagi ini, Yuichi juga menceritakan bagaimana kebohongan nya tentang penyakit amnesia nya sudah diketahui oleh kelurga Fariz. Yuichi juga menceritakan tentang kemarahan daddy Nanda pada nya dan melarang dirinya untuk berhubungan lagi dengan putri nya Fariz.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Mommy Yemi menatap putra nya dengan tatapan serius nya, mommy Yemi tidak bisa menyalahkan daddy Nanda sepenuh nya karena disini putra nya juga salah karena sudah memulai hubungan mereka dengan sebuah kebohongan, tapi mommy Yemi juga tidak membenarkan perbuatan tuan Nanda yang seenak nya membuat putra nya babak belur seperti ini. Namun mommy Yemi juga tidak mau ikut campur karena takut malah akan memperkeruh keadaan dan memutuskan untuk menyerahkan semua nya pada putra nya itu sehingga mommy Yemi tidak berkomentar apa pun setelah mendengar cerita dari putra nya barusan.
" Aku belum tahu" Yuichi menggeleng lemah. " Tapi yang pasti aku tidak mau kalau harus di pisahkan dengan Fariz" tambah Yuichi lagi dengan wajah yang serius.
" Apa yang kamu tanam, itu juga yang akan kamu tuai. Jadi sekarang terima lah akibat dari apa yang sudah kamu lakukan, bukan kah mommy sudah mengingat kan mu?" Mommy Yemi memegang tangan Yuichi. " Kalau kamu memang mencintai Fariz, perjuangkan lah cinta mu itu. Mommy dan daddy akan selalu mendukung mu dan mendoakan mu" mommy Yemi mengusap pundak Yuichi dengan lembut.
" Tentu saja mommy, aku akan memperjuangkan cintaku" Yuichi mengangguk mantap. " Aku tidak akan menyerah hanya karena masalah kecil seperti ini" tambah Yuichi lagi dengan penuh percaya diri.
" Itu baru anak mommy" mommy Yemi tersenyum seraya menepuk pundak Yuichi dengan lumayan keras.
" Aw" Yuichi mengaduh kesakitan. " Apa mommy lupa kalau anak mommy ini sedang sakit huh?" Yuichi mendengus kesal.
" Maafkan mommy, mommy lupa" mommy Yemi hanya nyengir kuda menampilkan deretan gigi nya yang putih.
Yuichi hanya bisa menggelengkan kepala nya sambil menghela nafas nya kasar melihat kelakuan mommy nya yang sama sekali tidak pernah berubah, selalu saja ceroboh dan grasak grusuk seperti bukan orang tua saja.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰