My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 27



" Tentu saja, aku juga berharap seperti itu" Almy mengangguk setuju dengan ucapan Devlin. " Kakak tahu, aku merasa bersalah atas apa yang di alami kak Yuichi saat ini. Kalau saja malam itu aku tidak menolak perjodohan yang di rencanakan oleh Tante Yemi, mungkin ini semua tidak akan terjadi" wajah Almy berubah menjadi sendu.


" Ini sudah takdir dari Tuhan, jadi jangan salah kan diri mu sendiri. Lagi pula jika kamu saat itu menerima perjodohan dengan membohongi perasaan mu sendiri dan Yuichi, apa kamu yakin kalian akan bahagia?" Devlin menatap Almy dengan tatapan menyelidik.


" Aku rasa tidak" Almy menggeleng kan kepala nya pelan.


" Jadi berhenti menyalah kan diri mu sendiri, karena itu tidak akan ada guna nya. Lebih baik kita berdo'a untuk keselamatan Yuichi saat ini dari pada memikir kan hal yang tidak perlu" ucap Devlin tegas.


" Ya, kak Devlin benar" Almy kembali mengangguk kan kepala nya. " Tidak salah aku jatuh cinta pada mu kak, kamu sangat baik dan bijaksana" batin Almy seraya menatap Devlin dengan tatapan penuh kagum. " I Love You" ucap Almy dengan gerakan bibir tanpa suara sebelum dia kembali mengerjakan pekerjaan nya kembali.


Almyra dan Devlin mengerjakan pekerjaan itu sampai selesai, tidak ada kata jenuh atau pun lelah yang di rasakan Almy saat mengerjakan nya. Karena bagi nya ini adalah saat - saat yang paling membahagiakan dalam hidup nya. Bisa berduaan dengan pria yang sangat di cintai nya dalam jarak yang sangat dekat seperti ini tentu saja membuat Almy bahagia dan berdebar - debar, apa lagi saat Devlin beberapa kali memberitahu dan mengajari Almy saat ada beberapa hal yang salah dalam pekerjaan nya dengan jarak yang begitu dekat hampir tidak ada jarak. Percayalah, Almy saat ini rasa nya tidak ingin waktu berputar dan pekerjaan mereka selesai dengan cepat. Bahkan Almy sejenak melupakan tujuan nya yang sebenar nya untuk membantu pekerjaan Devlin saat ini yaitu agar mereka bisa cepat pergi ke Bandung untuk mencari keberadaan Yuichi.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Hari ini adalah hari libur untuk Fariz, dan hari ini Fariz kembali hanya diam di apartemen karena tidak bisa meninggal kan Yuichi di sana sendirian. Fariz bahkan selalu pulang ke apartemen setiap waktu istirahat bekerja sejak kejadian di mana Yuichi pingsan saat itu, Fariz khawatir Yuichi akan pingsan lagi tanpa sepengetahuan nya.


Fariz sudah membawa Yuichi ke rumah sakit lagi setelah kejadian itu untuk memeriksa keadaan pria itu, dokter mengatakan kalau Yuichi pingsan karena amnesia yang di derita oleh pria itu. Dan dokter juga mengatakan kalau itu hal biasa yang terjadi bagi penderita amnesia jika pasien mencoba mengingat apa yang telah di lupakan nya.


Fariz sejak itu mulai mengerti dan lebih berhati - hati lagi dalam menghadapi Yuichi karena dia takut salah bicara dan malah akan memperburuk keadaan Yuichi saat ini, walau pun Fariz ingin segera mengetahui identitas Yuichi yang sebenar nya tapi Fariz juga tidak mau mengambil resiko dengan membuat Yuichi menderita karena rasa sakit yang dia rasakan setiap kali dia mencoba mengingat sesuatu.


Ting tong


Di saat Fariz dan Yuichi sedang menikmati waktu santai mereka di ruang tengah, tiba - tiba terdengar suara bel pintu yang di tekan oleh seseorang dari arah luar.


" Siapa, apa kamu menunggu seseorang istri ku?" Yuichi mengerut kan kening nya menatap Fariz karena tidak biasa nya ada orang yang datang ke apartemen mereka itu.


" Tidak, aku tidak mengundang siapa pun" Fariz menggeleng kan kepala nya dengan wajah yang terlihat bingung. " Memang nya aku sudah gila apa? Sampai aku harus mengundang seseorang di saat ada kamu di apartemen ku" batin Fariz.


" Biar aku buka" Yuichi pun bangkit dari duduk nya dan mulai melangkah kan kaki nya menuju ke pintu depan untuk membuka kan pintu dan melihat siapa yang datang. Fariz hanya membiar kan nya saja karena Fariz pikir mungkin itu hanya seorang sales yang biasa menawar kan beberapa produk dari pintu ke pintu.


Ceklek


Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok gadis cantik seumuran dengan Fariz tampak menatap Yuichi dengan wajah yang terkejut.


" Bukan kah seharus nya aku yang bertanya seperti itu? Karena kamu yang tamu di sini, bukan aku" jawab Yuichi dengan wajah datar nya.


" Apa aku salah memasuki apartemen ya? tapi tidak mungkin aku salah, karena aku sudah hafal betul di mana letak tempat tidur saudara ku itu" batin Amaira tampak berpikir. " Maaf, ini apartemen Fariz bukan?" tanya Amaira pada akhir nya untuk memastikan.


" Ya" jawab Yuichi dengan singkat.


" Dimana Fariz? Aku ingin bertemu dengan nya" Amaira berkata dengan nada yang agak kesal.


" Ama, apa yang kamu lakukan di sini?" Fariz yang mendengarkan suara yang sangat dia kenal, langsung ikut menghampiri Yuichi yang membuka kan pintu.


" Kamu kenal dia, istri ku?" Yuichi menatap Fariz dengan dahi yang mengkerut, sedang kan Fariz dan Amaira tampak membulat kan ke dua bola mata mereka. Mereka berdua sama - sama terkejut dengan panggilan Yuichi pada Fariz, jika Amaira terkejut karena ada seorang pria yang mengakui saudara nya sebagai istri nya tanpa sepengetahuan diri nya dan keluarga nya. Berbeda lagi dengan Fariz yang terkejut karena takut Amaira akan berpikiran macam - macam tentang diri nya.


Amaira melayangkan tatapan tajam nya pada Fariz dengan isyarat seolah bertanya apa maksud dari pria yang ada di hadapan nya saat ini, sedang kan Fariz tampak menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal seraya nyengir kuda pada saudara nya itu.


" Aku akan menjelaskan semua nya" ucap Fariz dengan senyum kikuk di bibir nya.


Fariz pun mengajak Amaira untuk masuk ke dalam kamar nya agar dia bisa lebih leluasa menceritakan kejadian yang sebenar nya, sedang kan Yuichi sibuk di dapur membuat kan minuman untuk Fariz dan tamu nya itu.


" Sekarang jelaskan! Bagai mana bisa kamu tinggal bersama dengan seorang pria di apartemen mu ini? Lalu tadi dia bilang apa, istri ku? Oh God, apa yang sudah kamu lakukan di belakang kami Fariz?" Amaira tampak berkacak pinggang di hadapan Fariz yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


" Biar aku jelas kan, tapi kamu tenang dan duduk dulu oke!" Fariz menarik tangan Amaira agar ikut duduk di samping nya.


" Baik lah, sekarang jelaskan!" Amaira mengatur nafas nya agar dia lebih tenang.


Fariz pun menceritakan semua nya dari awal mula diri nya menabrak Yuichi sampai akhir nya dia membawa pria itu ke apartemen nya karena pria itu mengalami amnesia sebagian dan menganggap nya sebagai istri nya. Jadi mau tidak mau Fariz harus mengikuti permainan itu sampai Yuichi mengingat kembali masa lalu nya.


" Haish, kenapa kamu bisa mengalami hal yang sangat rumit seperti ini?" Amaira menggeleng kan kepala nya setelah Fariz menyelesaikan cerita nya. " Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjut nya? Ish, jika paman dan bibi tahu kalau kamu tinggal dengan seorang pria. Ck, habislah kau" tambah Amaira lagi.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏