
" Kamu tidak bercanda kan?" Mommy Yemi masih tak percaya dengan apa yang di katakan putra semata wayang nya barusan. " Bagai mana bisa Fariz yang tinggal di apartemen yang jauh dari kata mewah itu adalah tuan putri keluarga Balendra?"
" Ya, apa lagi dia bekerja sebagai pengantar makanan di kota Bandung. Ck, sungguh kebiasaan orang kaya itu terkadang sangat aneh" Devlin juga masih tak bisa percaya.
" Itu lah istriku, bukan kah dia sangat keren hah?" Yuichi tersenyum ponggah seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Cih, apa kau tidak malu berkata seperti itu? Bahkan seluruh dunia tahu kalau kalian itu belum menikah sama sekali" Devlin mendengus kesal.
" Ya, seluruh dunia memang tak tahu. Tapi setidak nya Fariz tahu akan hal itu, dia masih saja tidak menyangkal saat aku memanggil nya sebagai istri ku" Yuichi berkata dengan penuh percaya diri.
" Apa, jangan katakan kalau kamu belum mengatakan yang sebenar nya?" Mommy Yemi menatap tajam pada putra nya.
" Em itu, aku..." Yuichi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Jadi kamu masih menyembunyikan kebenaran kalau kamu sudah mengingat semua nya, begitu?" Devlin ikut menatap tajam pada Yuichi.
" He he" Yuichi malah nyengir kuda menampak kan deretan gigi putih nya dan membuat Devlin dan mommy Yemi merasa kesal saja. " Itu karena aku takut kalau Fariz akan menghindari ku, jadi aku berakting saja dan memanggil nya sebagai istri ku" Yuichi menggaruk kening nya yang tak gatal.
" Ish, apa pun alasanmu berbohong tetap saja berbohong. Itu tidak baik, lagi pula wanita atau siapa pun pasti akan sangat membenci sebuah kebohongan" mommy Yemi berkata dengan serius. " Apa lagi ternyata Fariz bukan dari keluarga biasa, jadi kamu harus lebih berhati - hati!"
"Ya, aku setuju" Devlin menggangguk. " Jangan sampai Fariz dan keluarga nya membenci mu karena merasa di tipu oleh mu" tambah Devlin lagi dengan nada yang serius.
Yuichi jadi memikirkan ucapan mommy dan sepupu nya itu, dalam hati nya Yuichi membenar kan apa yang mereka katakan dan itu cukup membuat Yuichi berpikir keras karena nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan pagi nya di perusahaan Devlin, tampak Almyra yang baru saja memasuki perusahaan dengan wajah yang kurang ceria.
Sudah beberapa hari ini Almyra selalu berusaha menghindari Devlin untuk menjaga perasaan nya sendiri. Entah kenapa sejak melihat kedekatan antara Devlin dan Nindy beberapa hari yang lalu membuat hati Almyra merasa sangat sakit, apa lagi di perusahaan semua karyawan membicarakan kedekatan mereka dan memuji keserasian antara ke dua nya. Dan itu semakin membuat Almyra enggan saja untuk hanya sekedar hidup di dunia ini.
Seperti saat ini, masih pagi saja Almyra sudah mendengarkan rekan kerja nya bergosip di dekat nya saat Almyra baru memasuki pintu masuk perusahaan. Gosip apa lagi selain membicarakan CEO mereka yang tampan dan gadis yang mereka anggap serasi dengan bos mereka itu, siapa lagi kalau bukan Nindy sang CEO muda dari perusahaan yang merupakan rekan bisnis perusahaan tempat mereka bekerja.
" Aku dengar Bu Nindy hari ini akan datang lagi ke sini" ucap salah satu karyawan wanita di dekat Almy. Tentu saja Almyra langsung menajam kan pendengaran nya seolah tidak mau terlewat satu hal pun untuk ia dengarkan kalau menyangkut kak Devlin nya, walau pun Almyra harus menahan rasa sesak yang terasa menghimpit dalam dada nya.
" Oh ya, ada urusan bisnis atau urusan pribadi ya" karyawan wanita yang lain nya menanggapi dengan kikikan di akhir kalimat nya.
" Aku tidak tahu, yang pasti mungkin ke dua nya. Kamu tahu kan sambil menyelam minum air, urusan bisnis selesai dan masalah hati juga terobati. Iya kan" karyawan yang pertama ikut terkikik geli.
" Cih, apa aku harus menjadi pecundang sebelum berperang ya?" Gumam Almyra lagi pelan. " Bahkan kak Devlin belum tahu sama sekali perasaan ku, apa aku harus menyerah sekarang?" Sungguh Almyra saat ini merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Almyra memang ingin memperjuang kan cinta nya pada Devlin, tapi dia juga tidak mau merusak kebahagiaan Devlin jika itu adalah kebersamaannya dengan wanita lain.
Setelah puas mendengarkan gosip karyawan lain, Almyra langsung naik dengan menggunakan lift ke lantai tempat nya bekerja dengan masih memikirkan ucapan para karyawan tadi.
" Aaaahk, aku sangat pusing" Almyra mengacak rambut nya prustasi dan tanpa sadar berteriak di dalam ruang kerja nya, untung saja baru beberapa karyawan yang datang karena ini memang masih terlalu pagi.
Tak lama para karyawan yang lain pun mulai berdatangan, begitu pun Devlin yang sudah datang dan memasuki ruang kerja nya. Devlin sempat ada niat menemui Almy di tempat kerja nya saat melintas di sana, namun Devlin mengurungkan niat nya itu karena ingat perkataan Almyra yang tidak ingin karyawan lain nya tahu tentang kedekatan mereka.
" Hari ini hari ke sepuluh Almyra menghindari ku, aish rasa nya kepala ku sangat sakit" Devlin memijat kening nya yang sedikit berdenyut setiap kali diri nya memikirkan gadis itu.
Devlin yang terbiasa di gerecoki oleh gadis yang sejak kecil selalu menempel pada nya jika berkunjung ke Indonesia, tentu saja merasa kehilangan sosok gadis ceria seperti Almyra. Apa lagi entah kenapa setiap hari Devlin seolah gila karena dalam isi kepala nya hanya ada gadis itu. Terlebih saat dulu mommy Yemi dan mommy Mia mengatakan ingin mengatur perjodohan Almyra dengan adik sepupu nya, Devlin sampai tidak bisa tidur memikirkan nya. Namun Devlin juga tidak bisa berbuat apa pun karena dia tidak ingin sampai ada pertikaian antara diri nya dan Yuichi, Devlin hanya bisa memendam perasaan nya dan berdoa semoga Tuhan menggagal kan rencana dari aunty dan mommy nya itu.
" Gadis itu sangat susah untuk di tebak, apa aku berikan coklat untuk nya saja ya? Bukan kah sejak kecil dia sangat menyukai nya" Devlin tampak berpikir. " Ya sudah, begitu saja" Devlin pun langsung menghubungi asisten nya Yoni untuk menyuruh nya membelikan satu kotak coklat dan langsung memberikan nya pada Almyra tanpa sepengetahuan karyawan lain nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏