
Akhir nya malam hari pun tiba, sekitar jam sepuluh malam Yuichi dan yang lain nya sampai di Jakarta lagi setelah menempuh perjalanan panjang dari Bandung. Sepanjang perjalanan Yuichi hanya diam dengan wajah yang terlihat sangat sedih, sedang kan Devlin dan Almyra juga tidak bisa berkata apa - apa lagi setelah mereka tadi sudah berusaha membujuk Yuichi dengan berbagai ucapan penyemangat mereka.
" Kalian sudah pulang? Di mana Fariz, apa dia menolak untuk ikut dengan kalian?" Mommy Yemi tampak menyambut kedatangan tiga anak itu dengan senyum di bibir nya.
" Semua nya salah mommy, kalau saja mommy tidak selalu melarang ku pergi untuk ke Bandung. Mungkin ini tidak akan terjadi" Yuichi berkata dengan nada tinggi membuat mommy Yemi tersentak mendengar ucapan putra kesayangan nya itu. Baru kali ini Yuichi bersikap seperti itu kepadanya.
" Dasar anak nakal, di mana sopan santun mu hah?" Daddy Kenzi yang sedang bersantai di sofa dekat mereka tentu saja sangat marah saat mendengar putra nya itu berbicara dengan nada tinggi pada istri kecil nya.
Plak
Sebuah tamparan mendarat dengan mulus pada pipi Yuichi dari daddy nya.
" Apa ini cara mu membalas kasih sayang yang mommy mu berikan pada mu selama ini" tambah daddy Kenzi dengan nada tinggi nya dan kilatan amarah yang tergambar pada wajah nya.
" Maaf" ucap Yuichi menyesal sambil memegangi pipi nya yang terasa panas. " Maaf mom, aku tidak bermaksud seperti itu"
" Tidak apa - apa sayang, tapi apa yang sebenar nya terjadi?" Mommy Yemi mengusap pundak putra kesayangan nya itu dengan lembut.
" Fariz tidak ada di apartemen nya dan aku tidak tahu harus mencari nya kemana" Yuichi berkata dengan wajah yang terlihat lesu.
" Apa maksud mu? Apa Fariz pindah rumah?" Mommy Yemi mengerut kan kening nya begitu pun daddy Kenzi yang juga penasaran dengan apa yang sedang terjadi sekarang ini.
" Fariz pulang ke rumah orang tua nya yang ada di Jakarta tante" Devlin yang melihat Yuichi yang terdiam pun menjawab.
" Jakarta? Jadi Fariz berasal dari Jakarta?" Mommy Yemi membulat kan ke dua bola mata nya tak percaya, Devlin, Yuichi dan Almyra pun mengangguk kan kepala mereka. " Bukan kah itu bagus sayang, itu berarti kalian bisa bertemu lagi kemungkinan nya sangat besar karena kalian tinggal di kota yang sama" kali ini wajah Mommy Yemi terlihat berbinar.
" Ish, apa mommy pikir Jakarta ini sangat sempit apa?" Yuichi memutar bola mata nya malas.
" Kak Yui benar tante, bagai mana pun tidak akan mudah mencari seseorang di antara jutaan orang yang ada" tambah Almyra dengan agak ragu.
" Almy benar sayang, itu sama saja dengan mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami" daddy Kenzi menimpali.
" Ish, apa kalian tidak percaya pada takdir dan jodoh? Mommy sangat yakin kalau Fariz dan Yui berjodoh dan akan di pertemukan kembali dengan cara yang tak terduga" mommy Yemi mendengus kesal.
" Aku harap mommy benar" jawab Yuichi dengan lesu, " kalau seperti itu, aku permisi ke kamar dulu" Yuichi pun pergi meninggal kan semua yang ada di sana menuju ke kamar nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Satu Minggu telah berlalu, Yuichi menjalani hidup nya seperti biasa nya namun kali ini Yuichi menjalan kan hidup nya dengan kurang bersemangat. Setiap hari wajah Yuichi terlihat sangat lesu dan cenderung lebih sensitif dari biasa nya, terkadang Yuichi selalu marah - marah tidak jelas pada karyawan nya hanya karena kesalahan kecil yang mereka lakukan. Seperti saat ini Yuichi terlihat sangat kesal pada asisten pribadi nya Arfan
" Memang sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini hah? Sampai proyek kerja sama seperti ini saja tidak bisa kamu dapat kan" Yuichi berkata dengan nada tinggi di sertai tatapan kesal pada asisten nya itu.
" Maaf bos, aku sudah berusaha untuk mendapat kan nya. Tapi mereka menganggap kalau kita tidak serius karena hanya mengutus seorang asisten seperti ku ke sana, lagi pula perusahaan itu merupakan perusahaan yang sangat besar di Indonesia bahkan di Asia. Jadi menurut ku hal wajar jika kita sedikit kesulitan untuk bekerja sama dengan perusahaan itu, apa lagi ini kerja sama pertama kita dengan mereka" jelas Arfan, namun tetap saja Yuichi yang suasana hati nya memang sudah suram dari sana nya tidak bisa menerima pembelaan dari asisten nya itu.
Kali ini mereka mengajukan kontrak kerja sama pada perusahaan yang sangat besar di Indonesia bahkan di Asia, ini adalah pertama kali nya untuk mereka karena biasa nya mereka hanya bekerja sama dengan perusahaan cabang nya saja.
" Cih, bilang saja kalau kemampuan mu sekarang sudah menurun" Yuichi berkata dengan nada mengejek nya.
" Aku, tidak" bela Arfan " enak saja dia bilang kemampuan ku berkurang, dia tidak tahu saja perusahaan seperti apa yang sedang kita hadapi ini" batin Arfan mendengus kesal pada atasan nya itu.
" Atur pertemuan ku dengan pihak mereka, aku sendiri yang akan turun tangan untuk proyek ini" tambah Yuichi lagi dengan nada tak ingin di bantah.
" Baik bos, aku akan menghubungi mereka sekarang juga" setelah mengatakan itu Arfan pun langsung pergi dari hadapan bos nya yang selama satu Minggu terakhir ini sedikit menyebal kan.
" Haish, aku harap bos Yuichi segera bertemu lagi dengan gadis itu. Kalau tidak, aku bisa mati berdiri kalau lama - lama seperti ini" gumam Arfan saat dia melangkah keluar dari ruang kerja Yuichi.
Ya Arfan memang mengetahui tentang Yuichi yang sudah kehilangan istri pura - pura nya selama dia menghilang di kota Bandung, Arfan juga mengetahui bagai mana terpuruk nya atasan nya itu saat dia tidak bisa bertemu kembali dengan gadis itu. Walau pun Arfan belum pernah bertemu dengan gadis itu, tapi Arfan yakin kalau gadis itu sangat istimewa sehingga bisa membuat atasan nya yang sangat dingin dan cuek menjadi seperti itu.
Sementara di dalam ruangan, Yuichi tampak memijat dahi nya yang terasa berdenyut memikir kan semua permasalahan yang terjadi selama ini pada diri nya.
" Fariz di mana kamu? Aku sangat merindukan mu" gumam Yuichi seraya membayangkan wajah cantik Fariz yang selalu dia ingat dalam ingatan dan hati nya. Yuichi juga mengingat beberapa kenangan yang dia lewati bersama dengan istri pura - pura nya itu selama beberapa Minggu saat mereka masih berada di Bandung.
Setidak nya hanya itu kenangan yang bisa dia ingat dalam kepala nya, Yuichi bahkan tidak punya foto atau barang apa pun milik Fariz yang bisa dia simpan sebagai kenangan.
" Aku harap kita bisa segera bertemu kembali, dan saat itu terjadi aku tidak akan pernah melepas kan mu lagi" gumam Yuichi lagi dengan senyum penuh arti.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏