My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 36



" Jadi karyawan mana yang membuat desain itu?" Devlin berbisik pada Yoni agar dia bisa melihat langsung cara bekerja karyawan nya itu.


" Oh, itu dia" Yoni menunjuk seorang gadis yang tampak sedang bekerja memunggungi mereka.


Semua nya sudah kembali bekerja dan duduk di posisi mereka masing - masing saat ini setelah tadi mereka sempat berdiri menyambut kedatangan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


Devlin pun mengangguk kan kepala nya dan menghampiri seseorang yang di tunjuk oleh asisten nya itu, seorang wanita dengan kardigan berwarna moca tampak sedang fokus dengan pekerjaan nya.


Devlin pun melangkah semakin dekat pada meja kerja wanita itu, " kenapa seperti nya dia tidak asing?" Batin Devlin dengan dahi yang mengerut.


" Jadi, kamu yang membuat desain ini?" Devlin menaruh kertas desain yang tadi dia kagumi di atas meja kerja karyawan nya tanpa melihat wajah karyawan nya itu terlebih dahulu. Posisi Devlin saat ini berada di samping belakang karyawan itu sehingga dia tidak bisa melihat wajah nya dengan jelas.


" Ya?" Karyawan itu jelas mengerut kan kening nya menatap sesuatu yang ada di atas meja nya. " Ini memang punya ku, tapi sejak kapan ini ada di tangan anda?" Ucap karyawan itu dengan dahi yang mengkerut, pasal nya dia tidak merasa menyerah kan hasil pekerjaan nya itu pada atasan nya karena dia tidak mau bersaing dengan para senior nya untuk proyek yang sedang di kerjakan perusahaan nya. Dia bahkan baru masuk pagi ini pikir nya, jadi tidak baik jika harus bersaing dengan para senior nya. Namun tanpa dia ketahui Yoni mengambil nya di atas meja kerja nya saat melihat nya tadi.


Sedang kan Devlin tampak membulat kan ke dua bola mata nya saat mendengar suara yang sangat dia kenal dalam hidup nya, Devlin pun langsung memegang pundak karyawan itu agar berbalik pada nya untuk melihat dengan jelas si empunya suara itu. Dan benar saja dugaan Devlin ternyata benar.


" Almy, bagai mana bisa?" Devlin tampak terkejut melihat gadis yang sudah dia anggap sebagai adik nya itu ternyata menjadi salah satu karyawan divisi desain di perusahaan nya, Devlin sangat tidak percaya karena Devlin tidak pernah tahu sebelum nya kalau gadis itu ternyata tertarik dengan dunia desain.


" Sssttt" Almyra jelas saja tidak mau yang lain nya mengetahui kalau bos di perusahaan nya mengenal nya.


" Bagai mana, kenapa bisa?" Devlin memelan kan suara nya menjadi setengah berbisik.


" Nanti aku ceritakan, tapi aku tidak mau kalau sampai mereka tahu kita ada hubungan dekat oke" jawab Almyra dengan wajah yang terlihat cuek.


" Ekhem, baik lah kalian bekerja lah yang giat. Aku harap desain yang kalian buat bisa membuat para partner bisnis kita merasa puas" Devlin pun akhir nya memutus kan untuk kembali ke ruangan nya saja, kali ini dia cukup di buat terkejut oleh karyawan baru nya. " Saat istirahat, aku tunggu kamu di ruangan ku!" Setelah berkata seperti itu dengan suara pelan, Devlin pun langsung melangkah kan kaki nya keluar dari divisi itu.


" Kenapa kamu tidak bilang kalau Almyra melamar pekerjaan di sini?" Ucap Devlin pada asisten pribadi nya dengan tatapan tajam nya.


" Saya tadi sudah memberikan CV mereka, anda saja yang tidak mau tahu" jawab Yoni dengan santai nya.


" Ish, kau ini kan bisa mengatakan nya langsung" Devlin mendengus kesal.


" Maaf bos, tapi ini permintaan nona Almy sendiri"


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Satu Minggu sudah berlalu sejak kepulangan Yuichi ke rumah nya, selama itu juga Yuichi harus memendam rasa rindu pada istri pura - pura nya saat dia di Bandung. Terkadang Devlin dan Almyra juga datang untuk menghibur dan menemani nya mengobrol, tapi itu tidak bisa membuat Yuichi melupakan keinginan nya untuk segera bertemu dengan gadis pujaan hati nya itu.


Seperti hari ini, Devlin dan Almy datang untuk bermain ke kediaman keluarga Nakamura untuk bertemu dengan Yuichi. Mereka kini berkumpul di gazebo taman belakang untuk mengobrol, tak lupa beberapa camilan dan minuman segar menemani siang mereka di sana. Hari ini memang hari libur, jadi mereka bisa berkumpul bersama dalam waktu yang lama.


" Jadi, kapan kamu akan pergi ke Bandung untuk menjemput Fariz?" Almy mengambil cemilan dan memasuk kan nya ke dalam mulut nya.


" Aku ingin secepat nya, tapi mommy selalu melarang ku" Yuichi menghembuskan nafas nya kasar.


" Itu juga demi kebaikan mu, lagi pula kondisi tubuh mu belum pulih sepenuh nya" ucap Devlin.


" Ya, aku tahu itu. Tapi aku sudah sangat merindukan nya, kamu sih enak setiap hari kalian selalu bertemu apa lagi saat ini Almy bekerja di perusahaan mu" ucap Yuichi membuat Almyra dan Devlin saling tatap dan memalingkan muka mereka secara bersamaan, jangan tanyakan bagai mana perasaan Almy saat ini, tentu saja dia sangat malu.


" Ish, kau ini bicara apa? Memang apa hubungan nya dengan ku dan Almy, kami tidak punya hubungan seperti yang kau pikir kan itu" Devlin menggerutu kesal.


" Ya, Kak Yui ini jangan asal bicara" Almyra mengerucut kan bibir nya, jujur saja Almy berharap kalau kak Devlin nya itu mau mengiyakan saja ucapan kak Yui nya barusan. Mungkin itu akan membuat Almyra sedikit bahagia, namun ternyata kak Devlin nya itu selalu saja menyangkal nya membuat Almyra berpikir kalau pria itu memang sama sekali tidak mempunyai perasaan apa pun pada diri nya.


" Terserah kalian saja, oh ya bagai mana kalau kalian mengantar ku ke Bandung hari ini? Mungkin mommy akan mengizinkan ku jika pergi bersama kalian" ucap Yuichi dengan bersemangat.


" Apa kak Yui bercanda?" Almyra jelas saja terkejut dengan ucapan pria itu, mereka bahkan tidak punya persiapan untuk melakukan perjalanan jauh seperti itu.


" Aku tidak bercanda, pokok nya kalian tidak bisa menolak ku! Bukan kah kalian adalah saudara ku? Sudah tugas kalian untuk membantu saudara kalian ini" ucap Yuichi dengan santai nya.


" Ck, saudara yang menyusah kan" Devlin mendengus kesal.


"Aku tidak perduli, kalian tunggu aku akan bicara pada mommy sekarang juga" Yuichi pun dengan tergesa - gesa masuk ke dalam rumah nya mencari sang mommy untuk meminta izin dari nya untuk pergi ke Bandung hari itu juga, meninggal kan Devlin dan Almyra yang menatap tak percaya ke arah nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏