
Mereka bertiga pun langsung berjalan menelusuri lorong untuk mencari kamar yang di sewa oleh Nindy malam itu. Sebenar nya bukan hal sulit untuk Fariz mengetahui nya bahkan meminta kunci cadangan dari para pegawai nya. Namun Nindy malam ini tidak hanya menyewa satu kamar atas nama diri nya melainkan lima kamar sekaligus yang akan di pakai juga oleh beberapa keluarga nya.
" Fariz apa kau tahu Nindy berada di kamar berapa?" Tanya Almyra seraya melangkah cepat ke arah depan.
" Aku tidak yakin, karena Nindy memesan beberapa kamar dan dua di antara nya berada di lantai ini" jawab Fariz ragu.
" Kamar berapa?" Yuichi tampak serius.
" Nomor 357 dan 358, seharus nya ada di depan sana" jawab Fariz dengan serius juga.
Mereka pun terus melangkah kan kaki mereka ke arah yang di tunjuk kan oleh Fariz, sampai akhir nya mereka berhenti saat berada tepat di dekat kamar yang tadi di sebut kan oleh Fariz. Ternyata di sana di jaga oleh dua orang pria bertubuh kekar yang beberapa hari mereka lihat di cafe.
" Seperti nya Devlin ada di kamar itu" Yuichi , Almyra dan Fariz kini sedang bersembunyi di balik tembok dekat kamar yang di jaga oleh dua pria yang merupakan anak buah dari Nindy.
" Seperti nya begitu" Almyra dan Fariz mengangguk setuju.
" Jadi tunggu apa lagi, ayo kita ke sana dan selamat kan Devlin!" Yuichi dengan percaya diri nya melangkah kan kaki nya untuk menghampiri dua pria yang sedang berjaga tak jauh dari mereka.
" Tunggu dulu!" Almyra menarik jas yang di pakai Yuichi dengan keras sehingga tubuh Yuichi terpental ke arah belakang.
" Ada apa?" Yuichi menatap kesal pada Almyra seraya tangan nya merapikan pakaian yang agak berantakan karena di tarik oleh Almyra barusan. " Kenapa kau menahan ku?"
" Aku hanya berpikir, bagai mana cara kita menghadapi mereka. Bukan kah kita butuh rencana?" Almyra terlihat ragu saat mengatakan nya.
" Rencana?" Fariz mengerut kan kening nya.
" Ya, rencana" Almyra mengangguk mantap. " Lihat lah tubuh mereka! Mereka besar dan menakutkan, kalau kak Yui menghadapi mereka seorang diri pasti akan kalah" Almyra meringis menatap ke dua pria bertubuh besar di depan sana.
" Bukan kah kita bisa membantu nya?" Ucap Fariz dengan nada datar nya.
" Ish, apa kamu serius? Kita hanya dua gadis cantik, lemah lembut dan juga imut, sedangkan mereka?" Almyra brigidig ngeri saat membayangkan diri nya yang harus melawan salah satu pria itu. Almyra bahkan tidak pernah memukul hewan kecil sekali pun, dan sekarang harus berkelahi dengan pria besar berotot? Oh God, Almyra tidak mungkin berani untuk melakukan nya.
" Kamu benar, aku tidak mungkin membiarkan kalian bertarung dengan ku" Yuichi mengangguk seraya berpikir cara yang harus mereka lakukan untuk menyelamat kan Devlin yang di jaga ketat oleh dua pria itu.
" Almyra sayang, aku setuju kalau aku gadis cantik dan juga imut. Tapi kalau lemah lembut" Fariz menjeda ucapan nya. " Kurasa tidak" tambah Fariz lagi seraya melangkah cepat menuju ke arah dua pria bertubuh besar itu.
" Sayang, tunggu!" Yuichi dengan wajah cemas dan panik langsung mengikuti Fariz.
" Hey, kalian mau kemana? Aduuh.. sekarang apa yang harus aku lakukan?" Almyra sangat takut sekaligus panik saat melihat Yuichi dan Fariz pergi menjauh menuju dua pria bertubuh besar itu. " Ah, tunggu aku!" Almyra akhir nya memutus kan untuk ikut saja dari pada dia harus sendirian di sana.
" Siapa kalian, dan kalian mau ke mana?" Ucap salah seorang pria yang bernama Boim.
" Pelayanan kamar!" Belum juga Fariz menyelesai kan ucapan nya, Almyra berteriak dari belakang Fariz, membuat Fariz menatap Almyra. Sedangkan Yuichi mengacungkan ibu jari nya memuji Almyra yang berpikiran cepat.
Yuichi sangat lega karena Almyra berpikir cepat dan berkata tepat waktu, kalau tidak Yuichi tidak tahu apa yang akan terjadi pada Fariz jika ketahuan oleh dua pria itu.
" Kami tidak membutuh kan nya, kalian boleh pergi!" Pria yang lain nya bernama Doni berkata dengan suara keras nya.
" Tapi ini sudah tugas kami tuan" Almyra mendekat dan berusaha membujuk dua pria itu agar diri nya di perbolehkan masuk ke dalam kamar.
" Kalau kami bilang tidak ya tidak!" Boim ikut bersuara.
" Tapi__" Almyra masih keukeuh ingin membujuk mereka.
" Cepat pergi, atau kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan pada kalian" Doni mendorong tubuh Almyra dengan cukup keras sehingga tubuh Almyra terhuyung ke belakang, untung saja Yuichi menangkap tubuh Almyra dengan sigap.
" Bisakah kalian bersikap lembut pada wanita?" Fariz maju dan berkata dengan nada tinggi nya, wajah nya terlihat memerah menahan amarah.
" Ck, apa kamu ingin juga di perlakukan seperti itu" tangan Doni terulur hendak mendorong tubuh Fariz seperti apa yang dia lakukan pada Almyra barusan, namun dengan sigap Fariz menangkis nya dan memutar tangan Doni ke arah belakang.
" Cih, apa kalian pikir aku takut" Fariz menyeringai seraya dengan cepat tangan nya mendorong keras tubuh Doni di sertai tendangan pada bagian belakang pria itu, sehingga tubuh Doni tersungkur di atas lantai.
Bbrrakk
" Aah" Doni berteriak kesakitan, sedangkan Almyra dan Yuichi tampak membulat kan ke dua bola mata mereka melihat kejadian di depan mereka. Yuichi dan Almyra memang tidak tahu kalau Fariz mewarisi keahlian bela diri dari ke dua orang tua nya.
" Waaw, Fariz hebat" Almyra menatap kagum pada Fariz yang baru saja menghajar salah satu pria berbadan besar di hadapan nya dan dengan refleks tangan nya bertepuk tangan menyoraki Fariz.
" Aku tidak tahu kalau dia sangat jago bela diri" Yuichi malah terlihat sangat syok dengan apa yang dia lihat.
" Kurang ajar!" Boim yang tidak terima melihat teman nya di perlakukan seperti itu langsung melayangkan pukulan nya pada Fariz yang dengan cepat menangkis dan membalas pukulan itu sehingga terjadilah aksi pukul memukul dan tonjok menonjok di antara ke dua nya.
" Bangsaaat" Doni yang sudah terbangun dari posisi nya ikut melayangkan pukulan nya pada Fariz di tengah perkelahian antara Fariz dan juga Boim dari arah samping, sehingga Fariz tidak menyadari nya sama sekali.
" Awaass" teriak Almyra dengan histeris.
Buuughh
Suara pukulan yang sangat keras terdengar nyaring di sekitar lorong hotel tempat mereka berada saat ini.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏