My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 47



"Kenapa kalian diam saja hah? Cepat katakan, siapa yang sudah di temukan!" Mommy Yemi langsung duduk di hadapan Devlin dan Yuichi seraya melayang kan tatapan penuh intimidasi pada dua pria tampan itu. Mommy Yemi yang tadi nya ingin mengambil air minum di dapur malah masuk ke dalam ruang keluarga saat telinga nya tak sengaja mendengar kan percakapan antara anak - anak nya itu.


" Mommy, apa yang mommy lakukan disini?" Yuichi jelas kaget dengan kehadiran mommy tersayang nya yang begitu tiba - tiba itu.


" Ish, jangan mengalih kan pembicaraan! Cepat katakan, apa kamu menemukan Fariz?" Mommy Yemi terlihat sangat penasaran menunggu jawaban dari putra nya itu.


" Ya, katakan! Aku juga sangat penasaran, di mana kamu bertemu dengan dia?" Devlin ikut menimpali dengan wajah yang tak kalah penasaran dengan mommy Yemi.


" Aku memang sudah bertemu dengan nya" Yuichi mengangguk kan kepala nya.


" Benar kah? Di mana dia? Ish, dasar anak bodoh! Kenapa kamu tidak membawa nya ke sini?" Mommy Yemi berbicara terus tanpa jeda.


" Aunty benar, Yui bisa sangat bodoh jika menyangkut masalah wanita" Devlin berkata dengan nada mengejek.


" Ya, kamu benar" mommy Yemi mengangguk setuju.


" Ish, kalian ini bisakah tidak menghinaku seperti itu" Yuichi mendengus kesal. " Lagi pula kalian tidak tahu bagai mana kesulitan ku untuk membawa Fariz ke sini setelah tahu siapa diri nya" tambah Yuichi lagi dengan wajah yang tak bersemangat.


" Memang nya apa yang membuat mu kesulitan hah?" Mommy Yemi berkata dengan nada gemas nya. " Apa Fariz menolak mu setelah dia tahu kalau ingatan mu telah kembali, begitu? Ck ternyata anak mommy masih terlalu payah dalam hal mendekati wanita" mommy Yemi menggeleng - gelengkan kepala nya.


"Ish, bukan begitu mom" Yuichi menggerutu kesal.


" Bukan begitu apa maksud mu? Kalau begitu, cepat katakan pada kami! Apa yang membuat mu kesulitan, dan di mana kamu bertemu dengan Fariz?" Mommy Yemi menatap Yuichi dengan tatapan menyelidik nya.


" Ya, di mana kamu bertemu dengan istri pura - pura mu itu?" Devlin menimpali.


" Di Balendra Corp, aku bertemu dengan Fariz di sana" jawab Yuichi


" Balendra Corp, apa yang dia lakukan di sana?" Devlin mengerut kan kening nya.


" Ish, apa yang kamu tanyakan itu" mommy Yemi menjitak kepala keponakan nya itu. " Kalau di perusahaan, tentu saja sedang bekerja. Benar kan?" Mommy Yemi berkata dengan santai nya, sedang kan Devlin meringis seraya mengusap kepala nya yang terasa nyeri karena jitakan dari aunty nya itu. Seperti itu lah intraksi antara mereka bila sedang berkumpul bersama, mommy Yemi dan mommy Mia sama - sama tidak pernah membedakan antara putra mereka dengan putra yang lainnya karena bagi mereka Yuichi dan Devlin adalah putra mereka.


" Ya" Yuichi mengangguk mantap


" Jadi dia bekerja di sana? Ck ternyata dia lumayan hebat juga bisa di terima di perusahaan besar seperti Balendra Corp" Devlin masih mengusap kepala nya.


" Ya, bahkan sangat hebat jika kamu tahu posisi nya di sana sebagai apa" ucap Yuichi.


" Lalu, sebagai apa yang bisa di dapat gadis pinggir kota seperti dia di perusahaan yang sangat besar seperti Balendra Corp?" Devlin menautkan ke dua alisnya.


" Emm" Yuichi terlihat berpikir, " kalian tahu tuan putri Balendra yang kabar nya di sembunyikan itu?" Yuichi mengusap dagu nya dengan jari nya.


" Tuan putri?" Devlin tampak berpikir.


" Seperti nya mommy pernah mendengar nya, bukan kah keluarga Balendra tidak pernah mempublikasikan nya? Dan yang mommy dengar lagi, dia tidak tinggal di kota ini" mommy Yemi juga ikut berpikir.


" Ya, mommy benar" Yuichi mengangguk mantap.


" Tapi kenapa kamu menanyakan tentang hal ini? Jangan katakan kalau kamu sekarang malah jatuh cinta pada tuan putri keluarga Balendra itu" mommy Yemi menyipitkan ke dua mata nya.


" Ya, aku memang jatuh cinta pada nya. Bahkan aku sampai tergila - gila pada nya" jawab Yuichi dengan mantap dan gaya bicara yang agak lebay.


" Apa?" Mommy Yemi dan Devlin jelas sangat terkejut dengan jawaban Yuichi barusan, bisa - bisa nya Yuichi kembali jatuh cinta pada gadis yang lain nya setelah dia hampir gila karena kehilangan istri pura - pura nya yang tak lain adalah Fariz. Apa lagi belum sampai tiga puluh menit Yuichi baru saja mengatakan telah bertemu dengan gadis itu, sungguh Devlin dan mommy Yemi sangat bingung dengan kelakuan Yuichi.


" Ish, wajah kalian tidak usah seperti itu" Yuichi memutar bola mata nya malas.


" Tapi nak, apa kamu yakin? Lalu bagai mana dengan Fariz?" Mommy Yemi terlihat cemas. " Mommy pikir mungkin ada alasan di balik di sembunyikan nya tuan putri itu, maksud mommy eemm" mommy Yemi terlihat ragu saat mengatakan nya.


" Apa maksud mommy, mungkin dia jelek atau gemuk, begitu" Yuichi seolah tahu apa yang sedang di pikirkan mommy nya saat ini karena awal nya diri nya juga berpikiran seperti itu.


" Ya, kamu tahu maksud mommy" mommy Yemi mengangguk ragu.


" Apa benar begitu? Tapi bukan kah nyonya besar Balendra Corp sangat cantik walau usia nya sudah tidak muda lagi?" Devlin tampak menerawang mengingat penampilan nyonya Balendra dalam sebuah majalah bisnis di mana nyonya dari keluarga kerajaan bisnis itu tampak sangat cantik dan elegan di usia matang nya yang sekarang dan tampak serasi saat bersanding dengan tuan Balendra yang juga masih tampan dan gagah di usia nya yang sudah tidak muda lagi.


" Iya juga ya, bukan kah nyonya Balendra sangat cantik" mommy Yemi setuju dengan ucapan keponakan nya itu, karena dia sendiri juga pernah melihat bagai mana cantik nya nyonya itu. " Putra nya juga sangat tampan dan gagah, tidak mungkin kan kalau putri mereka jelek"


" Devlin dan mommy benar, putri mereka sangat cantik" Yuichi tersenyum seperti orang yang tengah di mabuk asmara saat membayangkan wajah cantik wanita yang di cintai nya. " Dan kalian mengenal nya karena dia adalah Fariz, istri ku" senyum Yuichi masih mengembang di wajah nya.


" Oh Fariz" mommy Yemi dan Devlin mengangguk secara bersamaan dengan enteng nya, namun sepersekian detik kemudian. " Apa?" Mommy Yemi dan Devlin kembali berkata secara bersamaan, namun kali ini wajah mereka sama - sama terlihat terkejut. Sedangkan Yuichi kini mengangguk mantap dengan senyum yang tak pudar pada wajah tampan nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏