My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 34



Ke esokan hari nya, Fariz terlihat baru menginjak kan kaki nya kembali ke mansion keluarga Balendra dengan menyeret dua koper berukuran sedang di tangan nya.


" Aku pulang! Mommy, daddy di mana kalian?" Teriak Fariz saat sudah berada di ambang pintu utama mansion membuat penghuni mansion langsung menghampiri nya.


" Aunty Iz" dua anak kecil berumur sekitar lima tahun tampak berteriak senang sambil berlari menyambut kedatangan Fariz.


" Azzam, Azura, aunty kangen" Fariz langsung menyambut kedatangan dua keponakan nya itu sambil merentang kan ke dua tangan nya bersiap untuk memeluk ke dua keponakan nya yang sangat lucu dan imut itu.


" Kami juga kangen pada aunty, kenapa aunty baru pulang?" Azura tampak berkata dengan wajah yang dia buat cemberut.


" Iya, aunty tidak sayang pada Azzam dan Azura" sambung Azzam yang ikut mencemberut kan wajah nya.


" Siapa bilang aunty gak sayang, aunty sayang kok. Bukti nya aunty sekarang pulang" Fariz mencium pipi gembul keponakan kembar nya itu membuat dua anak itu tertawa geli karena Fariz juga menggelitik pinggang dua keponakan nya itu.


" Eh, kalian jangan begitu dong! Kasihan kan aunty Iz nya, kaki nya pasti pegal karena ulah kalian " Nara yang merupakan kakak ipar dari Fariz langsung mengambil kedua anak nya yang sedang asyik di atas pangkuan Fariz. Saat ini Fariz sedang berjongkok sambil di kedua paha nya di duduki dua keponakan nya itu. " Maaf ya, Azzam dan Azura pasti sangat merindukan mu" tambah Nara lagi sambil memegangi tangan ke dua anak nya.


" Kakak ipar jangan khawatir, aku juga sangat merindukan dua keponakan ku ini" Fariz tersenyum mencubit pipi dari Azzam dan Azura secara bergantian, membuat ke dua anak itu kembali tertawa.


" Akhir nya kamu ingat pulang juga dek, kirain kakak, kamu lupa kalau punya rumah di sini" Aydan yang datang bersama dengan Nara langsung menyindir adik nya itu yang seakan lupa pulang karena Fariz sedari remaja memang sudah tinggal di Bandung bersama dengan keluarga dari mommy nya yang ada di sana.


" Ish, kak Aydan ini jahat sekali! Tentu saja aku ingat, lagi pula aku tidak mungkin melupakan rumah dan keluarga ku sendiri" Fariz mengerucut kan bibir nya.


" Sudah lah, jangan dengarkan kakak mu. Jadi bagai mana Kabar mu, baik bukan?" Nara langsung memeluk Fariz dan Fariz punembalas nya.


" Aku baik kak, bagai mana dengan kakak sendiri? Bukan kah kakak sedang mengandung lagi?" Fariz melihat ke arah perut Nara yang masih terlihat rata.


" Ah ya, aku dan bayi ku sehat. Mereka masih sangat kecil saat ini karena usia nya masih dua bulan" Nara mengusap lembut perut nya yang masih rata.


" Apa kamu tidak mau memeluk kakak mu juga? Seperti nya aku juga sedikit merindukan adik kecil ku ini" Aydan terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, aku pikir kakak tidak merindukan ku sama sekali" ucap Fariz dengan bibir yang mengerucut, namun tubuh nya langsung bergerak masuk ke dalam dekapan kakak satu - satu nya itu. " Oh ya, di mana mommy dan daddy?" Fariz terlihat celinguk kan mencari keberadaan orang tua nya setelah dia melepaskan pelukan mereka.


" Mereka sedang beristirahat di kamar" jawab Aydan dengan santai nya.


" Apa kondisi Daddy sangat buruk?" Fariz berkata dengan nada khawatir.


Nara hanya bisa mengangkat bahu nya acuh saat suami nya menatap diri nya dengan tatapan seolah bertanya apa yang sedang terjadi sebenar nya.


Aydan dan Nara memang tidak tahu rencana yang di lakukan oleh orang tua mereka agar bisa membuat Fariz kembali tinggal bersama mereka di Jakarta. Aydan dan Nara pun tak menunggu lama langsung ikut melangkah mengikuti Fariz ke kamar orang tua nya dengan wajah yang ikut cemas.


Tak membutuh kan waktu lama untuk Fariz sampai di kamar mommy dan Daddy nya yang berada di lantai bawah, ya sejak usia mereka sudah tak muda lagi mereka memindahkan kamar utama di lantai bawah. Walau pun di mansion juga terdapat lift yang bisa membawa mereka naik turun ke lantai atas tanpa harus menaiki tangga, mereka tetap saja lebih nyaman kalau kamar mereka di lantai bawah.


Ceklek


Fariz membuka pintu kamar tanpa mengetuk nya dan langsung masuk begitu saja, " mommy, daddy, apa kalian baik - baik saja?" Ucap Fariz saat masuk ke dalam kamar orang tua nya.


Sontak saja mommy Fika dan daddy Nanda yang sedang duduk di atas sofa yang ada di sana sambil menikmati teh mereka langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.


" Kamu sudah datang sayang? Maaf kami tidak mendengar kedatangan mu" mommy Fika langsung berdiri dan memeluk putri nya itu. " Mommy sangat merindukan mu sayang" tambah mommy Fika lagi di sela pelukan nya.


" Aku juga merindukan mommy" balas Fariz saat membalas pelukan dari mommy nya itu.


" Apa kamu tidak merindukan daddy huh?" Daddy Nanda ikut berdiri untuk memeluk putri kesayangan nya itu.


" Tentu saja aku merindukan daddy, makan nya aku pulang ke sini" tanpa menunggu lama lagi, Fariz langsung berhambur masuk ke dalam dekapan daddy nya itu. " Daddy baik - baik saja kan?" Fariz tampak melihat seluruh tubuh daddy nya dengan tatapan menyelidik setelah dia melepaskan pelukan nya.


" Ekhem, daddy baik - baik saja. Dokter bilang Daddy hanya kelelahan dan perlu beristirahat" Daddy Nanda tampak berusaha menutupi kegugupan nya karena telah membohongi putri semata wayang nya itu.


" Syukur lah kalau seperti itu, kalau seperti itu daddy harus beristirahat dengan baik mulai sekarang. Masalah perusahaan biar aku dan kak Aydan yang mengurus nya" Fariz bernafas lega setelah dia mendengar kalau Daddy nya baik - baik saja.


" Ya, daddy percaya pada kalian berdua. Sekarang istirahat lah! Kamar mu juga sudah di bersihkan tadi oleh pelayan" daddy Nanda mengusap kepala putri nya itu dengan lembut.


" Ya, lagi pula bukan kah besok kamu sudah harus datang ke perusahaan?" Mommy Fika menimpali. " Biar mommy antar ke kamar mu!"


Mommy Fika pun mengantar Fariz untuk beristirahat di kamar nya yang berada di lantai atas, tepat nya kamar itu berada di sebelah kamar tidur Azzam dan Azura. Koper yang di bawa Fariz tadi sudah di antar kan ke kamar nya sejak tadi oleh pelayan yang ada di sana, jadi Fariz hanya tinggal membereskan nya saja nanti.


Sesampai nya di dalam kamar, Fariz menatap kamar bernuansa biru langit yang sudah lama tidak dia tempati itu dengan mata yang penuh kerinduan. " Seperti nya sudah sangat lama aku tidak tidur di kamar ku ini" gumam Fariz sebelum dia masuk ke dalam kamar nya bersama dengan mommy nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏