My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 46



" Ish, kalian ini memang tampan tapi kami bosan kalau hanya melihat kalian saja di rumah ini" mommy Fika berkata dengan nada mengejek nya dan di angguki oleh Fariz dan juga Nara.


" Ya, bukan kah akan lebih baik kalau ada yang baru di sini?" Nara ikut menimpali.


" Sayang"


" Sayang " daddy Nanda dan Aydan berkata secara bersamaan melayang kan protes mereka pada istri mereka masing - masing.


" Apa? Memang benar kan? Lagi pula kamu sudah tidak muda lagi sekarang, ingat itu" mommy Fika kembali berucap dengan nada ketus nya, membuat Fariz dan Nara terkikik geli melihat orang tua mereka itu.


" Aku tahu itu, tapi setidak nya aku masih terlihat tampan dan gagah di usia ku yang sekarang ini. Bukti nya kamu sangat mencintai ku bukan?" Daddy Nanda menggoda mommy Fika membuat Nara dan Fariz semakin terkikik geli melihat nya sedang kan Aydan masih merasa kesal dengan ucapan mommy dan istri nya tadi.


" Ish, itu kan lain lagi cerita nya" mommy Fika memutar bola mata nya malas. " Sudah lah, sekarang kita kembali ke topik utama. Jadi, bagai mana sayang, apa kamu menyukai pria itu?" Mommy Fika kembali menatap putri nya dengan tatapan menyelidik.


" Ah, emm" Fariz terlihat ragu saat mengatakan nya.


" Cepat katakan, apa kamu mencintai nya? Jangan membuat kami penasaran" timpal Nara dengan wajah yang terlihat tidak sabar.


" Kalau kamu mencintai nya, cepat katakan! Jangan buat kami semakin penasaran saja" mommy Fika menimpali dengan tak kalah tidak sabar nya dengan Nara, sedang kan daddy Nanda dan Aydan terlihat ikut menunggu jawaban dari Fariz.


" Aku tidak tahu, dan jangan bertanya lagi pada ku!" Fariz mengerucut kan bibir nya lucu. " Sekarang katakan pada ku, apa yang harus aku lakukan sekarang?"


" Kalau itu, lebih baik kamu tanya hati kamu sendiri! Apa yang kamu inginkan, kami tidak bisa memutuskan nya untuk mu karena ini kehidupan mu" mommy Fika menjawab dengan wajah yang terlihat serius dan semua yang ada di sana pun mengangguk tanda setuju saat Fariz melihat satu persatu wajah dari semua keluarga nya, dan itu membuat Fariz terlihat berpikir sejenak dan menghembuskan nafas lelah nya.


Akhir nya malam itu Fariz kembali ke kamar nya dengan perasaan yang masih bimbang dengan apa yang harus dia lakukan selanjut nya. Tapi Fariz setidak nya merasa lega karena keluarga nya sudah mengetahui tentang hal ini dan akan mendukung setiap langkah yang akan di ambil oleh nya, dan itu sudah cukup untuk membuat hati Fariz merasa lebih tenang.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat yang lain nya, tepat nya di kediaman keluarga Nakamura.


" Wajah ku sejak dulu memang seperti ini, apa kau tidak tahu kalau kakak mu ini sangat tampan" Devlin menangkap bantal sofa yang di lempar oleh Yuichi barusan.


" Cih, tampan dari mana nya" Yuichi mendengus kesal. " Katakan, apa kau ada masalah? Wajah mu itu sangat tidak enak untuk di lihat" Yuichi berkata dengan nada mengejek nya.


" Cih" Devlin ikut mendecih. " Aku hanya bingung dengan sikap Almy pada ku akhir - akhir ini" Devlin menghela nafas nya kasar. " Kau tahu, dia seolah menghindari ku selama beberapa hari ini dan lebih sering menghabiskan waktu nya dengan teman kerja nya" kini wajah Devlin terlihat sangat kesal.


Ya, sejak kejadian di mana Almyra melihat Devlin bersama dengan Nindy beberapa hari yang lalu, Almyra berusaha menjaga jarak dengan Devlin. Bukan apa - apa, Almyra hanya ingin menjaga hati nya sendiri agar tidak terluka terlalu dalam nanti nya jika pada akhir nya Almyra harus menerima kenyataan tentang Devlin yang sudah mempunyai kekasih. Tapi Devlin tidak mengetahui itu sama sekali, huh sungguh pria yang tidak peka🤔


" Almy, menghindari mu? Ck, tidak mungkin" Yuichi menggelengkan kepala nya, tentu saja Yuichi tidak percaya kalau seorang Almyra akan menjauhi Devlin, padahal Yuichi tahu betul bagai mana Almyra tidak akan pernah mau berjauhan dengan pria di hadapan nya itu.


" Ish, apa nya yang tidak mungkin? Bukti nya beberapa hari ini dia selalu menghindari ku, bahkan dia tidak pernah makan siang bersama ku lagi selama beberapa hari ini dengan alasan ingin lebih akrab dengan teman kerja nya" Devlin masih saja merasa kesal setiap kali dia mengingat sikap Almyra beberapa hari ini yang berubah seratus delapan puluh derajat dari biasa nya.


" Benarkah? Kalau itu alasan nya, mungkin saja itu benar. Lagi pula kalau aku jadi Almy, aku juga akan bosan jika setiap waktu harus bersama dengan mu" Yuichi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya seraya tersenyum mengejek pada Devlin. " Tapi apa kamu yakin tidak membuat suatu kesalahan?" Yuichi menatap Devlin dengan tatapan menyelidik nya, Yuichi masih merasa aneh dengan apa yang di lakukan oleh Almy pada Devlin menurut cerita dari Devlin sendiri karena Yuichi tahu betul bagai mana Almy yang seakan tidak mau jauh dari kak Devlin nya itu.


" Tentu saja aku yakin" Devlin mengangguk mantap.


" Ah, atau mungkin kamu tidak terlalu pandai memperlakukan seorang gadis" Yuichi kembali mengejek Devlin.


" Cih, kau bicara seperti itu seperti diri mu ahli nya saja" Devlin mendengus kesal. " Kau saja sudah kehilangan gadis yang kau cintai dan sampai sekarang saja belum kamu temukan" tambah Devlin lagi dengan nada mengejek nya.


" Ck, kau salah besar! Apa kamu tidak lihat wajah ku yang berseri - seri ini hah" Yuichi menaik turunkan alis nya lucu.


" Apa kamu sudah menemukan nya?" Devlin membulatkan ke dua bola mata nya, sedangkan Yuichi hanya tersenyum penuh arti. " Cih, hentikan senyum menyebal kan mu itu! Cepat katakan! Apa kamu menemukan nya?" Devlin semakin kesal saja melihat kelakuan sepupu nya yang terkadang menyebal kan itu.


"Menemukan? Menemukan siapa,?" Tiba - tiba terdengar suara yang tak asing datang menghampiri dua pria lajang yang sedang asyik mengobrol itu. Siapa kah dia? Tunggu bab selanjut nya ya😍😍


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏