My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 40



Beberapa hari telah berlalu, hari ini Yuichi mempunyai jadwal pertemuan dengan pemilik perusahaan yang sangat besar di Jakarta.


" Arfan, bagai mana pertemuan kita nanti dengan perusahaan itu?" Tanya Yuichi pada asisten pribadi nya.


"Semua sudah di atur bos, bos tinggal datang saja jam dua siang nanti ke sana" jawab Arfan.


" Bagus, persiap kan semua nya dengan benar! Aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun di pertemuan nanti" Yuichi berkata dengan nada tak ingin di bantah.


" Semua nya sudah beres bos, apa aku perlu pergi dengan anda?" Arfan mengerut kan kening nya.


" Apa kamu menyuruh ku mengurus semua nya sendirian ha, begitu?" Yuichi menatap tajam pada asisten nya itu.


" Glekk" Arfan menelan saliva nya susah. "Seperti nya aku sudah salah bicara" batin Arfan menggaruk kening nya. " Tentu saja tidak, saya pasti akan menemani dan membantu bos" jawab Arfan dengan senyum kikuk di bibir nya.


" Bagus" Yuichi mengangguk kan kepala nya.


" Kalau seperti itu, saya permisi bos" Arfan pun berbalik dan melangkah kan kaki nya untuk keluar dari ruang kerja Yuichi. " Oh ya, pertemuan kali ini akan di hadiri oleh wakil CEO dari perusahaan itu karena CEO di sana sedang ada kepentingan lain" ucap Arfan teringat akan satu hal sebelum dia melangkah lebih jauh lagi.


" Apa, bagai mana mereka bisa bersikap seperti itu? Cih, orang besar seperti mereka memang selalu bersikap seenak nya" Yuichi mendengus kesal.


" Saya tidak tahu bos, saya hanya menyampai kan apa yang saya terima dari perusahaan mereka" Arfan terlihat ragu saat mengatakan nya.


" Beberapa hari yang lalu mereka menolak kerja sama dengan perusahaan kita karena aku tidak hadir langsung dan menganggap kita kurang profesional, sekarang malah mereka yang bersikap seperti itu" ucap Yuichi dengan nada cibiran.


"Saya tidak tahu kalau soal itu, tapi asal bos tahu wakil CEO dari perusahaan mereka adalah anak ke dua dari keluarga itu. Dan aku dengar mereka selalu menyembunyikan identitas dari orang itu" jawab Arfan menjelas kan.


" Oh ya, tapi kenapa? Apa putra ke dua mereka cacat atau punya wajah yang sangat jelek?" Yuichi mengangkat alis nya sebelah.


" Aku tidak tahu, tapi yang pasti dia bukan seorang putra. Melainkan tuan putri"


" Tuan putri? Seperti nya dia sangat culun dan juga jelek, makan nya mereka menyembunyikan keberadaan nya dari publik" Yuichi berkata dengan nada mengejek nya, sambil membayang kan wajah wanita culun dan jelek dengan kaca mata tebal dan kawat gigi besar di mulut nya. Yuichi jadi brigidig ngeri sendiri saat membayang kan nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara itu di Balendra Corp, tampak Fariz yang sedang sibuk dengan beberapa berkas di hadapan nya. Di sana juga ada Herdy asisten pribadi sang kakak yang saat ini sedang membantu diri nya mengerjakan pekerjaan kantor yang seakan tidak ada habis nya itu.


" Kak Herdy, apa pekerjaan kak Aydan di sini memang selalu sebanyak ini setiap hari nya" Fariz mengusap wajah nya frustasi saat dia mengangkat kepala nya sejenak setelah berperang dengan beberapa berkas yang ada di hadapan nya.


" Benar kah? Ish, kalau tahu pekerjaan nya akan sebanyak ini dan membosan kan juga. Aku tidak mau ikut bergabung di perusahaan ini" Fariz mengerucut kan bibir nya lucu.


" Jangan bicara seperti itu nona, kalau bukan nona yang membantu tuan muda siapa lagi yang akan membantu nya?" Herdy berkata dengan nada yang serius.


" Ya ya ya, kak Herdy benar juga" Fariz mengangguk kan kepala nya. " Aku harus mulai terbiasa dengan ini bukan?" Tambah Fariz lagi dengan senyum manis di bibir nya.


" Iya nona" Herdy menunduk malu setelah melihat senyum manis dari atasan nya itu yang bisa membuat semua pria meleleh di buat nya. " Oh ya nona, jangan lupa pertemuan anda nanti jam dua siang di perusahaan ini!" Herdy mengingat kan Fariz akan pertemuan yang akan di adakan di perusahaan nya dengan beberapa perusahaan yang akan mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan nya.


Karena Balendra Corp yang memang sangat besar dan sangat terkenal di Indonesia, membuat banyak perusahan besar maupun kecil yang ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan itu. Hari ini bahkan ada lima perusahaan yang bersaing untuk mendapat kan kontrak kerja sama dengan mereka.


" Ya, aku tidak lupa. Kak Herdy persiap kan saja semua nya, aku akan menemui mereka nanti" jawab Fariz.


" Baik nona, nona tenang saja semua nya sudah saya urus. Anda tinggal hadir saja dalam pertemuan nanti siang" Herdy mengangguk mantap.


" Baik lah, terima kasih" lagi - lagi Fariz tersenyum manis membuat Herdy semakin salah tingkah saja.


" Sama - sama nona, kalau begitu saya permisi dulu" Herdy pun keluar dari ruangan Fariz untuk melanjut kan pekerjaan nya, lagi pula lebih lama lagi satu ruangan dengan adik dari bos nya itu sangat tidak baik untuk kondisi kesehatan jantung nya. Karena tidak bisa di pungkiri bahwa kecantikan yang di miliki oleh Fariz bisa membuat semua pria yang melihat nya akan terpesona dengan kecantikan nya termasuk Herdy yang merupakan pria normal pada umum nya.


" Coba aku lihat, perusahaan - perusahaan yang akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita" gumam Fariz seraya mengambil tumpukan berkas yang ada di sebelah kanan nya setelah dia menyelesai kan berkas yang lain nya.


Fariz pun membuka satu persatu berkas itu dan membaca nya, dari situ Fariz dapat mengetahui perusahaan mana saja yang akan hadir di pertemuan nanti siang. Dari situ juga Fariz dapat melihat beberapa roposal yang di ajukan oleh masing - masing dari mereka.


" Seperti nya mereka lumayan" Fariz mengangguk - angguk kan kepala nya setelah melihat tiga berkas di antara lima berkas di hadapan nya. " Coba kita lihat yang lain nya" gumam Fariz lagi seraya mulai membuka berkas ke empat.


Derrttt derrttt


Baru saja Fariz akan mulai membaca proposal itu, ponsel Fariz yang dia letak kan di atas meja nya terdengar bergetar dan ternyata itu adalah panggilan dari Amaira yang ada di Bandung sana.


Fariz pun langsung mengangkat panggilan itu dan melupakan apa yang sedang dia lakukan tadi, cukup lama Fariz dan Amaira mengobrol dalam sambungan telpon yang mereka lakukan itu. Biasa lah kalau mereka sudah mengobrol, pasti segala topik yang tidak penting pun akan mereka bicarakan. Amaira juga memberitahu kan Fariz tentang pria yang mencari keberadaan nya di apartemen lama nya, Amaira juga mendengar itu dari ibu yang tinggal di samping apartemen milik Fariz itu.


" Yui, apa itu kamu? Aku harap kamu baik - baik saja di mana pun kamu" gumam Fariz dengan wajah sendu setelah dia memutus kan panggilan nya dengan Amaira.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏