
Tap tap tap
Yuichi terlihat berjalan mondar - mandir di depan ruang rapat yang tadi dia gunakan untuk pertemuan antar perusahaan nya, terlihat beberapa kali Yuichi menghembuskan nafas nya kasar dan sesekali meraup wajah nya frustasi dengan wajah yang terlihat sangat cemas. Sedangkan Herdy dan Arfan sudah kembali bekerja dengan pekerjaan mereka masing - masing dengan masih banyak pertanyaan dalam kepala mereka
" Apa yang sebenar nya mereka bicarakan di dalam?" Batin Yuichi berhenti sejenak di depan pintu dan menatap pintu ruangan itu yang kini sedang tertutup rapat. " Semoga saja kobohongan ku ini tidak akan menjadi bumerang untuk diri ku sendiri nanti nya" Yuichi mengusap rambut nya kasar.
Ya tadi Aydan memerintahkan pada Yuichi, Arfan dan Herdy untuk keluar dari ruang rapat karena ingin mendengar kan penjelasan dari bibir adik perempuan nya secara langsung tentang apa yang di ucapkan oleh pria yang beberapa tahun lebih muda dari nya itu kepada nya barusan.
Shok, tentu saja itu di rasakan oleh Aydan sekarang ini. Bagai mana bisa adik perempuan satu - satu nya itu tiba - tiba sudah menjadi istri seseorang saja saat ini tanpa sepengetahuan diri nya atau keluarga nya yang lain.
" Cepat jelaskan!" Aydan melipat ke dua belah tangan nya di depan dada nya dengan tatapan tajam yang menatap langsung pada Fariz.
Saat ini Aydan dan Fariz sedang sama - sama duduk di kursi masing - masing. Tangan Fariz tak berhenti saling meremas satu sama lain untuk menyalurkan rasa gugup nya di hadapan kakak satu - satu nya itu.
" A aku akan menjelaskan nya" Fariz menghirup udara sejenak untuk menetralisir perasaan nya dan mulai memberanikan diri nya untuk menatap wajah kakak nya itu.
" Cepatlah" Aydan memajukan wajah nya dan lebih melebar kan telinga nya untuk mendengar kan apa yang akan di katakan oleh adik satu - satu nya itu.
Fariz pun langsung menjelaskan apa yang terjadi satu bulan lebih ke belakang saat diri nya tak sengaja bertemu dengan pria asing yang akhir nya mengira diri nya sendiri sebagai istri nya karena mengalami amnesia sebagian, Aydan pun hanya menyimak dan sesekali mengangguk kan kepala nya mengerti tanpa menyela perkataan Fariz sedikit pun. Sesekali Aydan juga tampak mengerut kan kening nya dengan raut wajah yang seakan tampak berpikir saat dia mencerna ucapan adik nya itu.
" Jadi, apa rencana mu selanjut nya?" Aydan menatap Fariz dengan tatapan menyelidik saat Fariz sudah menyelesai kan penjelasan nya. " Apa kamu akan melanjut kan drama ini?"
" Justru itu, aku juga bingung" Fariz menghela nafas nya dalam.
" Kenapa kamu bingung? Katakan saja yang sebenar nya, bukan kah sekarang dia sudah bertemu dengan keluarga nya" Aydan menaik kan sebelah alis nya.
" Ya aku tahu, tapi aku masih takut akan terjadi apa - apa pada Yui. Dan tentu saja aku tidak bisa membiar kan nya"
" Katakan pada ku! Apa kamu mencintai nya?" Aydan menatap intens wajah adik nya itu.
Deg
Jantung Fariz berdetak dengan sangat cepat, wajah Fariz juga tampak sangat terkejut saat mendengar pertanyaan dari kakak nya itu. Bagai mana bisa kakak nya berpikir seperti itu, apa terlihat sangat jelas? Pikir Fariz dengan hati yang bingung dengan jawaban apa yang akan dia berikan pada kakak nya itu.
" Jadi kamu sudah jatuh cinta pada pria itu?" Aydan kembali berucap saat melihat adik nya itu hanya diam dengan ekspresi yang bisa di tebak oleh diri nya.
" Katakan dengan jujur, apa kamu sudah jatuh cinta pada nya? Lalu bagai mana dengan dia?" Berkata dengan nada intimidasi saat melihat adik nya hanya diam sedari tadi, bahkan sikap nya malah terlihat seolah adik nya itu membenar kan apa yang di katakan oleh diri nya barusan.
" Aku tidak tahu" Fariz berkata dengan setengah berteriak menatap kakak nya dengan tatapan penuh kekesalan saat kakak nya itu memojok kan diri nya.
" Ck, aku pikir adik kecil ku ini tidak akan pernah dewasa dan jatuh cinta. Ternyata.." Aydan berkata dengan nada mengejek nya.
" Ish, aku ini sudah bukan anak kecil lagi ya" Fariz memberengut kesal.
" Ya ya ya" Aydan memutar bola mata nya malas. " Jadi bagai mana gadis kecil ku yang kini sudah dewasa, apa yang akan kamu lakukan untuk menghadapi pria itu?" Aydan terkekeh saat mengatakan nya.
" Eemm" Fariz menggigit ibu jari nya sendiri, dengan wajah yang tampak berpikir. " Bagai mana menurut kakak?" Bukan nya menjawab pertanyaan dari kakak nya, Fariz malah kembali bertanya pada kakak nya itu membuat Aydan menghela nafas nya kasar.
" Bagai mana dengan keluarga nya, apa mereka tahu? Dan bagai mana tanggapan mereka?"
" Mommy dan Daddy Yui pernah meminta ku untuk menikah sungguhan dengan anak mereka , tapi aku tidak tahu apa itu akan baik untuk kami berdua. Maksud ku, apa Yui tidak akan menyesali nya saat dia mengingat semua ingatan nya nanti" wajah Fariz kini berubah sendu.
" Aku mengerti" Aydan memegang ke dua pundak Fariz dengan lembut. " Tapi apa kamu tidak ingin membuat pria itu jatuh cinta dan tergila - gila pada mu sebelum itu terjadi?"
" Maksud kakak?" Fariz yang tadi nya sudah tertunduk lesu, kini mendongak kan kepala nya.
" Adik ku ini bukan nya sangat cantik hem?" Aydan tersenyum menggoda seraya tangan nya terulur memegang dagu Fariz. "Aku yakin kamu bisa menaklukan pria itu" kini Aydan mengerlingkan sebelah mata nya.
" Ish, kakak bisa saja" Fariz memukul pelan dada bidang Aydan dengan wajah yang tersipu malu membuat Aydan terkekeh melihat tingkah adik nya yang seperti itu, sudah lama Aydan tidak menggoda adik nya seperti itu karena jarak yang begitu jauh memisah kan mereka selama beberapa tahun ini.
Saking gemasnya Aydan pada adik nya itu, bahkan kini tubuh Fariz sudah ia tarik ke dalam dekapan nya dengan tawa kecil yang masih saja keluar dari bibir mereka berdua.
" Jadi, apa kakak mu ini harus membantu mu berbicara pada mommy dan daddy tercinta kita?" Aydan kembali menggoda Fariz sehingga Fariz kembali mendongak kan kepala nya untuk melihat wajah kakak nya yang tampan namun selalu terlihat menyebal kan itu.
" Bukan nya itu seharus nya Yui yang mengatakan nya?" Fariz tersenyum penuh arti.
" Ya, kamu benar! Lagi pula aku pikir, pria itu harus sedikit berjuang untuk mendapat kan adik kecil ku ini" Aydan mengangkat sudut bibir nya dan itu membuat Fariz yakin kalau kakak nya itu sudah membuat rencana konyol nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏