My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 77



Malam hari nya Yuichi baru kembali ke rumah nya setelah perjuangan nya sama sekali tidak membuahkan hasil , Yuichi berada di depan gerbang mansion sampai malam tiba. Bahkan Yuichi sampai lupa makan dan hanya meminum satu botol air mineral berukuran besar yang selalu dia bawa dalam mobil nya.


Seharian itu cukup banyak mobil yang keluar masuk mansion, namun tidak ada satu mobil pun yang membawa Fariz keluar dari mansion. Hanya mobil Daddy Nanda, Aydan dan beberapa kerabat mereka saja yang terlihat keluar masuk mansion dan Yuichi tentu saja memeriksa mereka semua dengan mencegat mobil mereka di depan gerbang satu per satu sehingga Yuichi harus menerima berbagai protes dan makian dari mereka. Sebenar nya yang memaki Yuichi hanya Aydan dan daddy Nanda, sedangkan yang lain nya tampak lebih menatap aneh pada diri nya karena tidak saling mengenal satu sama lain.


" Kamu baru pulang sayang, bagai mana apa kamu berhasil menemui Fariz?" Mommy Yemi tampak menyambut kedatangan putra kesayangan nya dengan wajah yang terlihat cemas.


" Tidak mom, aku tidak bisa bertemu dengan nya" Yuichi menggeleng lemah.


" Tidak apa - apa, kita bisa mencoba nya lagi besok. Sekarang lebih baik kita masuk, Devlin dan Almyra menunggu mu di dalam" mommy Yemi menggandeng tangan putra nya itu.


" Mereka ada di sini?" Yuichi mengerutkan kening nya.


" Ya, mereka ingin bertemu dengan mu" mommy Yemi dan Yuichi pun melangkah masuk ke dalam rumah mereka menuju ke ruang tamu di mana Devlin dan Almyra sedang berada di sana di temani oleh daddy Kenzie.


" Kak Yuichi dari mana saja, oh God itu wajah mu kenapa?" Almyra membulatkan mata nya saat melihat wajah Yuichi yang babak belur.


" Apa yang sudah terjadi pada mu, apa ini gara - gara melawan pengawal Nindy kemarin?" Devlin menunjuk kan wajah bersalah nya.


" Ish, tentu saja bukan. Aku kan sudah menceritakan semua nya pada kakak kalau saat itu Fariz dan kak Yuichi sangat hebat dalam melawan mereka. Dan seingat ku mereka tidak terluka sedikit pun" Almyra tampak berpikir.


" Fariz, apa dia ikut berkelahi bersama dengan mu?" Mommy Yemi terkejut mendengar ucapan Almyra barusan.


" Ya mommy, Fariz sangat jago bela diri. Bahkan mungkin lebih hebat dari ku" Yuichi menjawab dengan lemas sambil menduduk kan diri nya di samping Devlin sedangkan mommy Yemi duduk di samping daddy Kenzie.


" Ck, pantas saja kamu sampai seperti itu oleh daddy nya. Seperti nya keluarga mereka memang bukan keluarga biasa" daddy Kenzie berkata dengan nada mengejek nya.


" Mereka memang bukan keluarga biasa dad, apa daddy lupa siapa keluarga Balendra?" Yuichi memutar bola mata nya malas, kenapa juga daddy nya itu berbicara seperti itu. Bukan kah semua orang tahu betapa tidak biasa nya keluarga Balendra itu.


" Kau ini, maksud daddy mereka tidak seperti kalangan konglomerat pada umum nya yang hanya mengandalkan para bodyguard nya. Mereka juga membekali diri mereka dengan ilmu bela diri, pantas saja keluarga mereka jarang sekali bepergian dengan banyak bodyguard di sekitar mereka" daddy Kenzie menjelaskan maksud nya.


" Biar mommy ceritakan" mommy Yemi pun menceritakan bagai mana tuan Nanda melakukan hal itu sesuai dengan apa yang di ceritakan Yuichi pada nya, tak lupa mommy Yemi juga menceritakan bahwa Yuichi dan Fariz di pisahkan secara paksa oleh orang tua Fariz.


" Jadi sekarang kamu tidak bisa bertemu dengan Fariz?" Ucap Devlin menegaskan apa yang baru saja dia dengar.


" Ya, sejak tadi pagi aku berdiri di depan gerbang seperti seorang satpam, namun aku sama sekali tidak bertemu dengan Fariz" Yuichi merasa kesal saat mengingat kejadian tadi.


" Lalu apa kak Yuichi sudah mencoba menelpon Fariz?" Tanya Almyra.


" Sudah ratusan kali, tapi Fariz tidak pernah mengangkat satu panggilan pun. Aku juga mengirimi nya pesan tapi tidak pernah di balas, hanya di baca saja" jawab Yuichi dengan kurang bersemangat.


" Tunggu dulu!" Almyra langsung mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecil yang dia bawa dan langsung menekan beberapa tombol pada layar nya, sedangkan Devlin dan yang lain nya melihat Almyra dengan dahi yang mengkerut. " Halo!" Ucap Almyra dengan menggunakan ponsel nya, membuat semua yang ada di sana bertanya - tanya.


" Fariz kenapa kamu tidak mengangkat telpon dari kak Yuichi, apa kamu tahu dia sangat tersiksa karena itu?" Cecar Almyra kemudian pada ponsel nya membuat Yuichi dan yang lain nya membulatkan ke dua bola mata mereka.


" Berikan pada ku!" Yuichi yang sudah sangat merindukan gadis yang di cintai nya langsung merebut ponsel yang ada di tangan Almyra dan memeriksa nya dan ternyata benar, Almyra kini sedang melakukan panggilan dengan Almyra. Yuichi lupa kalau Almyra dan Fariz belakangan ini cukup dekat.


" Halo Fariz, apa benar itu kau? Aku sangat merindukan mu" ucap Yuichi setelah dia meletak kan ponsel Almyra di telinga nya.


Hening, hanya itu yang terdengar dari sebrang sana. Seperti nya Fariz tidak ingin berbicara pada Yuichi. " Baiklah jika kamu tidak ingin bicara, setidak nya aku tahu kamu baik - baik saja karena menerima panggilan dari Almyra. Asal kamu tahu aku sangat mencintai mu dan aku akan berjuang untuk hubungan kita, aku akan berjuang untuk cinta kita" Yuichi masih saja berbicara walau tidak ada yang menjawab nya. " Jaga diri mu baik - baik dan tunggu aku!'


Tut Tut


Panggilan diputuskan sepihak oleh Fariz tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Yuichi, Yuichi pun dengan berat hati langsung mengembalikan ponsel milik Almyra kembali. Almyra dan yang lain nya hanya bisa menatap iba pada Yuichi saat ini.


Sedangkan di sebuah kamar bernuansa biru laut, tampak Fariz yang sedang menangis sesegukan seraya memegang ponsel nya dengan erat. Fariz yang baru saja mematikan panggilan dari Almyra yang di pakai oleh Yuichi karena merasa tidak sanggup lagi menahan tangis nya. Tubuh Fariz kini beegetar hebat dengan isakan tangis yang keluar dari bibir nya, sungguh Fariz saat ini merasa dilema. Di satu sisi Fariz tidak ingin berpisah dengan Yuichi, tidak di pungkiri kalau diri nya sangat bahagia saat mendengar ucapan Yuichi yang mengatakan akan berjuang untuk hubungan mereka. Tapi Fariz juga tidak mau melihat wajah kecewa daddy nya lagi, apa lagi membuat Daddy nya marah seperti kemarin lagi.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰