My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 22



" Jadi, apa yang terjadi pada mu tadi? Bagai mana bisa kamu tergeletak di lantai seperti tadi?" Fariz menatap Yui dengan tatapan menyelidik. Kini ke dua nya sedang duduk di atas sofa ruang tamu, Fariz memberikan air hangat untuk Yui minum saat itu juga.


" Aku hanya berpikir tentang pekerjaan, dan tiba - tiba kepala ku sakit. Dan setelah itu aku tidak bisa mengingat apa pun lagi" jawab Yui dengan wajah yang terlihat lemas.


" Pekerjaan?" Fariz mengerut kan kening nya.


" Ya, pekerjaan. Bukan kah seharus nya aku yang seorang suami harus nya bekerja? Aku jadi penasaran dengan pekerjaan ku sebelum nya, apa aku ini seorang karyawan sebuah perusahaan?" Kenzi malah balik bertanya pada Fariz.


" Mana aku tahu" batin Fariz ingin sekali mengatakan itu saat ini, tapi dia tidak mungkin mengatakan nya mengingat kondisi Yui yang mengingat diri nya sebagai istri dari pria itu. " Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Dari pada menjawab dengan jawaban yang tidak tahu apa, Fariz lebih memilih untuk kembali bertanya pada Yui.


" Tadi, dalam bayangan ku aku sedang bekerja mengenakan setelan jas dan meja kerja ku juga cukup besar. Apa aku ini seorang direktur ya, atau seorang CEO mungkin?" Yuichi mengangkat sebelah alis nya.


" Ha ha ha... Kamu ini ada - ada saja" Fariz tertawa seraya menepuk pundak Yuichi dengan cukup keras. " Kalau kamu direktur atau CEO, tidak mungkin kamu menikah dengan seorang kurir. Apa lagi tinggal di apartemen kecil seperti ini" Fariz masih tertawa kikuk. " Apa mungkin benar ya, seperti nya dia memang dari keluarga yang cukup berada" batin Fariz.


" Kamu benar juga" Yuichi ikut tertawa kikuk. " Tapi kalau seandai nya aku memang seorang CEO bagaimana?" Tambah Yuichi setelah dia menghenti kan tawa nya.


" Bagus dong, itu berarti kamu orang yang sangat kaya" jawab Fariz dengan enteng nya sambil masih mengeluarkan tawa nya.


" Kamu benar, dan dengan begitu mungkin aku bisa mencukupi kebutuhan hidup kita tanpa kamu harus bekerja" Yuichi tiba - tiba mendekat kan wajah nya pada wajah Fariz dengan senyum manis di bibir nya, membuat Fariz seketika menghenti kan tawa nya dan menelan saliva nya susah saat wajah tampan dan manis itu berada tepat di depan wajah nya tanpa jarak. Jantung Fariz tiba - tiba berdetak dengan sangat kencang, entah kenapa kini perasaan nya menjadi tidak menentu seperti ini. Bahkan diri nya bagai dihipnotis sehingga Fariz seakan masuk ke dalam dunia nya sendiri saat ini.


" Ish, itu kan baru pikiran mu saja" Fariz yang seolah baru sadar dari rasa terpesona dengan wajah pria tampan di hadapan nya ini langsung mendorong tubuh Yuichi agar menjauh dari nya. " Lebih baik sekarang kita makan, aku sudah lapar" Fariz buru - buru pergi ke dapur untuk menyiap kan makanan yang tadi dia bawa dari tempat kerja nya untuk makan malam mereka. " Haish, aku pasti sudah gila" gumam Fariz seraya merutuki kebodohan nya karena sudah merasakan perasaan yang tidak seharus nya dia rasakan pada pria itu.


Akhir nya malam itu Yuichi dan Fariz menikmati makan malam mereka dengan suasana hening, mereka berdua terhanyut dengan pikiran mereka masing - masing. Fariz masih saja memikir kan perkataan Yuichi tadi, begitu pun Yuichi yang masih berusaha mengingat tentang masa lalu yang dia lupakan.


" Istri ku, apa malam ini aku boleh tidur di kamar bersama mu?" Yuichi menatap Fariz dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Tapi malam ini aku kurang enak badan, apa kamu tidak lihat tadi aku pingsan seperti itu?" Yui memasang puppy eyes nya. " Ukhuk.. ukhuk.. kamu lihat! Seperti nya aku juga terkena flu karena seharian terbaring di atas lantai" Yuichi juga mengeluarkan batuk nya dengan wajah yang terlihat memelas dan menyedih kan.


" Haish, kenapa dia malah menunjuk kan wajah yang seperti itu sih? Aku kan jadi tidak tega, oh God apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batin Fariz mengerang frustasi. Fariz bingung harus bagai mana sekarang, kalau dia mengizinkan Yuichi untuk tidur di kamar maka berarti diri nya yang harus tidur di sofa dan Fariz tidak terbiasa dengan itu. Bisa tidak tidur semalaman dia, dan jika dia tidak mengizinkan Yuichi untuk tidur di kamar nya tentu saja Fariz tidak akan tega membiar kan pria itu tidur di tempat yang sempit seperti sofa di saat diri nya sedang sakit seperti itu. Dan Fariz juga tidak mungkin bukan tidur di dalam kamar yang sama dengan pria yang jelas bukan muhrim nya.


" Istri ku" melihat Fariz yang hanya diam saja membuat Yuichi kembali memanggil nya.


" Ya" seakan tersadar dari lamunan nya, Fariz pun menjawab seada nya.


" Bagaimana, apa aku boleh tidur di kamar malam ini? Tapi kalau tidak boleh aku juga tidak akan memaksa mu" Yuichi menunjuk kan wajah kecewa nya, namun dalam hati Yuichi saat ini sedang tersenyum penuh arti menunggu jawaban dari Fariz.


Jika Yuichi lihat dari raut wajah Fariz saat ini, gadis itu jelas sedang merasa kebingungan karena keinginan diri nya itu. Yuichi pikir ini adalah kesempatan bagi nya untuk bisa tidur di kamar dengan istri nya itu, karena Yuichi pikir bukan kah memang seharus nya pasangan suami istri itu seperti itu?


Ya Yuichi, kamu memang benar! Memang seharus nya seperti itu, tapi tidak dengan kalian karena kalian bukan pasangan suami istri yang sebenar nya. Dan itu hanya di pikiran mu saja, tidak dengan kenyataan nya 🤣🤣


" Haish, merepotkan saja" gumam Fariz pelan dengan perasaan yang cukup kesal. " Baiklah, akan aku izinkan. Tapi hanya untuk malam ini saja ya" putus Fariz pada akhir nya membuat Yuichi bersorak dalam hati nya.


" Yes, akhir nya" batin Yuichi. " Baiklah, tidak apa - apa walau hanya semalam juga. Terima kasih istri ku" Yuichi tersenyum manis.


" Ya, hanya untuk malam ini saja. Tidak ada malam yang lain nya lagi" ucap Fariz dengan nada yang di tekan kan, dan Yuichi pun mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.


" Baik lah istri ku, mungkin kamu sekarang mengatakan hanya untuk malam ini. Tapi bagi ku, ini adalah awal yang akan membuat hubungan kita menjadi lebih baik lagi" batin Yuichi menatap penuh arti pada gadis yang dia anggap sebagai istri nya itu.


Jangan lupa like vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏