My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 76



Keesokan hari nya Yuichi pagi - pagi sekali sudah berada di depan pintu gerbang mansion keluarga Balendra dengan wajah yang masih terlihat lebam dan beberapa plester menutupi luka nya.


" Ayolah pak, izinkan saya masuk sebentar saja" Yuichi memohon untuk di izinkan masuk ke dalam pintu gerbang mansion pada pak Dadang yang merupakan salah satu satpam yang ada di sana.


" Maaf tuan, tuan Nanda sudah berpesan untuk tidak mengizinkan anda masuk" pak Dadang berkata dengan nada tidak enak nya.


" Tapi aku hanya sebentar pak, aku hanya ingin bertemu dengan Fariz" Yuichi masih memohon.


" Maaf tuan, saya tidak bisa. Sebaik nya tuan pergi saja dari sini, dari pada membuat saya terkena masalah!" Pak Dadang takut kalau kehadiran Yuichi di sana akan membuat nya di marahi oleh tuan besar nya. Apa lagi daddy Nanda di kenal sebagai majikan yang sangat tegas dan tidak bisa menerima kesalahan apa pun.


" Tidak pak, aku tidak akan pergi dari sini sebelum bisa bertemu dengan Fariz " Yuichi masih keukeuh tidak mau pergi dari sana.


" Terserah tuan saja kalau begitu" pak Dadang masuk kembali ke dalam pos nya dan membiarkan Yuichi di sana, pak Dadang pikir tidak ada guna nya menghalangi pria itu karena Yuichi sangat keras kepala dan tidak bisa di larang.


Yuichi pun menunggu di depan pintu gerbang dengan perasaan gelisah, Yuichi sudah berusaha menghubungi Fariz dengan menggunakan ponsel nya sejak kemarin malam. Namun Fariz tak kunjung juga mengangkat panggilan dari Yuichi itu, begitu pun dengan semua chat yang Yuichi kirim sama sekali tidak di balas oleh Fariz. Setelah beberapa waktu, Yuichi pun melihat sebuah mobil keluar dari dalam mansion dan Yuichi tahu mobil siapa itu.


" Fariz, bisa kah kita bicara?" Yuichi mengetuk kaca mobil yang baru saja keluar dari dalam gerbang. Mobil yang biasa di gunakan oleh Fariz jika bepergian.


" Cepat pergi, dan jangan datang lagi ke mari" betapa terkejut nya Yuichi saat melihat siapa yang ada di dalam mobil itu, ternyata mobil itu di naiki oleh daddy Nanda dan Fariz sama sekali tidak ada di sana. " Aku sudah mengira kalau kamu tidak akan menurut padaku" daddy Nanda berkata dengan nada dingin nya seraya membuka kaca mobil yang di naiki nya. " Berhenti datang ke sini karena itu akan sia - sia untuk mu!" Setelah mengatakan itu mobil yang membawa daddy Nanda pun pergi dari hadapan Yuichi meninggalkan Yuichi dengan perasaan kesal nya.


" Bagai mana cara nya agar aku bisa bertemu dengan Fariz? Ini pasti tidak akan mudah" Yuichi mengacak rambut nya frustasi.


Sementara Yuichi merasa kesal karena tidak bisa bertemu dengan Fariz, tak jauh beda dengan Fariz yang juga merasa kesal pada diri nya sendiri yang tidak bisa berbuat apa - apa saat ini walau diri nya tahu bahwa Yuichi berada di luar gerbang rumah nya. Fariz tahu itu saat pak Dadang menghubungi daddy nya saat sedang sarapan tadi, dan karena hal itulah Fariz jadi tidak di izinkan untuk keluar dari mansion saat ini.


" Mommy apa yang harus aku lakukan sekarang?" Fariz berkata dengan perasaan bingung pada mommy Fika yang sedang bersama nya di dalam kamar. Beberapa saat yang lalu, seluruh anggota keluarga Balendra baru saja menyelesaikan sarapan mereka. Namun Fariz tidak menyentuh makanan nya sama sekali sehingga mommy Fika mengantarkan sarapan Fariz ke kamar nya. " Apa mommy tidak bisa membujuk daddy agar dia mau memaafkan kami dan menerima hubungan kami?" Fariz menatap mommy Fika dengan tatapan memohon nya.


" Bukan nya mommy tidak mau, tapi mommy tidak bisa sayang. Kamu tahu sendiri kan daddy kamu itu orang nya kayak gimana, dia itu keras kepala" ucap mommy Fika menggerutu kesal.


" Mommy benar" Fariz mengangguk angguk kan kepala nya setuju dengan ucapan mommy nya itu. Daddy Nanda memang orang yang sangat keras kepala dan tidak mudah untuk di bujuk jika sudah memutuskan sesuatu termasuk oleh istri nya sendiri.


" Lebih baik kita lihat saja bagai mana perjuangan pangeran mu itu, mommy yakin Yuichi pasti akan bisa meluluhkan hati daddy mu yang keras itu" mommy Fika berkata dengan santai nya.


" Mungkin saja, kenapa tidak" mommy Fika mengangkat bahu nya acuh. " Itu juga kalau Yuichi memang benar mencintai mu dan mau berjuang untuk mu, kalau tidak? Ya, kamu bersiap mengucapkan selamat tinggal pada pria muda itu" tambah mommy Fika membuat Fariz berpikir.


" Mommy benar, apa cinta Yuichi sebesar itu? Apa dia akan mau berjuang demi bersama ku?" Tanya Fariz dengan wajah sendu nya.


" Entahlah" lagi - lagi mommy Fika mengangkat bahu nya acuh. " Lebih baik kamu tanya hati mu sendiri, apa kamu yakin Yuichi sangat mencintai mu?" Mommy Fika menunjuk pada dada Fariz membuat Fariz menunduk dengan wajah yang tampak berpikir.


" Entahlah mom, apa aku bisa berharap?" Fariz memandang mommy Fika dengan tatapan penuh arti.


" Tentu saja " mommy Fika mengangguk mantap. " Dengan begitu kamu juga bisa tahu seberapa besar cinta yang dia miliki untuk mu" mommy Fika memegang wajah Fariz dengan lembut. " Tapi apa kah kamu tahu, berharap dan berjuang untuk cinta itu membutuhkan banyak energi? Jadi makan lah makanan mu, jangan sampai saat Yuichi berhasil meyakinkan daddy mu. Kamu malah sakit karena kekurangan makan" mommy Fika terkekeh saat mengatakan nya.


Mommy Fika tidak mau kalau putri nya larut dalam kesedihan dan tidak mau makan sehingga putri nya akan jatuh sakit karena itu, jadi mommy Fika berusaha untuk menghibur Puti nya itu.


" Ish, mommy bisa saja. Mommy mengatakan itu agar aku mau memakan sarapan ku, iya kan?" Fariz mengerucutkan bibir nya lucu.


" Tentu saja, lagi pula mommy tidak mau putri mommy ini sakit" mommy Fika menyodorkan nampan berisi makanan yang tadi dia bawa untuk Fariz. " Ayo makan, mommy yakin Yuichi pasti akan sedih jika kamu tidak mau makan dan selalu bersedih" tambah mommy Fika lagi meyakinkan Fariz.


" Baiklah, terima kasih mom" Fariz tersenyum seraya mengambil makanan yang di bawa mommy Fika tadi dan memakan nya.


" Tapi aku tidak ingin terlalu berharap, lagi pula aku tidak mau mengecewakan daddy lagi. Aku tidak mau lagi melihat daddy marah seperti waktu itu, mommy tahu? Saat itu aku sangat ketakutan dan rasa nya sangat membenci diriku sendiri" wajah Fariz berubah sendu sambil menatap makanan yang ada di hadapan nya.


Ya, Fariz baru pertama kali melihat Daddy nya marah seperti itu dan itu sungguh membuat hati Fariz terluka, apa lagi saat melihat Daddy nya menatap diri nya dengan tatapan sangat kecewa. Sungguh itu membuat Fariz merasa sangat bersalah.


" Aku tidak akan berhubungan lagi dengan Yui jika daddy tidak menyukai nya" tambah Fariz lagi dengan berat hati.


" Apa kamu yakin sayang?" tanya mommy Fika yang di angguki oleh Fariz.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰