My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 23



" Kalau begitu, mari kita tidur istri ku!" Yuichi terlihat sangat bersemangat seraya tangan nya menarik tangan Fariz untuk masuk ke dalam kamar.


" Ya, ini juga sudah malam" jawab Fariz dengan wajah yang terlihat lesu mengikuti langkah Yuichi.


Tak menunggu lama, Yuichi pun menjatuh kan diri nya di atas tempat tidur yang empuk dan nyaman dengan aroma tubuh Fariz yang menyeruak masuk ke dalam Indra penciuman nya.


" Kemari lah, kita tidur. Kamu pasti sudah sangat lelah setelah seharian bekerja" Yuichi menepuk bantal kosong yang ada di samping nya.


" Tidak, aku akan tidur di sofa malam ini. Tidur lah yang nyenyak" Fariz mengambil bantal dan selimut milik nya dan bersiap untuk keluar lagi dari kamar nya.


" Tidur di sofa? Tapi kenapa?" Yuichi langsung bangun dari posisi nya dengan wajah yang terlihat kecewa.


" Kenapa, tentu saja karena diri mu" batin Fariz memutar bola mata nya malas. " Tentu saja karena kamu sakit dan harus beristirahat dengan benar, jadi untuk malam ini biar aku saja yang tidur di atas sofa" jawab Fariz berusaha menutupi kekesalan nya.


" Tapi bukan kah kita bisa tidur bersama? Maksud ku bukan kah pasangan suami istri memang seperti itu?" Yuichi berkata dengan dahi yang mengkerut.


" Tidur bersama?" Fariz membulat kan ke dua bola mata nya saat mendengar ucapan Yuichi barusan. " Tentu saja tidak, apa kau sudah gila?" Fariz langsung menyilang kan ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang terlihat panik. Sungguh Fariz tidak habis pikir dengan apa yang di pikir kan pria di hadapan nya itu.


" Aku tidak gila sayang, bukan kah pasangan suami istri biasa nya seperti itu?" Yuichi jelas tidak mengerti dengan apa yang di katakan gadis itu, karena dalam pikiran nya diri nya dan gadis itu sudah menikah dan telah sah menjadi pasangan suami istri.


" I itu" mendengar jawaban dari Yuichi, jelas membuat Fariz kembali gelagapan. Karena yang pria itu pikir, mereka memang sudah menikah saat ini walau pun kebenaran nya tidak sama sekali.


" Itu apa?" Yuichi menatap Fariz dengan tatapan menyelidik nya.


" Itu bagi pasangan yang lain nya, tapi tidak untuk kita" jawab Fariz asal dengan wajah yang tidak berani menatap langsung Yuichi.


" I itu karena kamu dan aku baru menikah beberapa hari dan kamu jelas belum mendapat kan restu dari orang tua ku, apa kamu pikir aku akan dengan mudah nya tidur bersama mu hah?" Ucap Fariz beralasan.


" Restu dari orang tua mu? Katakan, apa kita menikah secara diam - diam? Tapi kenapa, apa orang tua mu tidak menyukai ku?"


" Haish, seperti nya aku salah bicara. Bagai mana bisa orang tua ku memberi restu nya, orang kalian saja tidak pernah bertemu. Dan bukan kah pernikahan ini juga hanya dalam pikiran mu saja? Oh God, bantu aku menghadapi nya" batin Fariz semakin prustasi saja saat ini.


" Sayang, ayo katakan! Apa orang tua mu tidak menyukai ku? Tapi kenapa, apa aku kurang tampan? Atau karena aku belum punya pekerjaan?" Yuichi jelas menjadi cemas setelah mendengar ucapan Fariz barusan, Yuichi pikir bukan kah restu dari mertua nya sangat penting untuk kelangsungan rumah tangga nya.


" Ah, tidak - tidak. Baiklah, aku akan tidur di sini apa kamu puas? Jangan bertanya lagi pada ku!" Fariz langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur nya dengan perasaan kesal dengan posisi membelakangi Yuichi, kenapa juga diri nya harus terjebak dalam kondisi yang membingung kan seperti ini. Apa lagi dengan pria asing yang baru dia temui beberapa hari ini, Fariz bahkan tidak berani memikirkan apa yang akan di lakukan orang tua dan kakak nya bila mengetahui kalau diri nya tinggal bersama dengan seorang pria tanpa ikatan pernikahan. Oh God, lama - lama Fariz bisa di buat gila oleh masalah ini.


" Oh iya, tunggu dulu!" Fariz yang mengingat sesuatu langsung bangkit lagi dari posisi nya dan mulai mengambil bantal guling yang di miliki nya. " Ini batasan nya, kamu jangan melewati batasan mu dan begitu pun diri ku. Ingat itu!" Fariz membatasi tempat nya dan tempat Yuichi dengan bantal guling yang ada di sana, Fariz pikir ini cara terbaik untuk saat ini agar mereka tidak melewati batasan mereka. Bukan kah kita harus selalu waspada, dari pada ada setan yang melintas dan membuat khilap ke dua nya lebih baik antisipasi terlebih dahulu pikir Fariz.


" Baik lah, aku akan tetap berada di bagian ku. Tidur lah yang nyenyak istri ku!" Yuichi pun dengan perasaan yang agak kecewa memilih untuk tidur dan beristirahat, kecewa itu pasti di rasakan Yuichi saat ini. Tapi Yuichi juga tidak bisa berbuat apa pun saat ini, yang harus dia lakukan saat ini hanya bersabar.


Malam pun semakin larut, Yuichi yang memang tidak enak badan langsung bisa tertidur pulas tak lama setelah dia membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur Fariz yang terasa nyaman. Sedangkan Fariz sendiri tidak bisa tidur karena ada seorang pria yang tidur bersama nya. Bisa di bayangkan bagai mana perasaan Fariz saat ini, rasa takut bercampur gugup kini dia rasakan. Bayang kan saja, Fariz yang biasa nya hidup sendiri, kini harus tinggal bahkan tidur bersama dengan seorang pria yang bahkan dia tidak tahu jelas asal usul nya.


Waktu menunjuk kan pukul dua dini hari, dan akhir nya Fariz pun bisa juga memejam kan ke dua mata nya dan terlelap ke dalam mimpi nya. Waktu terus bergulir dengan sangat cepat, dan akhir nya bulan pun sudah mulai pulang ke peraduan nya dan di gantikan oleh sang mentari pagi yang mulai menyinari permukaan bumi. Suara burung terdengar merdu bernyanyi di pagi yang terlihat cerah hari ini, kokokan ayam jantan pun juga tak kalah menyemarak kan pagi yang baru saja tiba mengganti kan sang malam.


Dua orang berbeda jenis yang ada di sebuah kamar gedung apartemen terlihat tidak terusik dengan rasa nyaman yang ke dua nya rasakan saat ini. Hangat, itu yang mereka rasakan saat ke dua nya terlihat saling berpelukan satu dengan yang lain nya.


" Ngghh" lenguh sang gadis tanpa membuka ke dua mata nya yang seakan masih berat untuk dia buka saat ini. " Hangat dan nyaman sekali guling ku ini, tidak seperti biasa nya" batin Fariz masih dengan menutup mata nya. Tidur di jam yang sudah hampir dini hari membuat nya enggan untuk sekedar membuka mata nya saat ini, apa lagi rasa nyaman dari sesuatu yang dia peluk membuat nya semakin tidak mau melepas kan kenyamanan yang baru saja dia rasakan seumur hidup nya itu.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏