
" Cih, dia masih saja suka seenak nya sendiri" Devlin mendengus kesal.
" Kamu benar kak, tapi kita tidak mungkin membiar kan kak Yuichi pergi ke Bandung sendirian. Lagi pula aku sudah bosan melihat tampang nya yang selalu cemberut dan terlihat lesu" Almyra terkekeh saat mengatakan nya.
" Kamu benar" Devlin mengangguk setuju.
Akhir nya mereka bertiga pun berangkat ke Bandung siang itu juga setelah Yuichi dengan susah payah membujuk mommy nya Yemi agar mengizinkan nya pergi.
" Akhir nya aku bisa bertemu dengan Fariz, rasa nya aku sudah tidak sabar" ucap Yuichi dengan penuh semangat saat mereka berada di dalam mobil milik Devlin. Devlin yang menyetir dengan Almyra duduk di samping nya sedang kan Yuichi duduk di kursi belakang.
" Seperti nya kamu sudah tidak sabar ya" ucap Devlin dengan nada mengejek nya.
" Tentu saja, kamu tahu? Entah kenapa sejak pertama aku berjumpa dengan nya, hati ku langsung saja berdebar tak karuan. Dan ternyata Tuhan memberikan skenario yang rumit untuk mendekat kan kami" jawab Yuichi menerawang kembali apa yang sudah terjadi antara diri nya dengan Fariz.
" Ish, kenapa kisah cinta mu itu sangat manis sih kak?" Almyra ikut menimpali.
" Ya, rasa manis setelah pil pahit yang ku telan saat mommy ku sendiri mempermalu kan ku di hadapan mu" Yuichi mendengus kesal.
" Ha ha, kakak masih mengingat nya? Maaf" Almyra tertawa kikuk.
" Sudah lah, semua sudah berlalu. Aku juga sudah tidak mau mengingat nya" jawab Yuichi malas.
" Lalu, apa kamu akan bilang kalau kamu sudah mengingat semua nya pada gadis itu?" Ucap Devlin.
" Ah, bagus kau menanyakan nya. Justru itu aku masih bingung" Yuichi tampak berpikir.
" Maksud mu?" Devlin mengerut kan kening nya.
" Aku bingung, apa lebih baik aku terus berpura - pura amnesia saja ya. Agar dia bisa terus menemaniku sebagai istri ku, walau pun itu hanya pura - pura" ucap Yuichi tampak berpikir.
" Ish, apa kakak gila? Memang nya kakak mau Fariz terus menjadi istri pura - pura kakak apa? Maksud ku, apa kakak tidak mau menyatakan cinta kakak dan menikah sungguhan dengan nya?" Almy berbicara dengan nada kesal nya. " Lagi pula aku pikir Fariz tidak akan senang jika terus di bohongi oleh kakak" tambah Almyra lagi.
" Apa menurut mu begitu?" Yuichi mengerutkan kan kening nya.
" Yap" Almyra mengangguk - angguk kan kepala nya.
" Aku juga setuju dengan Almy, lebih baik kamu katakan yang sebenar nya dan lamar dia untuk menjadi istri yang sesungguh nya" Devlin mengangguk setuju. " Bukan nya menjadi istri pura - pura" tambah Devlin lagi dengan nada mengejek nya.
" Akan aku pikir kan" Yuichi tampak berpikir.
Perjalanan panjang mereka menuju kota Bandung pun berjalan dengan cukup lancar, sepanjang perjalanan mereka isi dengan percakapan tentang banyak hal yang membuat perjalanan panjang itu tidak membosan kan. Sampai akhir nya perjalanan mereka pun berakhir saat mobil mewah milik Devlin sampai di depan apartemen Fariz.
Tak menunggu lama, Yuichi pun langsung turun di ikuti oleh Devlin dan Almyra menuju ke lantai di mana apartemen milik Fariz berada.
Tok
Tok
Tok
" Kemana pergi nya gadis itu?" Ucap Yuichi dengan gelisah seraya tangan nya terus mengetuk pintu.
Ceklek
Terdengar suara pintu yang di buka, tapi bukan dari apartemen yang pintu nya kini sedang di ketuk oleh Yuichi.
" Kalian teh sedang cari siapa?" Seorang wanita paruh baya terlihat keluar dari apartemen yang berada di sebelah apartemen Fariz.
" Maaf bu, kami mencari penghuni apartemen ini. Apa dia sedang bekerja?" Yuichi menghampiri wanita itu.
" Maksud kalian teh, Neng Fariz ya?" Jawab ibu itu.
" Ya, maksud saya itu" Yuichi terlihat bersemangat.
" Kalau Neng Fariz mah atuh sudah pergi sejak beberapa hari yang lalu, dia pamit sama ibu katanya mau pulang ke rumah orang tua nya yang ada di Jakarta" jawab ibu itu menjelas kan setelah dia tampak berpikir sebelum nya.
" Apa, ke Jakarta? Memang Fariz bukan asli orang sini ya Bu?" Yuichi tampak terkejut dengan ucapan ibu - ibu itu barusan, begitu pun Devlin dan Almyra.
" Ibu Neng Fariz memang orang Bandung, tapi sudah lama tinggal di Jakarta dan menikah di sana. Tapi ibu dengar Neng Fariz memang sejak remaja tinggal di kota ini bersama dengan kakek dan nenek nya, tapi semenjak kakek dan nenek nya meninggal Neng Fariz memilih tinggal sendiri di sini. Tapi Neng Fariz bilang sama ibu kalau dia pulang karena ayah nya sedang sakit dan seperti nya akan menetap di sana, ini saja Neng Fariz titipin kunci apartemen nya ke ibu biar ibu bisa beres - beres di dalam" ibu itu tampak menjelas kan.
" Jadi kemungkinan Fariz kembali lagi ke sini sangat tipis ya Bu?" Tanya Devlin.
" Bisa di bilang seperti itu Ujang kasep" ibu itu tersenyum ramah pada Devlin.
" Nama saya Devlin Bu, bukan Ujang" jawab Devlin dengan wajah tak suka nya.
" Oh iya Ujang Devlin" ibu itu mengangguk dengan senyum kikuk di wajah nya.
" Devlin aja Bu, tidak perlu pakai Ujang" Devlin menggerutu kesal.
" Ish, sudah lah. Lagi pula orang Sunda aku dengar memang seperti itu" Almyra menyikut pinggang Devlin, dan akhir nya Devlin hanya menghembuskan nafas nya kasar. " Baiklah Bu, terima kasih atas informasi nya!" Tambah Almy lagi dengan senyum ramah di bibir nya.
" Sama - sama atuh neng" ibu itu tersenyum ramah pada Almyra dan Almyra pun membalas nya.
" Tapi apa ibu tahu di mana Fariz tinggal di Jakarta, atau rumah saudara nya yang ada di Bandung?" Yuichi masih merasa penasaran dengan gadis yang sudah menjadi istri pura - pura nya beberapa Minggu yang lalu.
" Maaf Ujang kasep, kalau itu ibu tidak tahu. Karena selama Neng Fariz tinggal di sini, Neng Fariz tidak pernah mengatakan nya pada ibu. Hanya itu yang neng Fariz ceritakan bila ibu tidak sengaja bertemu dan mengobrol dengan nya, asal kalian tahu Neng Fariz itu sangat rajin dan selalu sibuk" ibu itu terkekeh di akhir kalimat nya.
Yuichi pun mengangguk setuju karena dia tahu sendiri bagai mana Fariz selama diri nya tinggal bersama dengan gadis itu, gadis itu adalah gadis yang sangat rajin dan juga ulet. Bahkan dia jarang sekali mengambil hari libur nya yang hanya satu kali dalam seminggu itu.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏