
Sore hari nya, seperti yang sudah di janjikan, Fariz dan Almyra bertemu dan pergi bersama ke hotel Balendra di mana di sana di adakan pesta perayaan ulang tahun perusahaan yang di pimpin oleh Nindya. Banyak tamu dari kalangan pengusaha akan datang ke pesta itu, termasuk Devlin dan Yuichi yang juga di undang oleh Nindya. Tak lupa Aydan dan Nara yang juga ikut hadir sebagai tamu kehormatan di sana, Fariz pun tidak mau ketinggalan untuk menghadiri pesta itu mengingat siapa Fariz dan posisi nya yang lumayan penting di kalangan para pengusaha.
Sementara Almyra menjadi salah satu pelayan di sana agar bisa lebih leluasa menyelidiki Nindy dan anak buah nya, tentu saja penampilan Almyra juga di ubah sedemikian rupa oleh Fariz sore ini sebelum para tamu yang lain nya berdatangan ke Balendra Hotel. Almyra kini memakai seragam pelayan dengan kaca mata tebal bertengger di atas hidung nya, jangan lupakan tompel yang lumayan besar di tempel kan pada pipi sebelah kanan nya dengan kawat gigi yang juga ikut melengkapi penampilan Almyra saat ini. Sedangkan Fariz tampak cantik dengan gaun berwarna hijau mint yang melekat di tubuh mungil nya, sungguh terbalik dengan penampilan Almyra sat ini yang bisa di katakan jauh dari kata cantik sekalipun.
Bukan hal yang sulit bagi Fariz untuk menyusup kan Almyra sebagai pelayan di sana. Ya status nya sebagai tuan putri keluarga Balendra kini Fariz akui bisa membantu nya juga dalam hal seperti ini.
" Hmmmpth" Fariz menahan tawa nya saat melihat penampilan Almyra saat ini.
" Cih, jika ingin tertawa, tertawa saja jangan di tahan!" Almyra mandengus kesal seraya melemparkan cermin kecil yang ada di tangan nya ke atas ranjang yang ada di dekat nya.
Almyra dan Fariz kini sedang bersiap di sebuah kamar hotel yang sudah di booking oleh Fariz untuk melancarkan rencana mereka.
" Maaf, ha ha ha" Fariz akhir nya tidak bisa menahan lagi tawa nya karena merasa lucu dengan wajah Almyra saat ini, sedang kan Almyra hanya memutar bola mata nya malas menunggu gadis yang ada di hadapan nya itu menghenti kan tawa nya. Jujur saja Almyra juga merasa aneh dengan wajah nya saat ini, tapi apa boleh buat ini juga untuk melancar kan rencana yang sudah dia susun untuk mencegah perbuatan jahat Nindy pada Devlin.
Awal nya Almyra merasa heran dengan ucapan Nindy tadi siang saat di cafe, karena Almyra pikir Nindy dan Devlin itu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Namun dari perkataannya Nindy tadi siang, Almyra bisa menyimpulkan kalau Nindy sudah di tolak cinta nya oleh Devlin. Dan kalian tahu perasaan Almyra saat ini? Ah entahlah, apa Almyra harus bahagia karena mengetahui hal itu atau harus cemas karena ternyata wanita yang mencintai Devlin adalah wanita gila yang bisa menghalal kan segala cara untuk mendapat kan segala keinginan nya.
" Apa kamu sudah selesai tertawa?" Almyra menatap Fariz dengan tatapan serius nya.
" Maaf" Fariz menghentikan tawa nya. " Jadi sekarang katakan, siapa wanita tadi? Dan kenapa dia bisa mempunyai niat buruk pada Devlin?" Fariz merasa penasaran dengan apa yang terjadi antara wanita yang tadi dia dan Almyra temui di cafe, Almyra bahkan belum menjelaskan apa pun sejak tadi siang dan hanya meminta Fariz untuk membantu nya saja.
" Dia adalah Nindy, wanita yang aku pikir adalah kekasih kak Devlin" Almyra menjelaskan.
" Kekasih Devlin, bagai mana bisa? Aku pikir selama ini kamu dan dia adalah pasangan?" Fariz mengingat kembali saat pertama dia bertemu dengan Almyra dan Devlin yang selalu bersama seperti sepasang kekasih yang sedang bahagia.
" Ish, mau nya sih begitu" Almyra mengerucutkan bibir nya. " Tapi kenyataan nya tidak seindah itu" Almyra menjeda ucapan nya. " Aku pernah melihat mereka bermesraan di kantor, jadi aku pikir mereka berhubungan. Apa kamu ingat hari di mana kita bertemu di taman waktu itu?"
" Ya aku ingat" Fariz mengangguk kan kepala nya. " Apa kamu saat itu sedih karena itu?"
" Ya, kamu bisa merasa lega akan hal itu" Fariz menepuk pundak Almyra dengan lembut. " Tapi perjuangan mu belum berakhir, kamu harus melindungi pangeran mu itu dari seekor rubah betina " Fariz mengedip kan sebelah mata nya dengan senyum penuh arti.
" Kamu benar" Almyra memegang tangan Fariz yang ada di pundak nya. " Ayo kita mulai permainan kita" Almyra ikut tersenyum penuh arti.
" It's show time" Fariz dan Almyra pun sama - sama keluar dari kamar itu dengan penuh percaya diri.
Di aula pesta, tampak orang - orang mulai berdatangan dengan penampilan yang sangat glamour dan elegan, Fariz tampak berbaur dengan tamu yang lain nya. Begitu pun Almyra yang juga langsung mengerjakan tugas nya sebagai pelayan di pesta itu.
" Apa kamu sudah melihat target?" Almyra berbisik saat diri nya berada tepat di samping Fariz.
" Belum, seperti nya dia belum keluar" Fariz mengambil satu gelas minuman yang di bawa oleh Almyra.
Tanpa basa - basi lagi Almyra pun menjauh dari Fariz dan mulai menawarkan minuman yang dia bawa pada tamu yang lain nya.
Waktu terus berjalan dengan cepat dan para tamu pesta pun semakin ramai berdatangan, suasana pesta juga berlangsung dengan cukup meriah dengan beberapa bintang tamu yang di undang untuk memeriahkan pesta itu.
Nindy dan anak buah nya juga sudah terlihat berbaur di antara para tamu beberapa waktu yang lalu, dan tentu saja Almyra dan Fariz terus memperhatikan mereka.
Tak lama Devlin dan Yuichi pun datang masuki aula pesta dengan gaya mereka yang terlihat tampan dan keren seperti biasa nya, hampir semua mata yang ada di sana tertuju menatap kedatangan dua pria tampan itu. Terutama kalangan para wanita yang terlihat terpesona dengan kehadiran ke dua nya, termasuk Fariz dan Almyra yang juga terpesona dengan dua pria tampan itu.
" Ck, selalu saja menarik perhatian para gadis" Fariz berdecak sebal saat melihat pandangan terpesona dari para wanita di sekitar nya. Fariz selalu tidak suka jika ada wanita yang mengagumi apa lagi menyukai pria yang sudah mencuri hati nya itu.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏