
"Kalau mereka berjodoh, pasti akan bertemu lagi. Seperti kita dulu, iya kan?" Jawab mommy Fika dengan santai nya.
" Ya, dan aku sangat bersyukur akan hal itu" Daddy Nanda menangkup ke dua pipi mommy Fika. " Aku tidak bisa memikirkan apa yang terjadi pada ku jika kita tidak berjumpa lagi" daddy Nanda perlahan memajukan wajah nya mendekati wajah mommy Fika dan mulai menautkan bibir nya dengan bibir istri nya yang seakan menjadi candu untuk diri nya selama berpuluh - puluh tahun ini. Begitu pun mommy Fika yang selalu tidak bisa menolak apa yang di lakukan oleh suami nya terhadap diri nya. Ke dua nya sama - sama terhanyut dengan ciuman yang lembut namun penuh gai rah itu, usia mereka yang sudah tak lagi muda tidak menghalangi hubungan romantis pasangan suami istri yang selalu di mabuk cinta setiap saat itu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat yang lain nya, tepat nya di rumah besar keluarga Nakamura. Terlihat Yuichi yang merebah kan diri nya di atas sofa kamar nya sambil memejam kan mata nya. Hari ini Yuichi baru saja menyelesaikan pekerjaan nya melalui laptop yang ada di kamar nya, Yuichi memang masih belum bisa datang ke perusahaan karena kondisi tubuh nya yang masih lemah dan sering merasa pusing di kepala nya. Seperti saat ini, Yuichi terlihat memijat pangkal hidung nya karena kepala nya yang tiba - tiba saja terasa berdenyut.
Rasa pusing yang dia rasakan, cukup membuat nya enggan untuk sekedar membuka mata nya saat ini.
"Are you oke ?" Mommy Yemi terlihat melangkah masuk ke dalam kamar Yuichi yang tidak tertutup rapat itu.
" I' am oke, kepala ku hanya sedikit pusing" Yuichi membuka mata nya sebentar dan kemudian menutup nya kembali.
" Apa perlu kita panggil dokter Vano ke sini?" Mommy Yemi mempercepat langkah nya mendekati putra semata wayang nya itu dengan panik.
" Tidak perlu, aku hanya butuh istirahat saja" jawab Yuichi tanpa mengubah posisi nya sedikit pun. " Mom, apa aku bisa pergi ke Bandung besok? Aku ingin bertemu dengan Fariz" tambah Yuichi lagi dengan wajah yang sendu, kali ini dia membuka mata nya dan mulai membenahi posisi duduk nya agar mommy nya bisa duduk di samping nya. Sofa yang di tempati Yuichi saat ini berukuran kecil yang hanya muat dua orang bila agak berdempetan.
" Apa kamu sangat merindukan nya?" Mommy Yemi menatap Yuichi dengan intens.
" Ya mom, sangat" Yuichi mengangguk kan kepala nya. " Apa dia juga merindukan ku, atau dia malah sudah melupakan ku?"
" Mommy tidak tahu sayang, sampai sekarang dia belum menghubungi mommy. Padahal mommy memberikan kartu nama mommy pada nya" wajah mommy Yemi juga tak kalah sendu.
" Apa tidak ada perasaan sama sekali untuk ku di hati nya?" Yuichi berkata dengan lesu.
" Mommy yakin dia hanya ragu dengan perasaan nya, karena yang mommy lihat dia sangat peduli pada mu jadi tidak menutup kemungkinan kalau di juga mencintai mu" mommy Yemi mengusap pundak putra nya dengan lembut untuk menghibur nya. " Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu sangat mencintai nya, bahkan setelah kamu ingat semua nya?" Mommy Yemi menatap Yuichi dengan tatapan menyelidik.
Mommy Yemi dan daddy Kenzi yang sangat panik pun langsung menghubungi dokter keluarga mereka yaitu dokter Vano untuk memeriksa keadaan Yuichi, dan setelah beberapa jam Yuichi pun akhir nya sadar dengan kepala nya yang masih terasa berdenyut. Namun Yuichi bisa mengingat semua nya, bahkan kejadian setelah kecelakaan yang membuat nya menganggap seorang gadis yang bernama Fariz sebagai istri nya.
" Mommy tidak tahu kalau aku sudah mengagumi gadis itu sejak kami tak sengaja bertemu di tempat kerja nya, bahkan sampai detik kecelakaan itu pun yang terlintas di pikiran ku hanya wajah cantik nya. Mungkin itu juga yang membuat ku mengira kalau dia adalah istri ku" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya, jujur saja sampai saat ini Yuichi merasa malu sendiri bila mengingat kelakuan konyol nya setelah kecelakaan yang bisa - bisa nya menganggap gadis asing sebagai istri nya. Tapi Yuichi juga bersyukur karena dengan kejadian itu Yuichi bisa menjadi dekat dengan gadis itu, apa lagi Yuichi ingat betul beberapa kejadian konyol yang mereka lewati selama bersama. Dari mulai ciuman tak sengaja mereka di rumah sakit, sampai pelukan hangat gadis itu saat mereka tidur di atas tempat tidur yang sama. Rasa nya Yuichi ingin sekali mengulangi nya.
" Benar kah? Ish, kamu itu pandai sekali memilih wanita. Dia sangat cantik dan manis, selain itu dia juga sangat baik" mommy Yemi terkekeh saat mengatakan nya.
" Jadi mommy setuju kan kalau aku ingin ke Bandung untuk menjemput nya?" Tanya Yuichi dengan penuh harap.
Sebenar nya sejak pertama kali Yuichi sadar dari pingsan nya di hari pertama mereka ke Jakarta, Yuichi sudah ingin kembali ke Bandung untuk menjemput Fariz. Namun dokter mengatakan kalau Yuichi harus banyak istirahat karena kondisi tubuh nya yang masih lemah, apa lagi kepala Yuichi masih sering sakit dan itu akan sangat berbahaya bagi pria itu. Jadi mommy Yemi dan daddy Kenzi tidak mengizinkan Yuichi untuk pergi jauh, apa lagi keluar kota.
" Tidak sayang, lihat diri mu! Kamu masih belum pulih benar" mommy Yemi berkata dengan nada tak ingin di bantah. " Pulih kan dulu kondisi mu, dan setelah itu mommy sendiri yang akan mengantar mu ke sana. Lagi pula Fariz tidak akan ke mana - mana, bukan kah di sana tempat tinggal nya" tambah mommy Yemi lagi membuat Yuichi tidak bisa membantah ucapan mommy nya itu.
" Baik lah, tapi mommy janji akan mengizinkan ku pergi setelah kondisi ku membaik" Yuichi pun akhir nya setuju dengan mommy nya itu.
" Mommy janji, lagi pula mommy juga ingin segera bertemu dengan gadis itu lagi" mommy Yemi tersenyum senang.
" Jadi mommy setuju kan kalau Fariz menjadi menantu keluarga ini?" Ucap Yuichi memastikan.
" Kenapa tidak?" Mommy Yemi mengangkat bahu nya acuh.
" Terima kasih mom, aku berjanji akan pulih secepat nya" Yuichi terlihat sangat bersemangat, dia tak sabar ingin segera bertemu kembali dengan Fariz dan menjadi kan nya sebagai istri nya yang sesungguh nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏