My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 83



"Makan lah yang banyak agar kamu cepat pulih!" Fariz kini sedang menyuapi Yuichi untuk makan, tadi Nara sempat membawakan makanan untuk Yuichi agar Fariz bisa menyuapi pria itu makan karena kondisi Yuichi masih lemah dan harus banyak makan agar tenaga nya cepat pulih.


" Ya tentu saja, aku juga ingin cepat pulih agar bisa cepat menikah dengan mu" ucap Yuichi sambil mengunyah makanan nya sehingga ucapan nya tidak begitu jelas terdengar.


" Kunyah dulu makanan nya, baru berbicara!" Ucap Fariz dengan nada kesal nya. " Setelah kamu pulih, kamu harus membawa orang tua mu dulu ke mari. Baru bisa memikirkan pernikahan" Fariz menggerutu, namun tangan nya masih bergerak menyendokan makanan untuk di suapkan pada pria yang ada di hadapan nya.


" Kamu benar, apa sekarang saja aku menghubungi mereka?" Yuichi celingukan mencari keberadaan ponsel nya.


" Kamu mencari apa?" Fariz yang melihat Yuichi seperti kebingungan pun memutuskan untuk bertanya.


" Ponsel ku, aku membutuhkan nya untuk menghubungi mommy" Yuichi masih sibuk mencari di sekitar nya.


" Yang ada dalam kantong celana mu hanya ada dompet, para pelayan yang mengganti baju mu tidak menemukan ponsel mu" Fariz mengambil dompet yang tadi di berikan pelayan mansion yang dia letak kan di dalam laci nakas dekat tempat tidur yang saat ini Yuichi pakai.


" Apa ada dalam mobil ku ya?" Yuichi tampak berpikir.


" Nanti akan aku periksa, sekarang lebih baik kamu habiskan dulu makanan mu!" Fariz kembali menyuapi Yuichi dengan makanan yang di bawa nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sore harinya terlihat sebuah mobil mewah berwarna hitam terparkir tepat di depan pintu utama mansion, dan dari sana turunlah sepasang suami istri paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan juga tampan. Mereka adalah mommy Yemi dan daddy Kenzie, setelah yuichi menghubungi mereka tadi siang mommy Yemi dan daddy Kenzie langsung bersiap untuk mengunjungi mansion menemui putranya yang sedang sakit di sana. Ya, Yuichi sempat menceritakan semua yang terjadi sejak semalam sampai tadi pagi yang berhasil membuat mommy Yemi merasa cemas sekaligus senang mendengar kabar dari putra nya itu.


" Permisi bisakah kalian mengantar kami ke tempat Yuichi? " Mommy Yemi bertanya pada salah satu penjaga yang menjaga pintu utama mansion.


" Silakan ikuti saya!" Seorang pelayan datang dari dalam dan mengajak mommy Yemi dan daddy Kenzie masuk ke dalam mansion.


Pelayan itu membawa mommy Yemi dan daddy Kenzie ke ruang tamu dan menyuruh mereka menunggu nya di sana sementara pelayan itu masuk untuk memberitahu kan kedatangan mereka. Cukup lama mommy Yemi dan daddy Kenzie menunggu di ruang itu dengan wajah yang cemas.


" Mommy, daddy" Yuichi datang menghampiri mommy dan daddy nya yang sedang menunggu nya di temani oleh Fariz.


Keadaan Yuichi kini sudah membaik setelah tadi dia menghabiskan satu labu infusan dan beristirahat dengan cukup di bawah perawatan Fariz.


" Sayang , kamu tidak kenapa - napa kan?" Mommy Yemi langsung memeluk tubuh putra nya itu dengan wajah yang terlihat khawatir.


" Maaf Tante, Om, gara-gara aku Yuichi sampai pingsan dan baru saja pulih" ucap Fariz tidak enak.


" Tidak apa-apa sayang, ini bukan sepenuh nya salah mu" mommy Yemi melepaskan pelukan nya dari Yuichi dan langsung menghampiri Fariz yang berdiri tak jauh dari tempat nya berdiri.


" Ya, apa yang dikatakan mommy mu benar. Di sini Yuichi juga salah karena sudah menyembunyi kan kebenaran terlalu lama dari kalian" daddy Kenzie ikut menimpali.


" Jadi tamu kita sudah datang?" Daddy Nanda, mommy Fika, Aydan dan Nara baru saja masuk ke dalam ruang tamu untuk menemui tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi, membuat Fariz dan yang lain nya menoleh ke arah kedatangan mereka. Ya pelayan tadi juga memberitahukan kabar kedatangan orang tua Yuichi pada mereka.


" Kak Fika, benar kak Fika kan?" Mommy Yemi yang mengenali mommy Fika langsung menghampiri mommy Fika dengan wajah yang berbinar.


" Ya ampun kamu Yemi kan, kamu masih belum berubah tetap cantik dan enerjik" mommy Fika langsung memeluk mommy Yemi yang di balas oleh mommy Yemi dengan wajah yang bahagia. Sedangkan yang lain nya tampak terkejut dan bertanya - tanya bagaimana bisa ke dua mommy itu saling mengenal satu sama lain selama ini.


" Dia adalah Yemi, sepupu dari mbak Erika" mommy Fika yang mengerti dengan wajah kebingungan semua orang menjelaskan setelah mereka melepaskan pelukan mereka.


" Ya, dulu kami pernah bertemu beberapa kali" mommy Yemi menimpali.


" Jadi tante Yemi saudara tante Erika yang dulu menjadi sekertaris daddy?" Tanya Fariz memastikan kalau apa yang di pikirkan nya itu benar.


" Ya sayang, mbak Erika adalah kakak sepupu mommy" mommy Yemi mengangguk kan kepala nya. " Aku tidak tahu kalau Fariz adalah putri mu, maaf karena putra ku sudah banyak membuat kekacauan di sini"


Mommy Yemi dan daddy Kenzie memang hanya mengetahui kalau Fariz berasal dari keluarga yang sangat kaya raya dan juga terpandang di negri ini, tapi mommy Yemi tidak pernah menyangka kalau keluarga konglomerat yang di maksud Yuichi adalah keluarga Balendra yang merupakan atasan kakak sepupu nya dulu. Tidak di pungkiri kalau keluarga Balendra banyak berjasa pada keluarga besar sepupu nya itu karena secara tidak langsung keluarga Balendra sudah menganggap Erika seperti keluarga mereka sendiri, apa lagi mommy Fika yang memang sangat dekat dengan mantan sekertaris suami nya itu.


" Aku juga tidak tahu kalau Yuichi adalah putramu, maaf karena kami sudah menyulitkan putramu apalagi suamiku "mommy Fika menatap tak suka pada suami nya sendiri dengan ujung mata nya. Sedangkan yang di tatap bersikap cuek seolah tidak terjadi apa - apa .


Ya, mommy Fika masih belum bisa memaafkan suami nya yang sudah sangat tega membuat Yuichi berjuang sampai seperti itu.


" Tuan Nanda mungkin hanya ingin melindungi putri nya, di sini putra kami juga bersalah" Daddy Kenzie merasa tidak enak saat melihat orang tua Fariz seperti sedang bertengkar.


" Sudahlah lebih baik sekarang kalian duduk dan kita mulai membicarakan tentang masa depan anak-anak kita nanti " mommy Fika mengalihkan pembicaraan. Mommy Fika saat ini sangat tidak ingin membahas tentang siapa yang salah dan melindungi siapa, karena bagi mommy Fika dalam masalah ini semuanya tidak salah. Mereka hanya memperjuangkan apa yang mereka yakini benar termasuk suaminya itu, tapi mommy Fika tetap saja merasa kesal jika mengingat sifat keras kepala dari suaminya itu.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰