
Mommy Yemi pun masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil uang yang akan dia bayar kan pada Fariz, hanya membutuh kan waktu lima menit saja mommy Yemi pun sudah kembali keluar dari kamar itu.
" Ini uang nya, sisa nya untuk mu saja" mommy Yemi memberikan beberapa lembar uang berwarna merah pada Fariz.
" Tapi apa kah ini tidak terlalu banyak nyonya?" Fariz merasa tidak enak karena uang yang di berikan mommy Yemi pada nya terlalu banyak.
" Tidak apa - apa, anggap saja itu uang terima kasih" mommy Yemi mengusap pundak Fariz dengan lembut. " Aku suka pada mu karena kamu sangat cantik dan juga baik, kamu mengingat kan ku pada diriku dulu saat masih muda" tambah mommy Yemi dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
" Kalau begitu, terima kasih nyonya" Fariz pun membungkuk kan sedikit tubuh nya sebelum pergi meninggal kan mommy Yemi dengan senyum bahagia nya. " Ternyata masih banyak orang yang begitu baik, aku kagum pada nyonya itu. Selain dia cantik, dia juga sangat baik" gumam Fariz di sela langkah kaki nya.
Di saat Fariz sedang berjalan menuju ke arah lift, tiba - tiba dia berpapasan dengan seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan setelan jas yang di kena kan nya, Fariz sejenak tertegun saat pria itu melewati diri nya.
" Wajah itu" Fariz menoleh kan pandangan nya, namun pria yang tadi berpapasan dengan diri nya terlihat sudah masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di sana. " Kenapa wajah itu seperti mirip seseorang?" Tambah Fariz lagi seraya melangkah ragu ke arah lift yang dia tuju.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Beberapa hari telah berlalu, dan tak terasa dua Minggu telah berlalu setelah kejadian di mana kecelakaan yang membuat Yuichi menganggap Fariz sebagai istri nya itu terjadi. Setelah kejadian di kamar malam itu, Fariz tidak pernah mengizinkan lagi Yuichi untuk tidur di kamar nya karena Fariz takut mereka akan khilaf. Yuichi yang agak kecewa pun mau tidak mau harus menerima keputusan dari gadis yang dia anggap sebagai istri nya itu dengan hati yang sabar.
Di satu sisi lain nya, sudah kurang dari dua Minggu itu mommy Yemi dan daddy Kenzi juga tinggal di Bandung untuk mencari keberadaan putra nya yang menghilang bak di telan bumi di kota kembang yang lumayan besar itu.
Dan selama itu juga Devlin dan Almy tidak fokus dengan pekerjaan mereka untuk ikut membantu mencari Yuichi di kota Bandung, bahkan mereka juga sudah memasang iklan orang hilang di sekitar tempat kecelakaan dengan harapan Yuichi akan cepat di temukan. Bahkan Devlin hanya kembali ke Jakarta bila ada pekerjaan yang sangat penting saja dan setelah menyelesai kan nya, Devlin akan kembali ke Bandung lagi.
" Dimana kamu Yui?" Devlin bergumam sendiri saat diri nya sedang berada di ruang kerja nya, Devlin sejenak mengalih kan pandangan nya dari layar laptop yang ada di hadapan nya dan perlahan tangan nya terangkat memijat pelipis nya yang selalu berdenyut setiap kali dia memikir kan sepupu nya itu. Sore nanti Devlin berencana untuk pergi ke Bandung lagi untuk menerus kan pencarian mereka dalam menemukan saudara sepupu nya Yuichi, setelah dua hari yang lalu dia kembali ke Jakarta untuk pekerjaan yang sangat penting.
Ceklek
Pintu ruang kerja Devlin terbuka dari luar tanpa di ketuk terlebih dahulu, dan Devlin tahu pasti siapa itu.
" Apa kakak sudah selesai?" Ya siapa lagi kalau bukan Almy yang datang untuk mengajak Devlin pergi ke Bandung sore ini. Almy tentu saja tidak akan melewatkan momen ini, karena selain dia juga sangat menghawatirkan kak Yuichi nya. Almy juga punya kesempatan untuk lebih lama bersama dengan pria pujaan nya Devlin.
" Sebentar lagi, tunggu aku!" Devlin melihat ke arah Almyra sebentar. " Aku akan menyelesai kan nya dengan cepat" tambah nya lagi setelah nya dia langsung kembali fokus pada laptop yang ada di hadapan nya.
" Baiklah, apa kakak perlu bantuan ku?" Almy mendekati meja kerja Devlin dan mengintip layar laptop yang menyala di hadapan pria tampan itu.
" Cih, kak Devlin meremeh kan ku" Almyra berdecih. " Aku sangat paham dengan ini, apa kakak lupa siapa aku" Almy berkata dengan penuh percaya diri.
" Ha ha, aku lupa kalau kamu adalah tuan putri dari Aldiron Petra Company" Devlin tertawa renyah.
" Ish, aku tidak suka di panggil tuan putri" Almy mengerucutkan bibir nya.
" Iya - iya Almyra yang cantik, sekarang cepat bantu aku! Agar pekerjaan ku cepat selesai dan kita bisa segera berangkat ke Bandung"
Deg
Detak jantung Almy tiba - tiba berdetak dengan kencang dengan wajah yang terasa memanas saat mendengar pujian dari pria yang kini ada di hadapan nya. Sungguh, perkataan Devlin barusan membuat hati Almy rasa nya terbang melayang ke atas awan.
Kalau kalian bisa melihat nya, kini Almy senyum - senyum sendiri seperti orang bodoh sambil mata nya terpejam menikmati perasaan bahagia nya saat ini.
" Almy, kenapa kamu hanya diam?" Devlin yang merasa tidak ada jawaban atau pergerakan dari gadis yang ada di samping belakang nya pun langsung memegang tangan Almy sambil menoleh kan kepala nya membuat Almy terkesiap dan menghenti kan lamunan nya.
" Ya?" Almy jelas gelagapan saat ini, untung saja pria yang sangat dia cintai itu tidak melihat ekspresi bodoh nya tadi.
" Ish, kamu ini sedang memikir kan apa? Mau bantu aku atau tidak?" Devlin mendengus kesal.
" Ah ya, tentu saja aku akan membantu kakak" Almy pun dengan salah tingkah langsung menyambar laptop yang ada di hadapan Devlin dan mulai membantu Devlin dengan pekerjaan nya.
" Duduk lah!" Devlin berdiri dari kursi kebesaran nya dan menarik tubuh Almy agar duduk di sana, sedangkan diri nya memilih mengambil kursi yang lain nya dan mendekat kan nya dengan kursi yang di duduki oleh Almy saat ini.
Di sore itu, mereka pun akhir nya bekerja bersama dalam menyelesai kan pekerjaan Devlin sebelum mereka pergi ke Bandung untuk menemui Tante Yemi dan om Kenzi mereka yang masih berusaha mencari Yuichi yang menghilang beberapa Minggu yang lalu.
" Almy, aku harap Yuichi segera di temukan" ucap Devlin di sela pekerjaan nya.
" Tentu saja, aku juga berharap seperti itu" Almy mengangguk setuju dengan ucapan Devlin. " Kakak tahu, aku merasa bersalah atas apa yang di alami kak Yuichi saat ini. Kalau saja malam itu aku tidak menolak perjodohan yang di rencanakan oleh Tante Yemi, mungkin ini semua tidak akan terjadi" wajah Almy berubah menjadi sendu.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏