
Dua hari telah berlalu setelah kepulangan Yuichi dengan keluarga nya ke Jakarta, selama dua hari itu juga hidup Fariz seakan hampa setiap kali melihat setiap sudut apartemen milik nya. Dia selalu melihat bayangan Yuichi yang berada di sana, bahkan suara Yuichi yang selalu memanggil nya dengan sebutan ' istri ku ' jelas terngiang - ngiang di telinga nya. Saat ini Fariz sedang duduk di depan tv nya setelah dia baru selesai membersih kan diri nya tadi, Fariz baru saja pulang dari tempat kerja nya.
" Huuufth" Fariz membuang nafas nya kasar. " Aku seperti nya sudah gila" gumam Fariz seraya menggeleng kan kepala nya. " Bagai mana bisa dalam isi kepala ku hanya dia, pria yang hanya beberapa hari saja aku kenal" tambah nya lagi dengan wajah yang terlihat frustasi.
Derrttt derrttt
Di saat Fariz sedang pusing memikir kan pria yang selama dua Minggu itu tinggal bersama nya, tiba - tiba terdengar suara ponsel nya yang berdering, dan ternyata itu panggilan dari mommy nya Fika.
" Halo mom" ucap Fariz setelah dia menekan tombol hijau di layar ponsel nya.
" Halo sayang, bagaimana kabar mu?" Terdengar suara mommy Fika dari sebrang sana.
" Aku baik mom, bagaimana dengan mommy dan yang lain nya? Kalian baik juga kan?" Jawab Fariz.
" Kami baik sayang, tapi..." Mommy Fika menggantung ucapan nya.
" Tapi apa mom?" Fariz tentu saja sangat cemas.
" Daddy mu kurang sehat, dan kakak mu Aydan sangat sibuk dengan si kembar dan kakak ipar mu yang sedang masa ngidam nya. Jadi, apa kamu bisa kembali ke Jakarta sayang?" Mommy Fika berkata dengan nada penuh harap.
" Daddy sakit, apa itu parah?" Fariz menjadi semakin panik saat mendengar kesehatan pria yang merupakan cinta pertama nya itu sakit.
" Parah sih tidak, tapi dia tidak di perboleh kan bekerja oleh dokter. Jadi tidak ada yang membantu kakak mu di Balendra Corp, mommy pikir ini saat nya kamu kembali dan bergabung di sana"
Sejak dua tahun yang lalu, om Dimas dan Tante Dela yang biasa nya membantu Aydan di Balendra Corp membangun perusahaan mereka sendiri dengan bantuan daddy Nanda di kota Bogor. Sehingga Daddy Nanda harus kembali turun tangan membantu pekerjaan kakak nya Aydan, apa lagi Aydan sekarang juga harus mengurus istri nya yang sedang hamil muda mengandung anak ke tiga mereka setelah anak pertama mereka kembar yang kini berumur lima tahun
" Baik lah, aku akan pulang besok pagi. Aku akan turun di Balendra Corp mulai sekarang, aku pikir aku sudah cukup bersenang - senang di sini" ucap Fariz mantap Fariz pikir ini adalah yang terbaik untuk melupakan pria yang selama beberapa hari ini mengganggu pikiran nya
" Baiklah, kami menunggu kedatangan ku sayang" setelah mengatakan itu mommy Fika pun langsung menutup panggilan nya.
Sebenar nya Fariz bisa saja pergi ke Jakarta dan langsung mendatangi keluarga Yuichi dan menerima tawaran dari mommy Yemi untuk menikah dengan Yuichi, tapi Fariz tidak bisa melakukan nya karena dia bingung harus berkata apa pada keluarga nya. Bukan kah akan sangat aneh jika diri nya mengatakan pada keluarga nya kalau dia akan menikah dengan tiba - tiba? Pasti keluarga nya akan sangat syok dengan hal itu. Lagi pula Fariz belum terlalu yakin dengan perasaan nya pada Yuichi, apa lagi Fariz yakin kalau Yuichi akan melupakan diri nya jika sudah mengingat semua masa lalu nya. Dan Fariz yakin kalau Yuichi akan cepat sembuh saat berada di tengah keluarga nya sendiri.
Sementara di Jakarta
" Apa dia akan datang?" Seorang pria paruh baya yang terlihat tampan dan gagah di usia nya yang tak lagi muda tampak tersenyum penuh arti pada wanita yang ada di hadapan nya.
" Tentu saja, dia tidak mungkin mengabaikan Daddy nya yang sedang sakit" wanita itu yang tak lain adalah mommy Fika membalas senyum pria itu yang tak lain adalah suami nya sendiri, siapa lagi kalau bukan daddy Nanda.
" Kamu benar, dia sangat mencintai ku bukan? Gadis kecil ku itu memang sedikit keras kepala, kalau kita tidak sedikit membohongi nya dia pasti tidak mau pulang ke mansion ini" ucap daddy Nanda sambil melangkah mendekati istri nya yang terlihat masih sangat cantik dan menggoda di umur nya yang juga sudah tak muda lagi.
" Kamu benar sayang, lagi pula kita sudah cukup memberikan nya kebebasan" mommy Fika pun langsung mengalung kan ke dua tangan nya pada leher daddy Nanda.
" Ya, bahkan terlalu bebas" daddy Nanda mendengus kesal. " Sampai - sampai dia tinggal bersama dengan pria pun kita tidak mengganggu nya" ya, Daddy Nanda dan mommy Fika tahu tentang kehadiran Yuichi dalam kehidupan putri nya. Tentu saja itu semua dari berbagai cctv ukuran kecil yang mereka pasang di setiap sudut apartemen Fariz kecuali kamar mandi dan kamar nya. Daddy Nanda dan mommy Fika juga membayar sesesorang yang mereka percayai untuk mengawasi gadis kecil mereka tanpa di ketahui oleh gadis itu.
Daddy Nanda dan mommy Fika memang membebaskan putri nya untuk hidup sendiri di Bandung atas keinginan Fariz sendiri, tapi mereka tidak mungkin melepaskan Fariz begitu saja tanpa pengawasan mereka bukan? Itu tidak akan membuat mereka bisa hidup tenang di Jakarta.
" Ya, mungkin kamu benar!" Fika terkekeh saat melihat wajah kesal suami nya itu. " Tapi kamu lihat, putri kita bisa menjaga diri nya dengan baik" tambah mommy Fika lagi masih dengan kekehan kecil di bibir nya
" Kamu benar sayang, bahkan ketika mereka tidur di kamar yang sama. Putri kita masih bisa mempertahan kan kesucian nya" daddy Nanda mengangguk setuju.
Daddy Nanda pernah di buat meradang dan hampir saja pergi ke Bandung saat itu juga bila tidak di cegah oleh mommy Fika, saat Itu diri nya melihat bahwa putri nya masuk dengan pria asing yang tinggal dengan nya ke kamar dan tidak keluar lagi semalaman, sehingga dia menyuruh orang kepercayaan nya untuk mencari tahu keadaan di dalam kamar itu. Untung saja orang kepercayaan nya itu berhasil melihat keadaan di dalam dan mengirimkan foto pada daddy Nanda, setelah itu baru lah daddy Nanda merasa tenang karena melihat putri nya yang terlihat tidak bisa tidur dengan batasan bantal guling di antara diri nya dan pria itu, sedangkan pria itu tidur nyenyak karena kondisi tubuh nya yang kurang baik.
" Tapi bukan kah pria itu tampan, lagi pula dia dari keluarga yang lumayan terpandang dan juga baik. Aku setuju kalau dia jadi menantu kita" mommy Fika tersenyum genit pada suami nya.
" Entah lah, apa kamu pikir mereka akan bertemu lagi?" Daddy Nanda menatap mommy Yemi dengan intens.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya. Terima kasih 🙏🙏