
" Pasien seperti nya tidak makan dengan teratur beberapa hari ini, selain itu pasien juga terkena dehidrasi dan demam tinggi akibat kehujanan dan kedinginan. Saya sudah menyuntik kan obat dan juga memasang infusan, kalian juga bisa tebus obat ini di apotek" dokter Livia memberikan selembar kertas pada mommy Fika.
" Tapi Yuichi tidak kenapa - nap kan?" tanya Fariz dengan wajah cemas nya.
" Tenang saja, dia akan segera sadar dan kalian bisaemberinya makan dan obat. Setelah infusan nya habis kalian bisa melepaskan nya" dokter Livia kembali menjelaskan membuat Fariz mengangguk mengerti.
" Baik dok terima kasih, mari saya antar" mommy Fika pun mengantar dokter Livia sampai ke depan mansion.
" Dia sudah sangat bekerja keras memperjuangkan cinta kalian" Nara berkata dengan tatapan nanar menatap Yuichi yang masih tak sadarkan diri.
Saat ini hanya ada Nara dan Fariz yang ada di dalam kamar itu karena Daddy Nanda dan Aydan sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan hari ini. Hari ini akan ada rapat dewan direksi yang harus di hadiri juga oleh daddy Nanda.
" Ya kak, dia sudah sangat berusaha sedangkan aku hanya diam dan menyerah begitu saja. Katakan kak, apa aku sangat egois" Fariz berkata dengan bibir yang bergetar menahan Isak tangis yang kembali ingin keluar dari bibir nya.
" Tidak sayang, ini bukan kesalahan mu. Yang salah hanyalah keadaan yang sedang tidak memihak pada cinta kalian" Nara menarik tubuh Fariz ke dalam dekapan nya.
" Apa itu benar kak, bisakah aku menyalahkan semua nya pada keadaan" Fariz kembali terisak dengan tubuh yang bergetar dalam dekapan Nara, sungguh Fariz berpikir ini sangat tidak adil untuk Yuichi dan cinta mereka. Tapi apakah harus Fariz menyalahkan pada keadaan, atau kah diri nya harus menyalahkan daddy nya? Orang yang sudah membesarkan nya dengan cinta dan kasih sayang juga pria yang merupakan cinta pertama nya. Bukan kah setiap ayah adalah cinta pertama bagi semua putri di seluruh dunia? Tidak, Fariz juga tidak bisa menyalahkan semua nya pad daddy nya karena diri nya juga sudah banyak membuat salah pada orang tua nya.
Cukup lama Fariz terisak dalam dekapan Nara untuk meluapkan semua perasaan nya yang sudah sangat kacau sejak hubungan nya dengan Yuichi di tentang oleh daddy Nanda. Sungguh Fariz tidak menyangka bahwa kehadiran pria itu sangat berarti dalam kehidupan nya saat ini.
" Fariz" di saat Fariz masih menangis dalam pelukan Nara, tak di duga Daddy Nanda masuk sudah dengan pakaian rapi nya.
" Daddy" Fariz langsung menghapus air mata yang mengalir pada wajah nya setelah dia sedikit menjauh dari tubuh Nara.
" Maafkan daddy sayang, apa daddy sudah membuat mu menderita?" Daddy Nanda mendekati Fariz dan mengusap rambut Fariz dengan lembut.
" Tidak daddy seharus nya aku yang minta maaf" Fariz menggigit bibir bawah nya untuk menahan isakan yang ingin keluar dari bibir nya.
" Tidak sayang, Daddy bersalah pada mu dan bocah itu." Daddy Nanda menarik tubuh Fariz ke dalam dekapan nya. " Maaf kalau ini terlambat, kamu tahu ego daddy terlalu besar sehingga daddy tidak bisa melihat penderitaan mu" Fariz sudah mulai terisak tanpa bisa berkata apa pun saat mendengar ucapan Daddy nya barusan. " Jika kebahagiaan mu bersama bocah itu, daddy tidak akan menghalangi kalian lagi. Lagi pula daddy cukup terkesan dengan kegigihan nya" tambah daddy Nanda lagi membuat Fariz menjauhkan tubuh nya dan mendongak menatap daddy Nanda dengan wajah yang tak percaya.
" Apa yang daddy katakan?" Fariz merasa ragu dengan apa yang sudah dia dengar barusan.
" Benarkah?" Fariz tersenyum senang. " Terima kasih daddy" Fariz kembali memeluk daddy nya dengan erat.
" Syukurlah Fariz" Nara yang masih diam seraya menyaksikan adik ipar dan mertua nya turut bahagia dengan apa yang terjadi saat ini. Nara tahu betapa sakit nya di pisahkan dengan orang yang kita cintai dan Nara kini bersyukur karena akhir nya adik ipar nya itu bisa bersatu kembali dengan kekasih nya setelah apa yang sudah mereka lewati selama ini.
" Benarkah, apa aku tidak sedang bermimpi?" Tanpa mereka sadari Yuichi ternyata sudah sadar dan mendengar percakapan antara mereka.
" Yuichi, kamu sudah sadar?" Fariz langsung melepaskan pelukan nya untuk menghampiri Yuichi yang masih berbaring di atas tempat tidur.
" Katakan padaku, apa aku tidak sedang bermimpi? Apa benar daddy merestui hubungan kita?" Bukan nya menjawab Fariz, Yuichi malah mengulangi pertanyaan nya yang belum mendapatkan jawaban apa pun.
" Anggap saja seperti itu, tapi jika sedikit saja kamu membuat putri ku menangis. Kamu akan menerima akibat nya" ucap daddy Nanda dengan nada ancaman.
" Tentu saja, aw" Yuichi berusaha bangun dari tidur nya, namun kepala dan seluruh tubuh nya masih terasa sakit membuat Yuichi kesulitan melakukan nya.
" Apa kamu tidak apa - apa? Berbaringlah dulu dan jangan banyak bergerak!" Fariz menahan tubuh Yuichi yang hendak bangun dan membantu nya untuk berbaring kembali.
" Cih, beristirahatlah! Setelah kau membaik hubungi orang tua mu untuk datang ke mansion ini!" Setelah mengatakan itu daddy Nanda langsung keluar dari kamar Yuichi untuk pergi menghadiri rapat bersama dengan Aydan.
" Kalau begitu aku keluar dulu, Azzam dan Azura pasti mencari ku" Nara pun ikut keluar dari kamar itu meninggalkan Fariz dan Yuichi berdua saja di sana.
" Akhirnya perjuangan ku berhasil meluluhkan hati daddy mu, walau pun itu cukup sulit dan memakan waktu yang lama" ucap Yuichi dengan senyum manis di bibir nya.
" Ya, terima kasih dan maaf karena aku tidak menemani mu berjuang dan malah menyerah begitu saja" air mata Fariz kembali menetes saat mengatakan itu.
" Sudahlah jangan menangis, aku tidak sanggup melihat mu seperti ini" tangan Yuichi terulur menghapus air mata Fariz yang menetes pada pipi nya. " Sekarang kemarilah, peluk aku! Aku tidak bisa memeluk mu dengan keadaan seperti ini" Yuichi merentangkan ke dua tangan nya agar Fariz meluk diri nya dengan senyum menggoda membuat Fariz tersipu malu.
" Ish kau ini" Fariz mendengus kesal namun tubuh nya bergerak memeluk pria yang sudah sangat dia rindukan itu.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🥰