
Siang hari nya, Almyra yang beberapa menit yang lalu mendapat kan sekotak coklat dari Devlin merasa sangat bahagia saat menerima nya dari salah seorang OG yang di tugas kan oleh Yoni tadi.
" Kak Devlin masih ingat saja kesukaan ku" gumam Almyra seraya mendekat kan kotak coklat itu di dada nya seakan dia memeluk nya. " Apa aku harus mengucap kan terima kasih pada nya? Ya, seharus nya begitu"
" Almyra, apa kamu hari ini makan siang lagi bersama kami?" Baru aja Almyra akan bangkit dari duduk nya, Bily menghentikan gerakan nya.
" Eemm... maaf ya, seperti nya hari ini aku gak bisa deh" Almyra terlihat ragu saat mengatakan nya.
" Ish, gak asyik banget sih Al. Emang kamu mau makan di mana?" Bily terlihat kecewa.
" Ada deh, sory banget ya!" Almyra menyatukan ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang menyesal. " Lain kali kita makan siang bersama lagi, oke! Aku janji deh"
" Ya udah, aku nyusul yang lain nya dulu ya" Billy pun tak menunggu lama langsung pergi dari hadapan Almyra untuk menyusul rekan kerja nya yang lain.
Almyra pun tak menunggu lama langsung pergi menuju ke ruang kerja Devlin berada sambil memegangi kotak coklat yang dia dapatkan dengan senyum yang tak pudar dari wajah cantik nya.
" Halo kak Yoni" Almyra menyapa Yoni yang sedang duduk di meja kerja nya yang berada dekat pintu ruangan Devlin dengan gaya ceria nya. Di sana tidak ada karyawan lagi karena ruangan Devlin berada di lantai paling atas dan itu lantai khusus untuk petinggi perusahaan saja.
" Halo nona Almyra, ada yang bisa saya bantu" Yoni membalas sapaan Almyra dengan senyum ramah nya.
" Ish, sudah ku bilang jangan panggil aku nona! Panggil aku Almy atau Almyra saja" Almyra mengerucut kan bibir nya.
" Ah ya, non eh Almyra" Yoni berkata canggung seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Ada yang perlu saya bantu?"
" Tidak ada, aku hanya ingin bertemu dengan kak Devlin. Dia ada di ruangan nya kan?" Tanya Almyra masih dengan senyum yang tak pudar dari bibir nya.
" A ada" Yoni terlihat agak ragu saat mengatakan nya.
" Kalau begitu aku masuk dulu ya kak" tanpa menunggu lama lagi, Almyra pun langsung membuka pintu ruangan Devlin tanpa mengetuk nya terlebih dahulu, karena itu memang sudah kebiasaan nya sejak bekerja di perusahaan itu.
Ceklek
Pintu di buka dari luar membuat dua orang yang ada di dalam tampak kaget dengan kedatangan Almyra di sana. Sedangkan Almyra juga tak kalah kaget saat melihat pemandangan yang tidak pernah ingin di lihat nya, tubuh Almyra bergetar menahan rasa sesak yang menghimpit dalam dada nya sampai - sampai kotak coklat yang dia bawa jatuh begitu saja di atas lantai.
Bruuukk
" Almyra, ada perlu apa?" Devlin sangat terkejut saat melihat kehadiran Almyra di sana, sedangkan orang yang satu nya tampak menatap tak suka pada Almyra.
" Almyra tunggu!" Devlin hendak melangkah kan kaki nya untuk menyusul Almyra yang pergi entah kemana, namun sebuah tangan mencegah nya.
" Kamu mau ke mana, siapa dia?" Orang yang tadi bersama dengan Devlin yang tak lain adalah Nindy menarik sebelah tangan Devlin. " Tidak sopan sekali, masuk ke ruangan atasan nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu" Nindy berkata dengan nada tak suka nya.
" Itu bukan urusan mu!" Devlin menghempaskan tangan Nindy yang sedang memegang tangan nya dengan sangat kasar, membuat Nindy tersentak dengan perlakuan kasar yang Devlin lakukan. " Sudah aku bilang, aku tidak suka pada mu, jadi ingat batasan mu!" Devlin menunjuk wajah Nindy dengan tatapan tajam yang dia layang kan dari mata nya.
" Tapi Devlin, aku mencintai mu. Sejak dulu hanya kamu yang aku cintai" Nindy berteriak histeris dengan air mata yang mengalir dari sudut mata nya, sungguh melihat wajah Devlin saat ini membuat tubuh Nindy gemetar ketakutan. Selama Nindy mengenal pria tampan yang selalu dia kagumi sejak zaman perkuliahan mereka itu, Nindy baru pertama kali ini melihat Devlin murka seperti ini.
" Tapi aku tidak" sentak Devlin membuat Nindy kembali tersentak. " Dan ingat, jaga batasan mu!" Sekali lagi Devlin memperingat kan Nindy akan batasan antara mereka dan langsung meninggal kan Nindy dalam ruang kerja nya begitu saja tanpa menghiraukan wanita cantik itu yang kini semakin menangis sesegukan.
" Kenapa.. hiks.. hiks..?" Tubuh Nindy merosot ke atas lantai dengan tubuh nya yang terus bergetar hebat dengan suara tangis yang keluar dari bibir nya. " Kenapa Devlin hiks.. hiks.." Nindy menangis meratapi kebodohan yang dia lakukan beberapa menit yang lalu, perbuatan yang membuat nya mendapat kan kebencian dari pria yang dia cintai. Padahal jika saja Nindy tidak melakukan hal nekat seperti tadi, mungkin saja hubungan nya dengan Devlin sampai saat ini masih baik - baik saja dan mereka masih bisa berteman dengan baik karena pada dasar nya Devlin sangat baik pada siapa pun termasuk Nindy sendiri.
Flash back on
Tok
Tok
Tok
Suara pintu di ketuk dari luar ruangan Devlin, membuat Devlin yang tengah sibuk bekerja langsung mendongak kan wajah nya dari layar laptop di hadapan nya.
" Masuk!" Ucap Devlin.
Ceklek
Pintu terbuka dari luar dan ternyata itu Yoni yang mengantar kan seorang tamu untuk Devlin.
" Maaf bos, bu Nindy sudah datang" Devlin dan Nindy memang ada janji temu siang ini, mereka akan membicarakan masalah bisnis yang sedang mereka kerjakan. Tadi nya Nindy ingin mengajak Devlin bertemu di sebuah rumah makan mewah yang ada di kota Jakarta karena Nindy ingin menghabiskan waktu nya dengan pria pujaan nya di sana, bahkan Nindy tak ragu untuk meminta ruangan VIP yang di hias seakan tempat itu adalah tempat untuk kencan dan bukan urusan bisnis. Namun Devlin menolak dan meminta Nindy untuk datang ke perusahaan nya saja. Sebenar nya Nindy sangat kecewa karena rencana yang sudah dia susun dengan baik harus gagal begitu saja, namun Nindy memilih mengalah dan bersedia datang ke perusahaan Devlin dari pada tidak bertemu sama sekali, pikir Nindy.
Hayo pasti penasaran kan apa yang sedang terjadi antara Nindy dan Devlin sehingga membuat Almyra kaget. Nantikan bab selanjut nya!🥰🥰
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏