
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir nya mobil yang di tumpangi oleh Fariz dan Yuichi sampai juga di depan mansion keluarga Balendra. Yuichi sempat terpukau dengan kemegahan nya, karena walau pun Yuichi dari keluarga yang juga kaya namun rumah besar nya masih jauh bila di bandingkan dengan mansion itu.
" Apa kalian tinggal di sini?" Yuichi menatap bangunan mewah di hadapan nya dengan kening yang mengkerut.
Saat ini mereka baru saja turun dari mobil yang mereka tumpangi dan kini mereka berada di depan pintu utama mansion.
" Ya, memang kenapa?" Fariz menatap Yuichi dengan tatapan menyelidik.
" Ah, tidak apa - apa" Yuichi memegang dagu nya sendiri dengan sebelah tangan nya sedang kan tangan yang lain nya dia lipat di depan dada nya dengan wajah yang terlihat sedang berpikir. " Aku hanya merasa heran saja, kenapa kamu memilih tinggal di apartemen kecil di Bandung dari pada tinggal di mansion mewah ini?" Yuichi melihat wajah Fariz.
" Oh itu" Fariz menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Aku hanya tidak begitu suka kemewahan, apa lagi berbagai peraturan yang harus kita patuhi jika menjadi orang kaya. Aku hanya ingin merasakan hidup bebas dan jadi diriku sendiri, apa itu salah?" Fariz terkekeh saat mengatakan nya.
" Tidak, tidak ada yang salah dengan itu" Yuichi menggelengkan kepala nya. " Aku juga terkadang berpikir seperti itu" Yuichi ikut terkekeh. " Hanya saja aku tidak punya keberanian seperti mu" Yuichi menangkup wajah Fariz sehingga kini mereka saling berhadapan dengan wajah mereka yang lumayan dekat, dan itu membuat jantung Fariz berdetak sangat kencang dengan wajah yang berubah merona.
" Ck, aku memang pemberani. Tidak seperti mu yang pengecut" Fariz melepaskan tangan Yuichi dari wajah nya dan langsung berpaling untuk menyembunyikan wajah nya yang sudah merona. " Saking pengecut nya kamu tidak bisa jujur dengan perasaan mu sendiri" tambah Fariz dalam hati nya.
" He he.. kamu benar, mungkin aku terlalu pengecut" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya. " Bahkan aku tidak berani berkata jujur pada mu" batin Yuichi dengan wajah yang berubah sendu.
" Sudah lah, lebih baik kita masuk sekarang karena keluarga ku sudah menunggu kedatangan kita" Fariz pun melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam mansion di ikuti oleh Yuichi di belakang nya.
Pintu utama pun terbuka, beberapa pelayan tampak menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah, Yuichi dan Fariz menganggukkan kepala mereka dengan senyum yang tak kalah ramah pula untuk membalas keramahan yang di berikan oleh para pelayan itu.
Sepanjang perjalanan memasuki mansion, Yuichi tampak melihat sekeliling dengan wajah yang terlihat kagum dengan desain seluruh ruangan yang ada di sana. Dan setelah beberapa menit akhir nya Fariz dan Yuichi pun sampai di depan sebuah pintu dimana di sana sudah menunggu keluarga Fariz di sana.
Fariz dan Yuichi pun tak menunggu lama langsung masuk ke dalam ruangan itu, di sana tampak Daddy Nanda, mommy Fika, Aydan dan Nara sudah duduk di atas sofa yang ada di sana dengan santai nya. Tak lupa juga si kembar yang menggemaskan Azzam dan Azura yang tampak anteng melihat film kartun yang di tayangkan di layar televisi yang ada di sana.
"Assalamualaikum" ucap Fariz dan Yuichi secara bersamaan saat memasuki ruangan itu.
" Walaikumsalam" jawab Aydan dan yang lain nya serempak, seraya menolehkan pandangan mereka ke arah dua orang yang baru saja datang itu.
" Aunty Iz udah datang" Azzam dan Azura langsung berlari menghampiri Fariz dan Yuichi yang baru datang.
" Ponakan aunty, hari ini bersikap baik kan?" Fariz mengusap kepala dua keponakan nya dengan lembut.
" Kami baik kok aunty, aunty bisa tanya sama grandma" jawab Azzam sambil menunjuk pada grandma nya yang tersenyum ke arah mereka
" Oh ini?" Fariz bingung harus mengatakan apa.
" Halo, aku ini uncle kalian. Panggil aku uncle Yui" Yuichi membungkukkan tubuh nya agar sejajar dengan dua anak lucu yang ada di hadapan nya itu. Bibir nya tersenyum lebar pada keponakan gadis yang di cintai nya itu.
" Halo uncle Yui?" Azzam dan Azura menyapa Yuichi dengan senyum ceria mereka.
" Anak pintar" Yuichi mengusap kepala mereka dengan lembut sedangkan Fariz hanya tersenyum saat melihat interaksi mereka.
" Jadi ini pria yang sudah menjadi suami mu itu?" Daddy Nanda berkata dengan nada dingin nya membuat Yuichi langsung mendongak dan melihat ke arah daddy Nanda.
Yuichi cukup merasa kaget saat mendengar suara bariton dari calon mertua nya itu, Yuichi yang sedang asyik mengobrol dengan anak - anak yang lucu seperti Azzam dan Azura hampir saja melupakan orang - orang yang ada di sana dan tujuan nya datang ke sana.
Sesaat mata Yuichi bertemu dengan tatapan dingin yang menusuk dari daddy Nanda, dan itu membuat Yuichi cukup gugup dan merasa tegang berhadapan dengan calon daddy mertua nya itu. Apa lagi tatapan kakak iparnya yang tak kalah tajam dan dingin dari daddy nya itu.
Sungguh, bari pertama kali ini Yuichi merasakan ketegangan yang luar biasa seperti ini. Bahkan dulu saja saat Yuichi akan menghadapi ujian di kampus atau pemilihan CEO dari para pemilik saham pun tidak setegang dan segugup yang dia rasakan saat ini.
" Wah, kamu tampan juga ya" mommy Fika berkata dengan wajah yang berbinar. " Kamu sangat cocok dengan Fariz kami, kamu setuju kan Nara?" tambah mommy Fika lagi meminta pendapat menanti nya.
" Ya mommy, aku sangat setuju! Dia sangat tampan" Nara mengacungkan jempol nya pada mommy mertua nya dengan senyum penuh arti.
" Cih, hentikan kalian ini! Tampan apa nya, masih tampan juga aku" Aydan mendengus kesal. "Kamu sangat kejam sayang, bisa - bisa nya kamu memuji pria lain di hadapan ku" Aydan merajuk pada istri nya Nara.
" Aku kan bukan memuji orang lain, tapi memuji calon adik ipar ku. Tidak apa - apa kan, bukan kah kita juga harus menilai calon suami Fariz iya kan mom?" Nara seolah tidak perduli dengan rajukan suami nya.
" Tentu saja, karena tidak sembarang pria yang boleh jadi suami dari putri ku" mommy Fika mengerlingkan sebelah mata nya pada Nara dan mereka pun terkekeh bersama.
" Sudahlah, kita tidak akan menang jika melawan mereka" daddy Nanda menepuk pundak Aydan dengan cukup keras. " Lebih baik kita lampiaskan kekesalan kita pada nya saja" Daddy Nanda sedikit berbisik dengan senyum smirk di bibir nya menatap calon menantu nya, begitu pun Aydan yang ikut tersenyum penuh arti.
Sedangkan Yuichi tampak melihat interaksi keluarga calon istri nya itu dengan perasaan campur aduk, rasa gugup, tegang sekaligus nyaman saat melihat interaksi antara mereka yang tak jauh dengan keluarga besar nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏