My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 56



Tok


Tok


Tok


Almyra dengan ragu mengetuk pintu yang ada di hadapan nya, sungguh tangan Almyra rasa nya sangat berat saat melakukan nya. Apa lagi saat melihat kembali pintu ruangan Devlin, membuat Almyra kembali mengingat kejadian kemarin.


" Semoga saja dia tidak ada di tempat" gumam Almyra pelan dengan penuh harap.


Ceklek


Pintu terbuka dari dalam, ternyata Devlin sendiri yang membukakan pintu. Dan harapan Almyra hanya tinggal harapan saat ini, karena keinginan nya itu kini tidak mungkin terkabul. Bukti nya pria yang dia benci namun tampan itu kini berdiri di hadapan nya.


Tunggu dulu, tampan? Sial nya, seperti nya sebenci apa pun Almyra pada Devlin tetap saja di mata nya Devlin adalah pria yang sangat tampan. Mungkin paling tampan di dunia ini.


Ke dua mata Devlin dan Almyra kini bertemu dan bersitatap satu sama lain dengan jarak yang lumayan dekat sesaat setelah Devlin membuka pintu ruang kerja nya. Detak jantung Almyra berdetak sangat kencang saat melihat wajah pria yang sejak kecil dia kagumi itu.


" Almyra, kamu sudah datang?" Ucap Devlin membuka suara setelah beberapa saat mereka hanya terdiam dengan mata yang saling menatap satu sama lain.


" Y ya" Almyra mengangguk dengan ucapan yang sedikit terbata. " Ada apa kakak memanggil ku?" Almyra to the point.


" Masuk lah dulu, aku akan mengatakan nya di dalam" Devlin mempersilah kan Almyra untuk masuk terlebih dahulu ke dalam ruang kerja nya.


" Tidak perlu, berikan mana pekerjaan ku yang harus ku perbaiki!" Almyra menengadahkan sebelah tangan nya dengan gaya jutek nya. Almyra berusaha untuk menyembunyikan perasaan nya dengan sikap yang seperti itu, jujur saja kalau tidak dia tahan Almyra kini sudah menangis sesegukan saat melihat wajah pria yang sangat dia cintai namun membuat nya kecewa.


" Kenapa Almyra jadi jutek seperti ini? Batin Devlin menatap Almyra dengan tatapan penuh keanehan. " Pekerjaan mu ada di dalam, jadi masuk lah dulu dan aku akan memberikan nya di sana" Devlin berkata dengan selembut mungkin.


Sebenar nya pekerjaan Almyra tidak ada masalah, Devlin hanya membuat alasan untuk memanggil Almyra ke dalam ruangan nya. Jujur saja Devlin juga tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan Almyra yang pergi begitu saja dengan wajah yang sedih sekaligus terkejut setelah melihat diri nya bersama dengan Nindy kemarin. Namun Devlin juga bingung harus menjelaskan nya seperti apa karena Devlin tidak tahu sama sekali bagai mana perasaan Almyra terhadap diri nya.


" Ish, merepotkan" Almyra menggerutu namun menurut juga dengan perkataan Devlin untuk masuk ke dalam ruang kerja nya.


Devlin bersorak dalam hati nya karena berhasil membuat Almyra mau masuk ke dalam ruangan nya, itu berarti Devlin mempunyai banyak kesempatan untuk berbicara dengan gadis yang selalu mengganggu pikiran nya itu.


" Mana?" Almyra kembali menjulurkan tangan nya meminta pekerjaan nya yang katanya harus di perbaiki itu dengan wajah yang masih saja terlihat ketus setelah dia berada tepat di depan meja kerja Devlin.


" Tidak perlu, aku sedang buru - buru" Almyra memalingkan wajah nya dari Devlin.


"Terburu - buru, mau ke mana?" Devlin mengerutkan kening nya. Devlin pikir apa yang akan di lakukan gadis ini setelah pulang kerja, karena yang Devlin tahu Almyra tidak pernah ke mana - mana kecuali pergi bersama dengan nya atau anggota keluarga yang lain nya karena dengan Yuichi mereka tidak pernah lagi pergi berdua apa lagi setelah Yuichi mengenal istri pura - pura nya itu.


" Itu bukan urusan kakak, aku juga punya kehidupan ku sendiri ya" ketus Almyra dengan wajah yang kesal.


" Jangan katakan kamu akan pergi dengan teman kerja mu itu! Siapa nama nya?" Devlin tampak berpikir. " Billy, ya nama nya Billy" tambah Devlin lagi setelah mengingat nya.


" Ck, memang kenapa kalau aku akan pergi dengan Billy. Tidak ada hubungan nya juga dengan kakak kan?" Almyra berdecak sebal.


" Ha ha ha, ya kamu benar! Itu bukan urusan ku" Devlin tertawa hambar. " Lagi pula kamu mau pergi dengan siapa pun itu tidak ada hubungan nya dengan ku".


" Ya, kakak benar!" Wajah Almyra berubah sendu. " Lagi pula kakak juga bebas kan pergi dengan siapa saja, begitu pun aku"


" Ya, kamu benar" Devlin mengangguk kan kepala nya. " Kalau begitu, pergilah! Bukan kah kamu sedang terburu - buru?"


" Ya, aku akan pergi. Sekarang berikan pekerjaan ku, aku akan memperbaiki nya dan menyerahkan nya besok"


" Tidak perlu, aku pikir biar aku saja yang memperbaiki nya. Lagi pula hanya butuh sedikit tambahan saja" jawab Devlin seraya duduk di atas kursi kebesaran nya dengan wajah yang lesu setelah mendengar jawaban Almyra barusan.


" Ck, lalu kenapa kakak memanggil ku kemari?" Almyra mendengus kesal. " Aku pikir kamu akan menjelaskan kejadian kemarin pada ku agar aku tidak salah paham, tapi ternyata" batin Almyra menatap sendu pada Devlin. " Kalau begitu, aku pergi dulu" setelah mengatakan hal itu, Almyra pun pergi meninggal kan ruang kerja Devlin.


" Devlin apa yang kamu pikirkan, apa hak mu untuk melarang Almyra pergi dengan siapa pun? Bukan kah bagi Almyra kamu bukan siapa - siapa" gumam Devlin pelan seraya melihat punggung Almyra yang menghilang di balik pintu.


Sesaat Devlin memejam kan mata nya dengan kepala yang dia sandar kan pada sandaran kursi nya dengan perasaan sesak yang menghimpit dalam dada nya.


Sementara itu di luar sana, tepat nya di balik pintu ruang kerja Devlin


" Almyra, apa yang kamu pikirkan? Bukan kah sudah jelas, kak Devlin sudah mempunyai kekasih dan perasaan mu hanya bertepuk sebelah tangan. Jadi berhenti lah berharap!" Gumam Almyra pelan dengan air mata yang menetes tanpa bisa di bendung seraya memegangi bagian dada nya yang terasa sesak.


" Semangat Almyra, lupakan perasaan cinta mu itu! Mungkin ini mang takdir Tuhan untuk mu" Almyra mengusap wajah nya kasar untuk menghapus air mata nya yang sudah menetes sedari tadi dan langsung melangkah kan kaki nya menuju ke ruang kerja nya untuk mengambil barang - barang nya dan segera pulang dengan langkah kaki yang terasa sangat berat.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏