My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 60



Tak lama setelah itu dua orang pria yang bersama Nindy mengambil apa yang di berikan Nindy tadi, mereka langsung pergi dari hadapan Nindy.


" Devlin, kamu lihat apa yang bisa aku lakukan untuk mendapat kan mu" Nindy tersenyum menyeringai seraya berdiri dari duduk nya dan melangkah menjauh dari tempat dimana Almyra dan Fariz berada.


" Kamu dengar? Ck, ternyata dia wanita ular" Almyra menggerutu kesal.


" Ya kamu benar" Fariz mengangguk kan kepala nya. " Tapi siapa dia? Apa kamu mengenal nya?"


" Nanti aku ceritakan, tapi aku perlu bantuan mu. Bisa kan?" Almyra tersenyum penuh arti menatap Fariz yang juga ikut tersenyum karena mengerti apa yang di katakan oleh sahabat nya itu.


🍓🍓🍓🍓🍓


Beberapa hari telah berlalu, dan hari ini adalah akhir pekan sehingga Fariz libur dari pekerjaan nya. Fariz sebenar nya sudah berjanji untuk bertemu dengan Almyra, namun itu akan masih nanti sore sehingga Fariz memutus kan untuk berdiam diri saja di rumah dengan santai.


Sebenar nya Fariz ingin sekali pergi berkencan dengan Yuichi, Fariz sering sekali membayang kan diri nya pergi berjalan - jalan berdua dengan pria yang di cintai nya itu. Berjalan di sebuah taman hiburan dengan bergandengan tangan dan memain kan beberapa permainan yang ada di sana, tak lupa Fariz juga membayang kan bagai mana Yuichi memenangkan beberapa hadiah dari beberapa permainan dan memberikan semua itu pada diri nya.


" Heem, seandai nya itu menjadi kenyataan" Fariz menopang dagu nya dengan sebelah tangan nya yang ia lipat di atas bantal berbentuk hati yang dia peluk saat ini.


Fariz kini sedang berada di dalam kamar nya untuk bermalas - malasan di hari libur nya. " Ck, tapi aku juga masih marah pada nya. Bisa - bisa nya selama satu Minggu ini dia mengacuh kan ku?" Fariz mengingat kembali bagai mana Yuichi selama satu Minggu ini tidak menghubungi diri nya sama sekali, bahkan jika Fariz menelpon atau mengirimi chat Yuichi hanya menjawab dengan singkat, padat dan jelas. Bahkan selama satu Minggu itu Yuichi sama sekali tidak menemui nya, padahal biasa nya pria itu selalu mencari cara agar bisa bertemu dengan diri nya.


" Sebenar nya apa yang sedang dia lakukan, sampai - sampai dia tidak punya waktu untuk ku?" Fariz menghela nafas nya berat." Aaaakh, kenapa aku tidak bisa berhenti memikir kan Yui?" Fariz berteriak frustasi." Dia saja tidak memperdulikan ku haaaaa" Fariz menelusupkan wajah nya pada bantal yang ada di tangan nya untuk meredam suara teriakan nya


Tok


Tok


Tok


Di tengah - tengah kegalauan yang sedang melanda hati Fariz, tiba - tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar nya.


Ceklek


Pintu di buka dari luar, dan ternyata itu mommy Fika. " Apa mommy mengganggu mu sayang?" Mommy Fika menyembul kan kepala nya.


" Tidak, ada apa mom?" Fariz menggeleng kan kepala nya.


" Di bawah ada yang sedang menunggu mu sayang, kata nya dia ingin mengajak mu jalan - jalan" mommy Fika tersenyum menggoda seraya melangkah mendekat ke arah putri nya yang sedang duduk di atas tempat tidur nya.


" Oh ya, siapa?" Wajah Fariz terlihat berbinar saat mendengar ucapan mommy nya barusan.


" Ish, mommy kan tinggal bilang siapa orang nya. Jangan membuat ku penasaran" Fariz mengerucut kan bibir nya lucu.


" Sudah lah, jangan banyak bicara! Cepat mandi sana, bau acem tau" mommy Fika terkekeh seraya tangan nya mendorong pelan Fariz agar segera pergi ke kamar mandi.


" Iya - iya, mommy duluan saja ke bawah. Nanti aku akan menyusul mommy" Fariz pun langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar mandi, sedang kan mommy Fika langsung keluar dari kamar putri nya itu untuk menemani seseorang yang sudah menunggu Fariz itu.


" Siapa ya, apa itu Yui?" Gumam Fariz sesaat setelah dia memasuki kamar mandi. " Cih, ternyata kamu juga tidak kuat berlama - lama tak berjumpa dengan ku" ucap Fariz dengan penuh percaya diri dan setelah nya Fariz langsung melakukan ritual mandi nya. Fariz bermaksud untuk dandan dengan sangat cantik agar pria yang sudah menempati hati nya itu kagum terhadap diri nya, Fariz juga berniat untuk melampiaskan rasa kesal nya pada pria itu karena dia sudah berani mengacuh kan diri nya selama beberapa hari ini.


Setelah beberapa menit berlalu, akhir nya Fariz susah menyelesai kan ritual mandi nya. Fariz pun turun dari kamar nya menuju ruang tamu untuk menemui seseorang yang kata mommy nya sedang menunggu diri nya.


" Maaf membuat mu menunggu lama" ucap Fariz saat memasuki ruang tamu.


" Tidak apa - apa" ucap seorang pria yang sedang berada di sana.


" Azkha" Fariz tertegun sekaligus kaget saat mengetahui siapa yang ada di sana, ternyata tidak sesuai dengan apa yang di pikir kan oleh Fariz tadi. Kecewa? tentu saja Fariz sangat kecewa saat ini, tapi Fariz berusaha untuk tidak memperlihatkan nya.


" Ya" Azkha tersenyum manis. " Coba aku tebak, apa kamu mengharap kan orang lain yang datang?" tebak Azkha saat melihat wajah terkejut Fariz.


" Ya, em maksud ku tidak" jawab Fariz kikuk seraya mengangguk dan kemudian menggeleng kan kepala nya.


" Iya atau tidak?" Azkha tersenyum menggoda membuat Fariz semakin di buat kikuk karena nya.


" Tidak, lagi pula aku mengharap kan siapa?" Fariz melengoskan wajah nya yang sudah memerah karena malu sekaligus kesal pada pria yang ada di hadapan nya.


" Mana aku tahu" Azkha mengangkat ke dua bahu nya acuh. " Kalau kamu tidak sedang menunggu siapa pun, itu berarti kamu bisa ikut dengan ku bukan?" Azkha menaik turun kan alis nya lucu.


" Ikut, kemana?" Fariz mengerut kan kening nya.


" Jangan banyak tanya, nanti kamu juga akan tahu sendiri" tanpa menunggu jawaban dari Fariz, Azkha langsung menarik tangan Fariz agar mengikuti nya.


" Hey tunggu dulu, bukan kah aku belum mengatakan iya?" Fariz menggerutu kesal seraya kaki nya melangkah cepat mengimbangi langkah lebar Azkha karena tangan nya masih saja di tarik oleh pria itu.


" Aku tidak menerima penolakan" Azkha menghentikan langkah nya sebentar seraya menoleh kan wajah nya, hanya sebentar saja karena selesai mengatakan hal itu Azkha kembali melangkah tanpa melepaskan cengkraman tangan nya pada tangan Fariz.


" Ish, menyebal kan! Dasar seenak nya sendiri" Fariz mendengus kesal dengan langkah yang terseret - seret.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏