My Pretend Wife

My Pretend Wife
Bab 72



" Sebenar nya aku memang mengikuti mu dan Azhka ke taman hiburan saat itu" ucap Yuichi dengan wajah yang serius.


" Apa?" Fariz sekejap terbengong dengan apa yang di ucap kan oleh Yuichi barusan.


" Tapi aku melakukan nya karena aku cemburu, aku tidak mau kamu pergi hanya berdua dengan bocah sialan itu" Yuichi memegang ke dua tangan Fariz dengan wajah yang terlihat sangat menyesal. " Jadi aku mohon, jangan marah lagi ya! Aku berjanji tidak akan melakukan nya lagi, tapi kamu juga jangan lagi pergi bersama dengan dia. Ah tidak jangan pergi dengan pria mana pun, siapa pun itu" ucap Yuichi panjang lebar , sedangkan Fariz hanya terdiam dengan wajah yang terlihat kecewa.


Bukan hal ini yang ingin di dengar oleh Fariz, yang ingin di dengar oleh Fariz adalah pengakuan Yuichi tentang kebenaran penyakit nya dan pengakuan Yuichi tentang perasaan cinta nya.


" Apa hanya itu yang ingin kamu sampaikan?" Fariz melepaskan tangan nya dari genggaman Yuichi. " Bukan kah kamu sudah tahu kalau aku sudah mengetahui hal itu?" Fariz menatap kecewa pada Yuichi.


" Aku tahu, tapi aku pikir kamu ingin mendengar nya langsung dari ku. Jadi aku mengatakan nya" jawab Yuichi


" Lebih baik kamu pergi sekarang, bukan kah kamu sudah selesai bicara!" Fariz berdiri dari duduk nya dengan wajah yang sangat kesal


" Aku masih ingin di sini bersama mu, kenapa kamu terlihat kesal?" Yuichi ikut berdiri. " Apa aku melakukan kesalahan, katakan?"


" Aku tidak apa - apa, aku hanya merasa lelah" ucap Fariz tanpa menatap wajah Yuichi. " Aku ingin sendirian dan ingin beristirahat, itu saja"


" Apa itu benar?" Yuichi menatap Fariz dengan tatapan menyelidik. " Aku merasa kamu marah kepada ku, maksudku bukan kah seharus nya kita menghabiskan waktu bersama kita? Maksudku sebagai sepasang suami istri kita bahkan tidak tinggal bersama, jadi bisa kah kita bersama hanya untuk malam ini saja?"


" Benarkah, kamu merasa seperti itu? Sekarang anggap saja seperti itu" Fariz berkata dengan nada tinggi nya. " Sekarang katakan! Apa yang bisa membuat ku marah kepada mu, apa kamu berbuat salah pada ku? Atau kamu menyembunyikan sesuatu dariku? Katakan! Lalu apa kata mu tadi? Apa kamu yakin kalau kita benar - benar pasangan suami istri?" Fariz mengusap rambut nya frustasi, sungguh Fariz sangat kesal dengan pemuda yang ada di hadapan nya itu. Bisa - bisa nya dia masih tidak mau jujur pada diri nya.


" A aku" Yuichi tidak mampu berkata apa - apa, jujur saja Yuichi terkejut dengan ucapan Fariz barusan terutama kata terakhir nya.


" Cih, bahkan kamu tidak bisa berkata apa - apa sekarang" Fariz tertawa mengejek pada diri nya sendiri yang merasa sangat bodoh. " Sudahlah, lebih baik kamu pergi jika kamu masih belum bisa mengatakan apa pun pada ku!" Fariz pun melangkah pergi masuk ke dalam kamar mandi meninggal kan Yuichi untuk menghindari pria itu.


" Maaf" Yuichi menahan tangan Fariz sehingga Fariz menghentikan langkah nya dan menoleh. " Tadi nya aku belum siap mengatakan ini, aku takut jika kamu tahu kamu akan meninggal kan ku. Tapi sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi dan aku tidak tahu apa ini ada hubungan nya atau tidak dengan apa yang membuat mu marah dan kesal saat ini. " Yuichi menatap serius pada wajah Fariz, sedangkan Faris hanya diam dan menunggu apa yang akan di ucapkan Yuichi padanya.


" Maaf karena aku tidak jujur pada mu, sebenar nya ingatan ku sudah sembuh saat aku pertama kembali ke Jakarta. Tadi nya aku akan memberitahu mu saat kita bertemu, tapi entah kenapa aku malah ingin merasakan lebih lama peran sebagai suami mu. Walau pun aku tahu itu palsu, tapi entah kenapa aku merasa sangat senang walau itu hanya sebuah kebohongan" ucap Yuichi menjelaskan.


" Ya, aku tahu. Tapi itu aku lakukan karena aku takut kamu akan menjauh dariku, aku tidak tahu sejak kapan. Seperti nya aku sudah jatuh cinta pada mu"


Kata - kata Yuichi barusan membuat hati Fariz menghangat dan detak jantung nya berdetak semakin kencang, sungguh Fariz sangat senang akhir nya bisa mendengar kata itu langsung dari bibir pria di hadapan nya itu. Tanpa di sadari tercetak lengkungan tipis pada bibir Fariz saat ini dengan wajah yang merona.


" Bukan kah itu tidak sulit?" Ucap Fariz membuat Yuichi mengerutkan kening nya dengan wajah yang bingung. " Ish, aku tidak percaya ini. Akhir nya aku bisa juga mendengar ini langsung dari bibir mu, kenapa kamu membutuh kan waktu yang sangat lama untuk ini hah?" Fariz menatap kesal pada Yuichi membuat Yuichi merasa semakin bingung dengan ucapan Fariz barusan.


" Aku sudah tahu semua nya dari Almyra, tentang penyakitmu yang sudah sembuh dan tentang kamu yang sudah sangat jatuh cinta pada ku" ucap Fariz saat melihat wajah bingung dari Yuichi. " Aku tidak percaya kamu akan sepengecut itu yang membutuh kan waktu yang sangat lama untuk mengakui semua nya" tambah Fariz dengan nada mengejek nya.


" Seharus nya aku sudah tahu itu" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya. " Ya, aku sangat jatuh cinta pada mu dan mungkin kamu benar aku sedikit pengecut karena tidak bisa mengatakan ini lebih awal. Tapi sekarang katakan, bagai mana perasaan mu pada ku?" Yuichi meraih ke dua tangan Fariz dan menggenggam nya.


" Aku, emm.. bagai mana ya" Fariz melepaskan tangan Yuichi. " Seperti nya aku harus membuat mu menunggu jawaban ku" Fariz memundurkan tubuh nya menjauh dari Yuichi. " Bukan kah itu akan membuat kita impas?"


" Cih, tapi aku tidak sesabar diri mu sayang" Yuichi langsung menarik tangan Fariz sehingga tubuh Fariz menubruk dada bidang Yuichi dan mengunci nya agar tubuh Fariz tetap menempel pada nya. " Tapi seperti nya aku sudah tahu jawaban nya" Yuichi tersenyum penuh arti.


" Oh ya, apa kamu bisa melepaskan ku?" Fariz memberontak agar Yuichi mau melepaskan diri nya, jujur saja berdekatan dengan Yuichi seperti ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantung nya. Apa lagi saat ini detak jantung Fariz sudah sangat cepat melebihi batas normal, Fariz juga tidak ingin Yuichi sampai bisa mendengar nya.


" Ya, tentu saja aku tahu" Yuichi tidak melepaskan pelukan nya pada Fariz. " Aku sangat tahu kalau kamu juga sangat mencintai ku, benar kan?" Yuichi berkata dengan penuh percaya diri.


" Cih, apa yang membuat mu bisa sangat percaya diri seperti itu hah?" Fariz mengerucut kan bibir nya lucu.


Cup


Tanpa aba - aba terlebih dahulu Yuichi mendaratkan kecupan nya pada bibir Fariz yang sedang mengerucut dan tampak lucu di mata Yuichi saat ini.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏