
Ceklek
Pintu di buka dari dalam membuat pria tampan yang tengah di landa kegelisahan di depan suatu ruangan tampak menoleh dengan raut wajah yang masih sama cemas nya.
" Sebenar nya apa yang sudah kalian bicarakan di dalam, kenapa lama sekali?" Yuichi melangkah kan kaki nya mendekati Fariz yang baru saja keluar bersama dengan kakak nya Aydan, tak lupa tangan nya pun meraih salah satu tangan Fariz untuk dia pegang.
" Lepaskan!" Aydan menepis kasar tangan Yuichi yang sedang memegang tangan Fariz seraya melayang kan tatapan tajam nya. " Siapa yang mengizinkan mu untuk memegang adik ku ini?" Ketus Aydan.
" Aku tidak perlu izin siapa pun untuk memegang tangan istri ku" Yuichi tidak melepaskan genggaman tangan nya dari Fariz. " Ternyata calon kakak ipar ku ini galak juga, untung saja aku menjalan kan drama ini" batin Yuichi
" Cih, istri kau bilang?" Aydan mendengus kesal, Aydan jelas sangat kesal setiap kali pria asing di hadapan nya mengakui adik semata wayang nya itu sebagai istri nya. Sampai terjadilah perang tatapan tajam di antara keduanya selama beberapa saat.
" Sudah lah, kalian tidak usah ribut!" Fariz menengahi ke dua pria itu, Fariz tidak mau ambil resiko bahwa kakak kesayangan nya itu akan mengatakan semua nya pada Yuichi dan membuat kepala Yuichi sakit seperti waktu itu.
" Kami tidak ribut sayang, aku hanya tidak suka kalau kakak ipar melarang ku untuk menyentuh mu. Itu saja" Yuichi berkata dengan manja.
" Cih" Aydan hanya mendecih sebal, dia memalingkan wajah nya dari Yuichi dengan gaya angkuh nya. " Lihat dia, begitu menjijik kan" gumam Aydan pelan dengan nada cibiran, namun Yuichi dan Fariz masih bisa mendengar perkataan Aydan barusan membuat Yuichi mendelik tajam tanpa berani menjawab cibiran dari calon kakak ipar nya itu.
Sebenar nya Aydan sudah sangat kesal pada pria yang ada di hadapan nya itu, bahkan Aydan sangat tidak tahan ingin mengatakan semua kebenaran nya. Apa lagi entah kenapa Aydan melihat sosok Yuichi sebagai sosok pria yang sangat menyebal kan, namun semua itu Aydan tahan karena permintaan dari Fariz adik nya itu. Fariz mewanti - wanti Aydan untuk tidak mengatakan hal yang sebenar nya pada Yuichi setidak nya sampai Fariz merasa Yuichi akan baik - baik saja bila mendengar nya. Apa lagi saat ini saja Fariz sedang menatap diri nya dengan tatapan memohon nya, membuat Aydan semakin tidak bisa berkutik saja saat ini.
" Sayang, ayo kita pulang! Pekerjaan mu sudah selesai bukan?" Untuk mengalih kan rasa kesal nya pada Aydan, Yuichi lebih memilih untuk mengajak Fariz saja pulang ke rumah nya.
" Pu pulang?" Fariz tergagap dengan wajah yang bingung, bagai mana cara Fariz untuk menolak ajakan dari pria di hadapan nya? Fariz juga tidak mungkin untuk menerima ajakan pria itu untuk pulang ke rumah nya, apa yang akan di katakan mommy dan daddy nya kalau putri kesayangan mereka pulang ke rumah seorang pria? Fariz sungguh tidak bisa membayang kan nya. Fariz pun melihat ke arah Aydan dengan raut wajah yang seakan mempertanyakan apa yang harus dia lakukan saat ini, namun yang di tatap malah mengendik kan bahu nya acuh membuat Fariz menjadi kesal pada kakak nya itu.
" Tidak bisa, kalau kau ingin membawa Fariz pergi. Kamu harus mendapat kan izin dari mommy dan daddy terlebih dahulu, enak saja kau main bawa pergi anak orang begitu saja" Aydan mendengus kesal. Aydan memang merasa kesal pada adik nya dan pria yang ada di hadapan nya itu, namun Aydan juga tidak bisa membiarkan pria itu membawa adik nya begitu saja.
" Ah ya, kakak ipar benar juga" Yuichi mengangguk kan kepala nya. " Bagai mana aku bisa tidak sopan seperti itu pada mertua ku, kalau begitu mari kita temui mommy dan daddy mertua istri ku" wajah Yuichi terlihat berbinar saat ini, Yuichi pikir ini adalah waktu yang tepat untuk bertemu dengan mommy dan daddy Fariz secara langsung agar hubungan nya dan Fariz dapat berlanjut nanti nya.
" Istri ku - istri ku, berhenti memanggil nya seperti itu" sentak Aydan. " Haish, kenapa aku sangat kesal sekali setiap kali mendengar nya" gumam Aydan sambil meraup wajah nya frustasi.
" Kalau aku tidak memanggil dia istri ku, lalu aku harus memanggil nya apa?" Yuichi tampak berpikir. " Oh ya, sayang saja. Bagai mana menurut mu sayang?" Putus Yuichi pada akhir nya sambil meminta pendapat pada Fariz, Fariz hanya memutar bola mata nya malas tanpa bisa berkata apa pun saat ini. Melihat ke dua pria itu berdebat sungguh membuat kepala Fariz merasa pusing saja.
" Ish, kau ini" Aydan rasa nya ingin sekali menjitak kepala pria yang ada di hadapan nya itu.
" Sudah lah, lebih baik sekarang kamu pulang saja dulu ke rumah mu! Besok baru kita ke rumah ku untuk menemui mommy dan daddy oke" Fariz mendorong pelan tubuh Yuichi agar segera pergi dari sana, Fariz harus mencari cara agar Yuichi mengurung kan niat nya untuk pergi menemui mommy dan daddy nya hari ini. Bukan kah Fariz harus menjelas kan terlebih dahulu semua keadaan yang sedang dia alami saat ini pada sang mommy dan daddy, karena kalau tidak mereka pasti akan sangat kaget sekali bila tahu - tahu ada seorang pria datang dan mengaku sebagai menantu mereka. Sungguh Fariz tidak bisa membayang kan apa yang akan terjadi selanjut nya, bisa - bisa diri nya di kurung di dalam kamar selama beberapa hari oleh orang tua nya atau ada hal yang lebih buruk lagi? Oh God, rasa nya Fariz tidak sanggup bahkan untuk sekedar membayang kan nya saja.
" Kenapa tidak sekarang sayang? Aku sudah tidak sabar ingin segera menemui mommy dan daddy mertua" Yuichi menahan tubuh nya yang di dorong oleh Fariz.
" Jangan!" Fariz yang merasa bingung tak sengaja membentak Yuichi dan membuat pria itu terkesiap karena nya. " Eemm, maksud ku bukan kah aku harus membicarakan nya dulu pada mommy dan daddy?" Fariz melembut kan ucapan nya saat melihat wajah Yuichi yang seperti kaget dengan ucapan diri nya barusan.
" Pasti Fariz belum menceritakan apa pun tentang kami yang bertemu di Bandung?" Batin Yuichi. " Mungkin aku harus memberi kesempatan pada Fariz untuk menceritakan semua nya pada orang tua nya terlebih dahulu" tambah Yuichi lagi masih dalam hati nya sambil menatap Fariz dengan tatapan yang sangat sulit di artikan oleh Fariz. " Baik lah, aku akan pulang sekarang. Lagi pula masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, kakak ipar sampai jumpa lagi" Yuichi pun tak menunggu lama langsung pergi meninggal kan Fariz dan Aydan yang masih berdiri di sana.
" Ya" Fariz hanya memandang punggung Yuichi yang menjauh dengan wajah sendu nya. " Apa perkataan ku tadi menyinggung nya?" batin Fariz
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏