My Love My SPG

My Love My SPG
Pindahan



Sudah seminggu setelah kedatangan Nata di Mall tesebut. Semakin hari ia semakin mencoba untuk mendekati Ishi. Mungin Nata tertarik dengan wajah cantik dan sikap Ishi yang baik.


Nata:" Ishi besok kamu libur ya. Ada acara nggak,,?"


Ishi yang mendengar kalimat Nata terkejut


"Besok saya mau pindahan kontrakan Kak. Kenapa memangnya Kak?"


"Kak Nata mau bantuin kita pindahan apa,,,?" Celetuk Rika yang ada disitu.


"Ya nggak papa. Kalau boleh aku bantuin, kan besok juga aku libur nggak ada kerjaan" Jawab Nata tersenyum.


Indri tiba-tiba datang dan ikut nimbrung dengan mereka,


"Besok aku ambil libur juga apa ya, kan kita pindahan"


"Nggak usah, kan besok kamu masuk siang jadi masih bisa ikut pindahan. Nggak usah cari perkara sama si Nyonya" Omel Rika.


"Wah, biasa aja Mak yang ngomong nggak usah pake urat" Jawab Indri.


"Bener itu. Besok kan aku libur, paginya pindahan sama kamu sorenya biar dibantuin Rika, nggak usah cari perkara sama Nyonya Lampir deh" Kata Ishi


"Uups..." Refleks Ishi menutup mulutnya yang tidak sengaja mengucapkan kata Nyonya Lampir di depan Nata.


"Nyonya Lampir? Siapa?" Tanya Nata sambil mengerutkan keningnya.


"Itu sebutan kita buat Mba Gita Kak" Celetuk Indri dengan polosnya tanpa merasa berdosa.


"Indri" Kata Rika dan Ishi yang merasa kaget dengan ucapan Indri.


"Nggak kok Kak, Indri cuma becanda" Belum sempat Ishi melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Nata berbicara


"Memang itu julukan yang pas buat Gita" Ucap Nata


"Heh!" Sontak mereka kaget dengan jawaban dari Nata, dan akhirnya mereka tertawa bersama.


Keesokan harinya, mereka disibukan dengan aktivitas pindah kontrakan, Walaupun barang yang dibawa tidak banyak tapi lumayan merepotkan.


"Aku berangkat kerja dulu ya. Semangat ya Mak" Ucap Rika pada Ishi dan Indri.


"Hati-hati ya Nak, awas nanti kalau lihat cogan itu mata dikondisikan. Haha" Jawab Indri


Setelah kepergian Rika, Ishi dan Indri sibuk merapikan barang yang akan dibawa mereka.


Tin tin..


Suara klakson mobil menghentikan aktivitas mereka.


"Hay" Sapa Nata "Udah siap pindahannya.." Sambil melambaikan tangannya di depan muka Ishi dan Indri karena mereka terlihat bengong.


"Eh, iya Kak kita udah siap" Jawab Ishi sambil menyenggol tangan Indri yang masih terlihat bengong.


"Haa...." Jawab Indri kaget. "Itu mobil Kakak?"


"Iya In. Katanya mau pindahan ya harus bawa mobil buat angkut barang barang kalian." Jawab Nata sambil melirik barang mereka.


Setelah mengangkut barang-barang dalam mobil mereka menuju kontrkan yang akan ditinggali mereka.


Di dalam mobil


"Kak Nata anak orang kaya ya...?" Celetuk Indri


"Biasa aja kok In, punya mobil bukan berarti orang kaya" Jawab Nata santai.


Setelah selesai merapikan barang-barang di kontrakan tak terasa sudah waktu makan siang, yang berarti Indri juga harus berangkat bekerja. Setelah kepergian Indri tinggal Nata daln Ishi.


Ishi :"Kak Nata belum makan kan? Gimana kalau kita beli makan kalau nunggu masak kelamaan"


Nata:" Nggak papa nunggu kamu masak aja, aku juga belom terlalu laper" Ucapnya sambil memainkan ponselnya.


📩 Adnan :" Kamu dimana?"


📩 Nata:" Di rumah temen, kenapa bang?"


📩 Adnan :"Rencananya hari ini mau ke Mall, tapi kamu nggak ada jadi besok aja"


📩 Nata :"Tumben. Ya udah ntar dibicarain di rumah. Aku lagi sibuk"


📩 Adnan:" Sibuk apa kamu itu,paling sibuk main"


Tapi pesan terakhir dari Adnan tidak dibalas oleh Nata. Fokusnya teralihkan dengan aroma masakan dari dapur.


Ishi :"Kak ayo makan dulu. Maaf ya seadanya maklum tanggal tua. Haha"


"Kalau aku itu nggak pilih-pilih makanan, jadi nggak usah sungkan, " Kata Nata sabil memakan hidangan di meja makan "Kamu pinter masak Shi. Enak masakan kamu"


"Makasih Kak. Ya maklum anak kost jadi harus bisa masak" Jawab Ishi.


Mereka berdua makan bersama sambil ngobrol dan bercanda.


Tak terasa waktu sudah cukup sore Nata pun pamit untuk pulang.