My Love My SPG

My Love My SPG
Gita Bertindak



"Shi, kamu duduk aja biar kita yang beres-beres " Kata Rika sambil membereskan meja.


"Iya biar kita aja, kan kamu nggak boleh capek-capek" Tambah Indri.


"Aku nggak papa kok kalau cuma beres-beres, nggak enak juga kalau cuma duduk lihatin kalian" Bantah Ishi.


"Emang Ishi sakit apa kok nggak boleh ngapa-ngapain ?" Kepo Jul.


"Heemm, mau tahu banget apa mau tahu aja" Tanya Indri.


"Dua-duanya" Jawab Jul.


"Sini kak aku bisikin" Ucap Indri sambil menggerakkan tangannya.


"Kepo.... Hahaha" Jawab Indri tertawa.


"Reseh" Jawab Jul lalu pergi meninggalkan mereka.


Disaat mereka sedang beres-beres datanglah Gita menghampiri mereka.


"Enak banget kamu ya, bukannya beres-beres malah duduk santai disini." Ucap Gita sambil melirik Ishi.


"Ini juga, ngapain kamu pakai flatshoes? Hamil anak siapa? Jangan-jangan yang sering mangkal diperempatan itu kamu? Nggak nyangka muka polos tapi kelakuan bej** " Katanya lagi sambil menendang sepatu Ishi.


"Masalah buat Mbak? Saya hamil atau nggak kayanya nggak perlu lapor sama Mbak. Satu lagi, kok Mbak bisa tahu kalau diperempatan banyak yang mangkal apa Mbak salah satunya?" Jawab Ishi jengah.


"Belagu banget sih kamu, inget kamu ini cuma SPG jadi nggak usah sok. Seharusnya kamu hormatin dong atasan. Jangan asal ngomong mulut kamu itu. " Oceh Gita sambil menunjuk-nunjuk Ishi.


"Nggak masalah bagi saya walaupun saya cuma SPG. Yang masalah itu kalau saya punya jabatan tapi nggak bisa saling menghormati dengan rekan kerja. Mbak kira jabatan Mbak itu udah hebat apa? Inget Mbak diatas langit masih ada langit" Kata Ishi sambil menyingkirkan jari Gita yang menunjuknya.


"Kan saya cuma nanya, sama kaya pertanyaan Mbak ke saya. "


"Mentang-mentang mau resign kamu jadi belagu ya? Kamu kira bisa resign dari sini tanpa seizin aku?" Kata Gita dengan sombongnya.


"Saya bisa keluar dari sini kapanpun saya mau dengan atau tanpa izin dari Mbak, bahkan Manager sekalipun" Gertak Ishi dengan senyum mengejek.


"Jadi bener kamu selama ini ada hubungan sama kak Nata? Pantes aja kamu songong. Inget ya kak Nata hanya punya saya. Kalau memang kamu hamil sama kak Nata, nggak akan aku biarin kalian bersatu" Ancam Gita.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Nata yang baru datang.


"Nggak papa kok kak" Kata Gita lalu pergi meninggalkan mereka.


"Kamu nggak papa?" Tanya Nata pada Ishi.


"Nggak papa kok kak" Jawab Ishi tersenyum.


"Nggak papa apanya. Kak tadi itu si lampir ngancem Ishi tahu nggak" Kata Indri dan disusul anggukan kepala oleh Rika yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Gita dan Ishi. Mereka pun menceritakan kejadian barusan.


"Gila itu orang." Umpat Nata.


"Bisa Kakak minta tolong buat kalian?" Rika dan Indri pun menganggukan kepala.


"Mulai sekarang tolong jangan biarkan Ishi sendirian" Perintah Nata.


"Kak jangan berlebihan deh" Protes Ishi.


"Ini buat keselamatN kamu! Jadi jangan protes" Kata Nata dengan tegas.


"Masalah Gita biar Kakak yang urus. Sekarang ayo kerjakan tugas kamu, semakin cepat semakin baik"


Saat jam istirahat Nata pun mengajak Gita untuk makan bersama.


"Kak Nata, makasih ya udah ngajak aku makan" Ucap Gita dengan senyum.


"Hem" Jawab Nata malas.


"Kok kak Nata jawab kaya gitu sih" Decak Gita.


"Git, saya ajak kamu makan disini karena ada yang mau saya omongin." Kata Nata dengan muka serius.


"Jangan-jangan kak Nata mau nembak aku. Akhirnya dia sadar juga mana yang pantas dan mana yang tidak pantas" Batin Gita.


"Tolong kamu jangan ganggu Ishi" Jleb kata-kata Nata sungguh menghancurkan Gita.


"Maksud Kakak apa?" Tanya Gita dengan mata merah.


"Saya tahu semua tindakan kamu kenapa Ishi. Jadi nggak usah Pura-pura polos depan saya. " Ucap Nata.


"Saya cuma bisa bilang maaf. Saya nggak bisa bales perasaan kamu" Jawab Nata tanpa basa-basi.


"Jadi Kakak nolak aku demi gadis murahan kaya Ishi? Apa jangan-jangan Kakak udah tidur sama dia makanya kakak sampai kaya gini? Apa Ishi hamil karena kakak?" Tanya Gita.


"Darimana kamu tahu berita tentang kehamilan Ishi?" Tanya Nata kaget.


"Di Mall itu tembok pun bisa bicara, apalagi kalau ini kabar busuk, baunya udah kecium sampai mana-mana. " Tegas Gita dengan senyum mengejek.


"Ini nggak ada hubungannya sama Ishi. Saya cuma nggak bisa bales perasaan kamu. Terlepas dia hamil dengan siapa itu juga bukan urusan kamu. Jangan pernah kamu coba buat nyakitin Ishi cuma gara-gara saya karena nggak akan ada perubahan buar rasa saya ke kamu" Kata Nata beranjak dari kursi.


"Ini saran aja buat kamu, Kalau kamu masih ingin kerja disini, jangan pernah usik Ishi." Kata Nata lalu pergi meninggalkannya.


"Semakin kamu kaya gitu, semakin aku nggak ingin ngelepasin kamu kak" Gumam Gita.


Setelah selesai istirahat Ishi lalu melanjutkan kegiatannya dibantu Rika dan Indri di gudang untuk mendata stock barang.


Braaaak..


Suara pintu dibuka, tiba-tiba Gita menghampiri Ishi dengan muka merah.


Plaaak


Gita menampar Ishi dengan kuatnya. Rika dan Indri pun tak sempat untuk menghalangi karena kejadian begitu cepat sedangkan Indri dan Rika sedang naik rak sepatu.


"Maksud Mbak apa?" Bentak Ishi.


"Dasar kamu ya wanita ja***g beraninya kamu godain kak Nata. Sini biar aku kasih kamu pelajaran " Ucap Gita lalu mencakar Ishi.


Ishi tidak sempat menghindar ia hanya bisa menutupi dengan tangannya lalu ia mendorong Gita.


Plak


Ishi pun membalas tamparan Gita dengan cukup keras selagi ada kesempatan. Rika dan Indri pun buru-buru turun dari rak untuk melerai mereka.


"Jangan kira saya nggak berani dengan kamu, selama ini saya diam karena masih menganggap kamu itu atasan" Bentak Ishi dengan muka merah padam. Ketika Gita akan menyerang Ishi kembali Rika langsung menghadang Gita.


"Kalian beraninya keroyokan!" Cibir Gita.


Karena suara mereka cukup berisik mengundang rasa ingin tahu bagi mereka yang berada di luar gudang, akhirnya mereka pun mengecek ada apa sebenarnya di dalam gudang.


"Saya pastikan kamu akan menyesal dengan tindakan kamu ini." Ancam Ishi.


"Kamu kira kamu siapa? Jangan sok disini" Jawab Gita.


"He, kalau kamu tahu saya siapa detik itu juga pasti kamu akan mohon ampun sambil menangis" Ejek Ishi.


"Nyonya muda Brawijaya asal kamu tahu" Jawab Ishi tegas.


Mereka yang mendengar pernyataan Ishi antara percaya atau tidak karena tidak ada bukti.


"Mimpi. Jangan kira karena kamu dekat dengan kak Nata makanya kamu bisa ngomong nyonya muda Brawijaya. Hahaha" Jawab Gita dengan tawa terbahak-bahak.


"Kamu kira keluarga Brawijaya mau punya menantu jal**g kaya kamu?" Tunjuk Gita.


"Nggak percaya terserah, itu urusan kamu tapi kalau nanti kamu tahu kebenarannya" Ucap Ishi dengan senyum.


"Jangan nagis tau" Tambahnya dengan kata-kata khas kartun negeri tetangga. 😅😅


Mereka yang melihat di depan pintu bingung untuk mempercayai siapa dan hanya bisa menonton. Keramaian di depan gudang mengusik rasa ingin tahu Hendri dan Nata yang melintas.


"Ada apa ini?" Suara lantang Nata lalu mereka memasuki gudang dan alangkah terkejutnya mereka dengan kondisi Gita dan Ishi yang masih berdebat.


"Cukup" Bentak Nata.


"Semuanya bubar dan kamu Gita tunggu saya di ruangan" Kata Nata.


* * * * *


**Maaf ya kesayangan Mimin baru bisa UP.


Maaf karena telat, dunia nyata lagi butuh Mimin jadi halunya dikesampingin dulu.


Terima kasih buat yang udah dukung karya Mimin.


Salam sayang Mimin. 🙆**