My Love My SPG

My Love My SPG
Salah Sangka 2



Ishi :"Tante, tolong dengar penjelasan saya dulu"


"Dengarkan tante nak, apapun yang terjadi diantara kalian tante tidak peduli. Tante cuma ingin kamu jadi menantu tante" Jawab Nita dengan antusias.


"Tapi tante, saya benar-benar tidak enak dengan Pak Adnan, beliau cuma mau bantu saya" Jelas Ishi


"Keputusan tante sudah tidak bisa diganggu gugat, jadi kalian terima saja akibat dari kelakuan kalian. " Jawab tegas Nita


Di kantor Brawijaya.


"Yah, tidak bisakah Ayah bicara pada Ibu untuk tidak menyuruh aku untuk menikah" Pinta Adnan pada ayahnya.


"Tanpa harus ayah menjawab seharusnya kamu tau bagaimana sifat Ibu mu" Jawab Hendro


"Heeeem" Terlihat Adnan membuang nafasnya dengan kasar.


"Ayah pergi dulu. Ayah masih ada urusan. Ayah harap kau menikah sebelum Ayah pergi ke luar negri. " Kata Hendro dengan Nada bercandanya.


"Ayaaah" Jawab Adnan dengan nada tinggi.


Setelah kepergian Hendro Adnan menghubungi Doni untuk menemuinya.


Tok... Tok


"Masuk" Jawab Adnan


"Ada apa boss" Jawab Doni


"Bagaimana Ibuku bisa tau aku ada di hotel bersama wanita" Tanya Adnan tanpa basa-basi kepada Doni


" Mungkin Ibu punya mata-mata di hotel" Jawab Doni santai.


"Aku ini nanya beneran oncom.!!!" Kata Adnan


"Aku juga beneran bos. Pagi tadi Ibu cuma nelpon aku, beliau nanya bos kemana semalem" Terang Doni


"Kamu jawab apa" Kata Adnan


"Semalem bos nganterin temennya pulang, terus Ibu nanya lagi perempuan apa laki-laki, ya aku jawab perempuan abis itu telpon mati, terus abis itu ibu nelpon nyuruh aku ke hotel, dan terjadilah prahara kamar hotel. Haha" Jelas Doni.


"Sialan!! "Jawab Adnan sambil melempar bantal sofa kearah Doni.


"Cie, yang mau nikah. Semalem belah duren dong? Hahaha" Ejek Doni


"Sembarangan, aku ini tau mana yang bener sama nggak, masa iya mau cari kesempatan dalam kesempitan" Jelas Adnan.


"Nggak papa bos, itu cewe cantik juga terus kayanya polos, lumayanlah dapet daun muda. Haha" Kata Doni.


"Ntahlah!!" Jawab Adnan sambil memijat pelipisnya.


* * *


Sesampainya dikontrakan.


"Silahkan masuk tante" Ishi mempersilahkan Nita untuk masuk ke kontrakan.


"Temanmu sudah berangkat kerja nak? " Tanya Nita sambil duduk.


"Iya tante, mereka sudah berangkat kerja. Tante mau minum apa? " Tanya Ishi


"Apa aja boleh nak" Jawab Nita.


"Diminum tante" Tawar Ishi sambil menyuguhkan secangkir teh.


"Nak, orang tua mu tinggal dimana?" Tanya Nita dengan wajah serius.


"Di kota B tante, memangnya kenapa tan? " Tanya Ishi


Deg,


Jantung Ishi seketika berdeguk kencang mendengar penuturan Nita.


"Tante beneran mau jadiin Ishi menantu, apa Pak Adnan setuju? Apa tante tidak malu punya menantu cuma lulusan SMA dan bekerja sebagai pramuniaga" Tanya Ishi panjang lebar.


"Tentu tante sangat yakin untuk menjadikanmu menantu keluarga Brawijaya. Buat keluarga kami untuk mencari menantu tidak harus berpendidikan tinggi, karena yang kami cari menantu yang bisa mengurus anak tante bukan partner kerja untuk anak tante. Masalah Adnan serahkan pada tante. Dia pasti setuju yang penting kamu harus setuju. Tante mohon jangan tolak permintaan tante. Tante ingin anak tante mempunyai istri yang akan mengurusnya dengan baik" Pinta Nita.


Ishi tampak terdiam sambil berfikir


"Bagaimana ini, aku sangat bingung aku masih sangat ingin bekerja membantu Ayah dan Ibu buat sekolah adik" Fikir Ishi.


"Nak, gimana?" Tanya Nita membuyarkan lamunan Ishi.


"Tapi saya masih ingin bekerja untuk membantu orang tua saya tante.! " Jawab Ishi


"Kamu tidak perlu khawatir, tante tidak akan melarang kamu untuk bekerja setelah menikah yang penting bisa bagi waktu untuk suami." Kata Nita.


"Naiklah tante, saya terima untuk menjadi menantu tante" Jawab Ishi.


"Tante pamit dulu ya nak" Pamit Nita


''Iya tante hati-hati di jalan" Kata Ishi.


Dalam perjalanan pulang Nita menelpon Hendro.


📞 Nita: "Ayah, Ibu tidak mau tahu sore ini Ayah harus mengantar Ibu ke kota B"


📞 Hendro :"Ngapain kesana Bu? "


📞 Nita :"Buat melamar Ishi Yah, kalau nungguin Adnan kelamaan"


📞 Hendro :"Iya, nanti sore kita berangkat Ibu ke kantor aja, kita berangkat dari sini sekalian pamit sama Sdnan'


Sesampainya Nita di kantor.


Adnan yang baru selesai meeting kaget melihat kedua orang tuanya berada di ruangannya.


"Ibu sama Ayah kapan datengnya? " Tanya Adnan


"Barusan tadi, Bang nanti Ibu sama Ayah mau pergi ke luar kota cuma 2 hari" Jelas Hendro.


"Nata udah kasih kabar belum Yah, bisa-bisanya dia ngilang gitu aja" Kata Adnan.


"Nata udah izin sama Ibu, dia balik ke Paris masih ada urusan" Jelas Nita


"Sebenarnya anak itu kenapa sih Bu? " Tanya Adnan.


"Nanti kalau Nata pulang kamu tanya sendiri sama dia, pusing Ibu mikirin kalian, makanya kamu itu cepet nikahin Ishi kalau perlu minggu ini kalian nikah. "Oceh Nita


"Apa hubungannya pusingnya Ibu sama Adnan, memang kalau Adnan nikah pusingnya Ibu hilang" Sanggah Adnan.


"Lama-lama males Ibu ngomong sama kalian, hari ini Ayah sama Ibu mau ke rumah orang tuanya Ishi buat melamar dia" Kata Nita


"Kok Ibu jadi buru-buru, aku itu di hotel nggak ngapa-ngapain sama dia bu! Kenal aja baru semalam karena Ishi teman kerjanya Nata" Jawab Adnan.


"Kalian kan bisa saling mengenal sesudah menikah. Ishi itu gadis yang baik Ibu cuma pengen punya menantu yang bisa mengurus anak dan cucu Ibu kelak" Kata Nita dengan nada rendah


"Bang, Ibu nggak pernah minta apa-apa sama Abang sekali ini aja turutin permintaan Ibu, kamu nggak bakalan nyesel punya istri kaya Ishi "


"Udahlah bang, lagian kalian juga udah tidur di hotel berdua, nanti kalau sampai media tahu bisa gawat, jadi turuti saja permintaan kami" Tambah Hendro.


"Ayo yah kita berangkat, pokoknya mau nggak mau Adnan harus menikah sama Ishi, titik" Ucap Nita sambil melangkah pergi meninggalkan Adnan di ruangannya.


"Sebaiknya kau turuti saja kemauan Ibu mu nak" Tambah Hendro lalu pergi menyusul istrinya.