My Love My SPG

My Love My SPG
Wanita Malam Itu Adalah Istriku



"Oh, jadi itu yang katanya jadi rebutan itu" Ucap Salah satu karyawan.


"Iya, katanya big bos kita aja tergila-gila sama dia" Kata karyawan yang satu lagi.


"Lihat, berita ini katanya dia itu wanita malam. Ini ada foto dia yang lagi keluar malem bareng lelaki" Kata karyawan yang lain.


"Udah jadi peliharaan om om kayanya" Tambah karyawan lain.


"Nggak nyangka muka polos, tapi kelakuan be***" Kata Karyawan itu.


Begitilah gosip mengenai Ishi, karena memang tidak banya yang mengetahui tentang pernikahan Ishi dan Adnan.


"Kak, kok kayanya mereka lihat aku kaya nggak suka gitu ya" Ucap Ishi yang merasa dipandang dengan tatapan tidak suka ketika akan makan siang.


"Abaikan" Ucap Nata santai.


"Ponakan om mau makan apa ini?"


"Masih kenyang, dari tadi juga ini mulut nggak berhenti ngunyah" Jawab Ishi.


Setelah sampai di restoran, Ishi hanya memesan jus alpukat. Ia sibuk dengan ponselnya.


"Kak, kok ada berita kaya gini?" Ucap Ishi dengan mata berkaca-kaca sambil memperlihatkan ponselnya pada Nata.


Berita yang mengatakan bahwa Ishi adalah wanita malam yang diperebutkan oleh ketiga penerus perusahaan besar.


"Nggak usah difikirin biar Abang yang nyelesein. Kamu cukup duduk manis aja" Saran Nata.


"Shi, kamu udah baca berita belum?" Kata Indri yang baru tiba bersama Rika.


"Udah kok, apa jangan-jangan karena berita ini mereka melihat aku dengan tatapan tidak suka?" Jawab Ishi dengan lesu.


"Nggak usah dibahas, nanti Ishi malah kepikiran. Yang penting kalian tahu yang sebenarnya terjadi. Itu udah cukup, masalah asumsi publik nggak usah terlalu difikir" Ucap Nata menanggapi ocehan Indri.


"Bener tuh shi, kamu lagi hamil jadi jangan terlalu banyak fikiran" Tambah Rika.


Setelah selesai istirahat mereka melanjutkan kegiatan mereka. Ishi tengah sibuk mendata stok barang dibantu Rika dan Indri.


"Shi, bagi resep dong. Gimana biar kita bisa gaet cowok tajir?" Cibir salah satu karyawan sedang Ishi, Rika dan Indri saling pandang dengan pertanyaan karyawan tersebut.


"Maksud kamu apa?" Tanya Rika tidak suka.


"Udah sih nggak usah sok nggak ngerti deh" Ucapnya Karyawan itu.


"Itu mulut dijaga kalau ngomong. Kalian belum tahu aja Ishi itu siapa!" Ucap Indri sedangkan Ishi hanya melihat dengan tatapan tidak suka.


"Heleh, simpanan om-om aja belagu" Ucapnya lalu pergi meninggalkan Ishi.


"Pengen aku remet itu mulutnya. Si Gita udah kena batunya eh ini muncul the next Gita. Kok kamu diem aja sih shi?" Ucap Indri


"Buang tenaga kalau harus ngeladen sama tingkah mereka. " Jawab Ishi.


"Udah cepet selesein ini, biar besok kamu nggak perlu dateng kesini sebagai SPG" Ucap Rika.


"Iyalah, besok kamu harus tutup mulut mereka yang hari ini menghina kamu" Ucap Indri.


"Kalian ini ada-ada aja!" Ucap Ishi sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan ide para sahabatnya.


Di kantor Brawijaya.


"Bos, kayanya berita tentang istri bos menjadi trending topik diberbagai media" Ucap Doni ketika berada di ruang kerja Adnan sedang Adnan hanya menanggapi dengan senyuman.


"Sore ini aku ada jadwal wawancara dengan stasiun TV X ya Don?" Tanya Adnan sambil meletakkan berkas yang dipegangnya.


"Iya bos. Ada yang perlu dibantu?" Tanya Doni.


"Kau bilanglah pada mereka, bahwa aku akan menjawab apapun pertanyaan mereka mengenai kehidupan pribadiku" Ucap Adnan singkat.


Memang selama ini Adnan tidak pernah memberikan informasi jika itu mengenai kehidupan pribadi kepada para wartawan jika mewawancarainya.


"Iya, daripada harus konferensi pers, udah berasa kaya selebriti aja" Ucap Adnan yang mengerti akan pertanyaan Doni.


"Oke bos, biar aku atur semuanya" Ucap Doni lalu pamit pergi.


Setelah acara wawancara selesai dipersiapkan di kantor Adnan sekarang giliran wawancara dilakukan. Setelah perbicangan yang cukup lama mengenai bisnis kini sang reporter pun memberanikan diri bertanya mengenai kehidupan pribadi.


"Begini pak Adnan kita kan sudah membahas bagaimana anda mengelola bisnis sampai bisa sesukses ini. Rasanya tidak akan lengkap jika anda tidak membahas masalah kehidupan pribadi anda. p Apakah saya boleh menanyakan mengenai kehidupan pribadi anda?" Kata reporter itu sambil tersenyum.


"Karena sadar atau tidak anda ini sudah seperti selebriti di dunia bisnis dan banyak diidolakan kaum hawa."


"Apakah aku terlihat seperti selebriti ? Aku tidak setenar itu. Biasanya aku tidak pernah membahas kehidupan pribadi mungkin untuk kali ini pengecualian" Ucap Adnan dengan senyum tipis.


"Wah, ini sesuatu yang langka bahwa seorang Adnan Brawijaya mau membahas masalah pribadi" Ucap wartawan itu.


"Apakah anda sudah punya kekasih? Karena banyak sekali yang penasaran akan hal ini"


"Aku tidak punya kekasih" Jawab Adnan singkat.


"Wah, berarti para kaum hawa masih punya kesempatan dong. Maaf jika saya lancang menanyakan ini. Mengenai berita yang sedang beredar apa tanggapan anda?" Ucap sang reporter.


"Aku bilang tidak punya kekasih bukan berarti hati ini tidak ada pemiliknya." Ucap Adnan lagi.


"Mengenai berita yang sedang beredar itu benar."


"Jadi maksud anda berita itu benar, maaf jadi tentang bahwa anda dan adik anda serta penerus dari PT. Bina Citra memperebutkan seorang itu benar?" Tanya reporter itu nampak serius.


"Jadi anda ingin saya klarifikasi disini? Wah honor bisa naik lagi ini. Hahaha" Canda Adnan.


"Anggap saja ini sebagai bonus. Saya rasa anda juga tidak butuh dengan bonus yang kami berikan" Ucap sang reporter.


"Sebenarnya, saya dan adik saya tidak memperebutkan satu wanita. Berita yang sedang beredar itu benar kami dekat dengan wanita itu karena wanita itu adalah kakak ipar adik saya yang berarti ia adalah istri saya. " Jawab Adnan.


"Istri? Wah ini semakin menarik. Bisakah anda menceritakan lebih detail lagi?" Pinta sang reporter.


"Wanita yang disebut wanita malam oleh beberapa pihak media itu adalah istri sah saya. Saya tidak tahu bagaimana berita ini bisa berkembang tanpa ada sumber yang jelas. Mengenai foto yang beredar pun itu adalah foto kami saat makan dipinggir jalan"


"Jadi sejak kapan anda menikah? Kenapa tidak ada resepsi?"


"Kami menikah suda beberapa bulan ini untuk resepsi memang belum diadakan karena istri saya tidak ingin dikenal sebagai istri Adnan Brawijaya ketika ia masih bekerja di salah satu anak cabang perusahaan saya" Ucap Adnan.


"Bisakah anda memberikan bukti? Anda juga tahukan bagaimana nitizen negara kita?" Ucap reporter.


"Ini adalah foto pernikahan kami dan foto buku nikah kami. Disitu tertera jelas kapan kami menikah"Ucap Adnan sambil memperlihatkan foto di ponselnya dan memberikan ponselnya pada reporter itu.


"Wah, ini suatu kejutan bagi kami. Apakah anda sudah mengenal lama istri anda?"


"Kami kenal begitu singkat dan memutuskan untuk menikah. Kalau diingat-ingat itu suatu hal yang luar biasa hingga kami bisa sampai dititik ini" Ucap Adnan.


"Kalau saya minta anda untuk menceritakan sepertinya saya anda tidak akan mau. benarkan?"


"Tentu, biarlah itu menjadi kenangan bagi kami berdua saja" ucap Adnan.


"Lalu bagaimana dengan Pak Adri yang terlibat perkelahian dengan anda sampai berita itu muncul?"


"Untuk hal itu silahkan tanya pada pihak pak Adri sendiri" Ucap Adnan tegas.


"Baik kalau begitu satu pertanyaan terakhir. Jika istri anda melihat ini, apakah yang akan anda katakan untuknya?"


"Hai Ishika Maraya, aku tahu kita bertemu tanpa kesengajaan hingga akhirnya menikah. Tapi kau harus tahu bahwa kau satu-satunya untukku. Jangan pernah takut tentang apapun, karena aku akan berdiri didepanmu untuk melindungimu" Ucap Adnan dengan tersenyum.


"Wah, ternyata pak Adnan sangat romantis dengan istrinya berbeda sekali jika dengan kolegamya" Ucap reporter.


"Baiklah pak, terima kasih untuk waktunya dan cerita yang menarik tentang kehidupan pribadi anda"


"Sama-sama" Ucap Adnan.