
Setelah suara adzan terdengar, Ishi segera bangun dari tidurnya, dilihatnya Adnan masih terlelap dalam tidurnya.
Ia pun berniat membangunkan Adnan untuk sholat berjamaah.
"Abang, udah adzan ayo sholat berjamaah" Ajak Ishi.
Adnan membuka mata ketika mendengar suara istrinya memanggil.
"mmmmn, iya " Jawab Adnan.
Lalu mereka mempersiapkan diri untuk sholat subuh berjamaah.
"Bang, aku kebawah dulu mau siapin sarapan" Ijin Ishi.
"Iya, " Jawab Adnan singkat.
Sesampai di dapur sudah ada bik An yang mulai mempersiapkan sarapan.
"Bik, sini saya bantu" Tawar Ishi.
" Nggak usah Non, biar bibik aja" Tolak bik An.
Tiba-tiba datanglah Nita di dapur.
"Ada apa ini? Kamu ngapain nak? " Tanya Nita.
"Ini loh Bu, Non Ishi mau bantuin saya masak" Kata bik An.
"Ishi sayang, kamu kalau pagi mau kerja nggak usah repot-repot buat sarapan, nanti kamu kecapean, udah sana siap-siap buat berangkat kerja" Oceh Nita.
"Tapi Bu, Ishi bosen kalo nggak ngapa-ngapain" Sanggah Ishi.
"Udah nggak papa bik An ini tugasnya masak kalau bik Mur beres-beres jadi kamu nggak perlu repot-repot, sana siap-siap buat kerja" Usir Nita.
Akhirnya Ishi meninggalkan dapur menuju kamarnya di lantai dua.
"Katanya mau bikin sarapan" Tanya Adnan.
"Nggak boleh ngapa-ngapain sama Ibu" Jawab Ishi.
Lalu Ishi melihat tumpukan baju kotor miliknya dan suaminya, ia pun berinisiatif untuk mencucinya.
"Mau kemana lagi" Tanya Adnan
"Nyuci ini" Kata Ishi sambil mengangkat keranjang pakaian kotor.
Adnan yang melihat tingkah istrinya hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Non, sini baju kotornya biar saya yang cuci" Tawar bik Mur.
"Nggak usah bik, biar saya aja. Mulai sekarang yang beres-beres kamar atau cuci pakaian saya dan bang Adnan biar saya." Jelas Ishi.
"Dan satu lagi, tidak ada penolakan" Katanya sambil menuruni tangga.
Setelah selesai mencuci baju, Ishi kembali ke kamar dan merapikan kamar serta menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"Bang, ini pakaiannya" Kata Ishi saat melihat Adnan keluar dari kamar mandi lalu Ishi pun menuju kamar mandi.
Setelah selesai bersiap-siap Adnan dan Ishi pergi menuju ruang makan.
Dimeja makan sudah berkumpul semua anggota keluarga.
"Shi, nanti kamu berangkat bareng Nata aja" Perintah Nita.
"Nanti biar Adnan yang antar " Jawab Adnan.
"Aku nebeng ya bang" Kata Nata
"Mobil kamu kemana? " Taya Adnan
"Lagi dibengkel" Jawab Nata.
Setelah selesai sarapan mereka bersiap untuk berangkat kerja.
Sesampainya di Mall mobil Adnan berhenti tepat di depan gerbang khusus karyawan, semua orang yang ada disitu menatap heran.
"Bang, kenapa berhentinya pas di depan gerbang sih" Protes Ishi.
"Ya emang kenapa, takut mereka salah sangka? " Tanya Adnan
"Udah cepetan turun, keburu telat" Lerai Nata
Lalu Ishi pamit dan mencium tangan Adnan.
Semua orang nampak kaget melihat Ishi dan Nata keluar dari mobil yang sama. Banyak yang menduga-duga antara hubungan Ishi dan Nata.
"Gila Ishi, cuti 2 hari berangkat-berangkat udah nempel aja sama kak Nata " Kata salah satu karyawan.
"Iya, gosip besar ini. Apalagi kalo sampai Mba Gita tahu, bakal ada perang dunia" Kata karyawan lain.
"Jangan asal nuduh, siapa tahu mereka ketemu dijalan tadi" Bela karyawan lain.
#Bersambung