
Doni mengemudikan mobilnya cukup kencang karena perintah Adnan menuju Mall Brawijaya.
"Lebih cepat don! Kau mengemudi seperti perempuan saja" Umpat Adnan.
"Bos, ini udah cepat tapi memang keadaan jalan yang ramai. Kalau bos tidak sabar maka terbanglah" Goda Doni.
"Kau mengujiku? Bukan Istri mu yang menjadi incaran buaya jadi kau bisa tenang. " Oceh Adnan.
"Percaya aja bos sama istri mu. Ishi pasti lebih memilih bos" Ucap Doni.
"Aku memang percaya pada istri ku tapi tidak dengan buaya itu" Jelas Adnan.
"Telfon Nata aja, suruh dia menjaga Ishi" Saran Doni.
"Nata libur hari ini. Arrg.. " Kata Adnan dengan kesal.
Adnan pun masih terbayang dengan penjelasan Doni tentang Adri.
Flashback
"Bos, Adri terkenal player. Setiap hari gonta-ganti cewek. Kalau dia udah nargetin orang pokoknya harus didapetin pakai cara apapun" Jelas Doni.
"Denger dari mana kamu?" Tanya Adnan.
"Dari desas-desus yang aku dengerlah bos. Makanya jauhin Ishi dari dia." Saran Doni.
"Kalau sampai dia berani nyentuh Ishi, aku pastiin dia bakalan nyesel" Kata Adnan dengan geram"
Flasback end.
* * * * *
"Kenapa semalam pesanku tidak kau balas" Kata Adri setelah mereka duduk dan makan pesanan mereka.
"Maaf, saya sibuk" Jawab Ishi ketus sedangkan Rika dan Indri hanya mendengarkan tanpa berkomentar.
"Hei, kau semakin cantik saat sedang marah" Celetuk Adri
Ishi, Rika dan Indri pun kaget dengan ucapan Adri.
"Maaf saya kesini hanya untuk menjelaskan kepada anda. Saya mohon jangan ganggu saya" Kata Ishi dengan jelas.
"Kalau aku tidak mau kau mau apa?" Kata Adri.
"*Astaga lelaki ini sungguh terus terang dengan ucapannya" Batin Rika.
"Mulut lelaki ini kalau bicara langsung kepokoknya tanpa basa-basi " Batin Indri.
"Bagaimana ini, kenapa suasana menjadi seperti ini. Tuhan selamatkanlah aku" Batin Ishi*
Namun tak jauh dari tempat duduk mereka, terlihat seseorang sedang meredam amarah akibat mendengar perkataan Adri.
"Apa kabar Bapak Adri? Kebetulan sekali kita bertemu disini" Ucap Adnan menghampiri mereka.
"Abang" Ucap Ishi tanpa bersuara dengan ekspresi kaget.
Rika dan Indri pun tak kalah kagetnya dengan Ishi pasalnya mereka melihat bigboss mereka ditempat kerja.
"Pak Adnan, kebetulan sekali kita bertemu disini" Jawab Adri sambil menjabat tangan Adnan.
"Bolehkah kami bergabung dengan anda" Izin Adnan.
Akhirnya Adnan dan Doni ikut bergabung dengan mereka. Kursi yang tersedia pun cukup untuk mereka berenam.
"Kalau begitu kami permisi dulu" Ucap Rika dan Indri yang tak enak dengan suasana.
"Waktu istirahat kalian masih lama, tunggulah sebentar" Ucap Adri.
"Ada urusan apa pak Adri dengan para karyawan saya" Ucap Adnan tanpa basa-basi.
"Hahaha, pak Adnan jangan seperti itu, mereka kan hanya karyawan Bapak bukan kekasih Bapak jadi kalau diluar jam kerja sudah tidak ada urusan dengan Bapak"
Jawab Adri dengan tertawa.
"Kau salah ucap bos" Batin Doni.
"Memang bukan urusanku, tapi ini masih didalam tempat kerja dan pak Adri bisa lihat mereka masih menggunakan seragam kerja mereka" Jawab Adnan dengan tenang.
"Satu sama" Batin Doni
Sedangkan Ishi, Rika dan Indri hanya mendengarkan percakapan mereka.
"Hahaha, baiklah pak Adnan saya mengaku saya sedang mencoba mendekati salah satu SPG Bapak" Ucap Adri sambil memandang Ishi.
Ishi yang mendengar itu pun langsung berdiri.
"Maaf jam istirahat kami sudah hampir habis. Kami permisi dulu. Ayo" Ucap Ishi sambil mengajak Indri dan Rika.
Pandangan Adri tak lepas dari Ishi sampai Ishi tak terlihat. Sedangkan Adnan hanya memandang Adri dengan penuh amarah namun ia mencoba untuk segera menguasai emosinya.
"Sepertinya anda sangat tertarik dengan SPG kami" Kata Adnan dengan tenang.
"Anda benar. Belum pernah saya merasa setertarik ini dengan wanita" Ucap Adri dengan senyum devilnya.
"Hati-hati kita tidak tahu bahaya apa yang akan mengancam anda jika anda menginginkan milik orang lain" Ancam Adnan dengan nada santai.
"Saya tidak peduli apakah dia sudah ada yang punya atau belum. Yang jelas ketika saya menginginkan sesuatu maka saya harus mendapatkannya dengan cara apapun" Kata Adri dengan mantap.
"Ehem" Suara Doni mencoba memecahkan ketegangan.
Drttt... Drrtt
Ponsel Adri pun berbunyi. Setelah menerima panggilan itu Adri pun pamit untuk pergi.
"Maaf pak Adnan saya permisi dulu. Ada urusan mendadak" Pamit Adri.
"O, silahkan" Jawab Adnan sambil menjabat tangan Adri.
"Kapan-kapan kita ngobrol lagi. Saya permisi dulu" Kata Adri lalu pergi meninggalkan Adnan.
"Sial ." Umpat Adnan
"Sabar bos" Jawab Doni mencoba menenangkan Adnan.
* * * *
**Hai, hari ini mimin udah UP 3 episode, jangan lupa kasih like, comment and vote yang banyak buat karya mimin yes.
salam sayang dari mimin. 🙆**