My Love My SPG

My Love My SPG
Terlanjur Basah



"Wa'alaikum salam nak" Jawab Anto yang tak lain adalah ayah Ishi.


"Ada apa yah, kok udah malem hubungin Ishi? " Tanya Ishi


"Nak, sekarang ada orang tua dari nak Adnan yang datang ke rumah bermaksud untuk melamar mu" Kata Anto


"Bapak kamu ngomong apa coba di speaker aja" Tanya Adnan dengan gerakan mulut tanpa suara


lalu dijawab anggukan oleh Ishi.


"Gimana, Bapak sih terserah kamu? Kamu ada dimana nak, kok berisik banget" Tanya Anto.


"Ishi lagi makan pak di pinggir jalan. Apa tante Nita masih disitu pak? " Tanya Ishi.


"Iya sayang tante masih disini, kamu makan sama siapa? Pulangnya jangan malem malem" Kata Nita, ternyata Anto menelpon dengan suara yang di speker juga.


"Bu, Ishi makan sama aku, jadi nggak usah khawatir" Jawab Adnan.


Seketika Ishi terkejut dengan tindakan Adnan.


"Apa yang Bapak lakukan, nanti mereka bisa salah paham" Ishi berbicara dengan pelan.


"Kepalang tanggung" Jawab Adnan


"Anak nakal, kenapa kamu malem-malem bawa anak gadis orang tanpa permisi ke orang tuanya. Ini sudah hampir tengah malam cepat antarkan menantu Ibu pulang" Teriak Nita di telepon.


"Bu, aku tadi jemput Ishi pulang malem, wajar kalo jam segini belum pulang, nah Ibu jam segini masih bertamu di rumah orang" Elak Adnan


"Ibu ini buru buru melamar Ishi supaya kalian tidak macam macam lagi, cepat antarkan menantu Ibu pulang" Perintah Nita


"Pak kalau gitu kita tidak perlu persetujuan mereka, cukup kita sekarang tentukan tanggal yang cocok untuk pernikahan mereka. " Kata Nita kepada Anton


"Bagaimana Bu," Tanya Anton kepada Warni


"Kalau Ibu terserah Bapak dan Ishi saja, " Jawab Warni


"Kalau begitu bagaimana kalau acaranya diadakan satu minggu dari sekarang? " Tambah Hendro


"Apa tidak terlalu cepat pak Hendro, kami belum ada persiapan sama sekali" Jawab Anto


"Nikahkan mereka secara sah secara agama dan negara, resepsi menunggu nanti saja pak" Tambah Nita


Sedangkan Ishi dan Adnan hanya mendengarkan pembicaraan orang tua mereka lewat telepon.


"Baiklah kalau begitu, besok saya akan mulai persiapannya" Jawab Anto


"Nanti kami akan kirim orang untuk bantu-bantu persiapan acaranya Bu" Tambah Nita


"tidak usah bu, kan cuma acara ijab saja, tidak usah repot repot, yang diundang cuma keluarga dan tetangga saja" Jawab Warni


"Tidak usah sungkan, kita akan jadi besan saya tidak mau kalau ibu repot sendiri, ini juga demi anak kita" Jawab Nita


Mereka akhirnya tertawa bersama membahas pernikahan anak mereka.


"Bu, kalian melupakan kami" Kata Adnan


"Dengar, pernikahan kalian satu minggu lagi, cepat ajukan cuti, masalah yang lain kalian tidak perlu ambil pusing, biar kami yang mengurusnya. " Kata Nita.


"Bu, aku ingin bicara dengan orang tua Ishi " Pinta Adnan


"Iya nak ada apa? " Jawab Anto


"Maafkan saya sebelumnya, saya tahu saya kurang sopan dengan meminta anak Bapak melewati sambungan telepon dan membiarkan orang tua saya sendiri yang datang menemui Bapak sekeluarga, tapi niat saya tulus saya tidak main-main dengan anak Bapak, saya mungkin tidak bisa berjanji tapi saya akan berusaha membahagiakan anak Bapak" Kata Adnan


Mereka yang mendengar ucapan Adnan hanya bisa tersenyum bahagia, tak terkecuali Ishi, ia sampai meneteskan air matanya.


"Nak, Bapak tidak minta banyak yang penting jaga anak Bapak, Bapak ini bukan orang kaya tapi bagi Bapak anak adalah harta yang sangat berharga. Bapak terima niat tulus mu" Jawab Anto


"Baik pak, saya akan berusaha" Jawab Adnan


"Baiklah, sudah kesepakatan pernikahan akan diadakan satu minggu lagi" Kata Nita.


Setelah itu sambungan telepon pun terputus.


"Kenapa Bapak bersikap seperti itu? " Tanya Ishi


"Tapi ini tidak semudah yang dibayangkan" Kata Ishi


"Kenapa? Apa kau sudah punya kekasih atau orang yang kau cintai?" Tanya Adnan yang dijawab gelengan kepala oleh Ishi


"Bagus kalau begitu, anggap saja kita ta'aruf. Bukankah itu lebih baik? Kita sudah terlanjur basah" Jelas Adnan.


"Tapi kita tidak punya perasaan satu sama lain pak" Kata Ishi.


"Aku akan coba menerima kamu, jadi kamu coba juga untuk menerima aku. Aku tahu ini akan sulit tapi mari kita mencoba bersama sama" Jelas Adnan


Ishi :" Tapi saya punya syarat, saya ingin tetap bekerja setelah menikah tanpa diketahui oleh rekan kerja saya kalau saya sudah menikah dan tentang kewajiban"


"Baiklah selagi kau bisa membagi waktu antara rumah dan pekerjaan itu tidak masalah dan untuk merahasiakan pernikahan kita itu terserah padamu, tentang kewajiban apapun itu aku tidak akan pernah memaksa sampai kau sendiri yang memberikannya" Jelas Adnan


Akhirnya ishi bisa bernafas lega setelah mendengar kalimat Adnan.


"Ayo aku antar pulang, ini sudah malam " Ajak Adnan yang dijawab anggukan kepala oleh Ishi.


Sesampainya di kontrakan.


"Terima kasih pak" Kata Ishi saat turun dari mobil


"Sama-sama, jangan lupa simpan nomorku, aku permisi dulu" Pamit Adnan.


Ketika Ishi membuka pintu, ternyata Rika dam Indri sudah menunggu di ruang depan.


"Kau dari mana jam 12 baru sampai?!" Tanya Rika


"Tadi siapa yang nganterin kamu, sekarang udah mulai nakal ya" Oceh Indri


"Aku tadi pulang kerja terus makan sama" Terlihat Ishi sedang berfikir untuk memberi sebutan apa bagi Adnan.


"Sama siapa? " Tanya Rika.


"Gini sayang-sayang aku, kalo nanti aku cerita jangan ada yang tanya aku bakal ceritain semuanya" Kata Ishi sambil memeluk mereka.


"Cerita apa, cepetan jangan bikin orang penasaran" Kata Indri


"Aku minggu depan mau nikah" Jawab singkat Ishi.


"Apa?" Teriak Indri dan Rika bersamaan.


Lalu Ishi menceritakan semua kejadian tentang bagaimana Adnan, cara mereka bertemu sampai mau menikah, siapa? Nata. Tak ada cerita yang terlewatkan.


"Waah bentar lagi jadi Istri big boss dong," Goda Rika


"Cukup kalian yang tau yang lain nggak perlu, aku masih ingin bekerja setelah menikah. " Jawab Ishi


"Calon suami kamu itu kaya, kenapa harus kerja" Tanya Indri


"Nggak mau pisah sama kalian. Haha"Jawab Ishi sambil tertawa


"Cepetan cari pacar in, aku udah punya! Ishi malah bentar lagi nikah, kamu mau sama siapa? " Goda Rika


"Belum ketemu jodoh ka" Jawab Indri dengan muka sendu.


"Shi nanti kita doble date ya, biarin aja yang jomblo" goda Rika lagi


"Ih, kalian ini jahat betul " Kata Indri cemberut


"Becanda sih mak, jangan dibawa serius ntar cepet tua" Jawab Rika sambil memeluk Indri


"Walaupun kita udah punya pasangan tapi kita nggak akan lupa sama kamu" Jawab Ishi yang ikut memeluk Indri.


"Ntar cariin adek pacar ya mak" Pinta Indri dengan manja


"Iya, mau yang gimana? Tinggi putih? " Tanya Ishi


"Itu mah sapi mak yang tinggi dan putih" Kata Rika


"Hahahahahaha" Mereka tertawa bersama.